Selamat datang di Layanan Konsultasi Statistika. Layanan ini bersifat gratis dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh kalangan masyarakat.

rahmadhani  | 03/11/19 | 11:55

time limited sampling

assalamu'alaikum wr wb.

yth. bp. Zulaela, bagaimana kaedah2 tekhnik sampling menggunakan time limited sampling? terimakasih

Komentar:

dakochan test

09/11/19 | 10:22

dakochan srrssr

09/11/19 | 10:25

Noviyanty  | 14/10/19 | 00:19

Mengenai Measures Annova

Assalamu'alaikum

Pak zul,  saya mau bertanya,  jadi saya punya data pre post LDL di dalam darah.  Saya menggunakan 5 kelompok hewan coba,  awalnya saya menggunakan uji anoa di data pos,  namun dari reviewer menyarankan untuk menggunakan measures annova

Apakah itu salah? 

Yg benar seperti apa ya pak.. 

Mohon bantuannya

Komentar:

dakochan fffr

09/11/19 | 10:23

Puteri Fauzia  | 12/10/19 | 17:33

Uji Korelasi Pearson

Selamat malam, terimaksih sebelumnya

Saat ini sy sedang mengerjakan skripsi yang membahas hubungan keanekaragaman fauna tanah dengan sifat fisik-kimia tanahnya di bawah suatu tegakanNah terkait dng jumlah sampel yg sy ambil berbeda, utk sampel fauna tanah sy ambil d 16 titik, sedangkan utk sampel sifat fisik-kimia sy hanya mengambil 2 titik sampel..Apakah dng jumlah ulangan (N) yg berbeda ini sy bisa mencari hubungan keanekaragaman fauna tanah dengan sifat fisik kimia tanah yg ada denhan rumus uji korelasi pearson?

Aulizza Abdul Fanni  | 30/09/19 | 19:40

Uji Reliabilitas dan Validitas Kuesioner Skala Guttman dan Skala Likert

Selamat malam. Saya ingin bertanya, jika dalam penelitian saya terdapat 2 variabel, variabel X menggunakan skala guttman (benar/salah) dan variabel Y menggunakan skala likert (sangat tidak setuju-sangat setuju). Prosedur dan interpretasi uji reliabilitas dan validitas menggunakan spss seperti apa ya? Terimakasih banyak.

Moh. Ata Alfa Rasda  | 24/09/19 | 17:43

tanya jumlah sampel Uji MRA (moderating regression analysis)

Assalaamualaikum, mau tanya.

Saya penelitian menggunakan uji MRA. Berapa sampel minimal yang dibutuhkan untuk uji MRA? soalnya saya cari diberbagai buku tidak ada. Misalnya saja uji regeresi berganda minimalnya kan jumlah n=30. terimakasih. 

Puji Amalliyah  | 13/09/19 | 06:36

Interpretasi hasil analisis regresi logistik ganda

Selamat pagi, Pak. Saya ingin bertanya mengenai interpretasi hasil analisis regresi logistik ganda. Dalam penelitian saya pada model akhir analisis multivariatnya terdapat 4 variabel independen dan 1 variabel confounding. Secara berurut Exp(B) atau OR yang didapat adalah 2,21;3,12;2,12;0,299 (variabel independen) sedangkan variabel confoundingnya 0,298. PAda sebagian literatur yang saya baca menyatakan bahwa OR yang paling besar merupakan yang paling dominan pengaruhnya. Namun, di literatur lain saya temukan bahwa jika OR<1, artinya merupakan faktor protektif. Dalam interpretasinya 1/0.299 = 3,34, artinya 3,34 kali dapat mengurangi kejadian sebuah penyakit. Jika benar interpretasinya seperti itu, tentu faktor protektif ini menjadi yang paling dominan pengaruhnya. Saya juga ragu, apakah dalam melihat faktor paling dominan, variabel confounding juga ikut disertakan?  Salah satu variabel utama (independen) saya pada analisis bivariat tidak berhubungan, tetapi setelah masuk model multivariat justru memiliki OR protektif (0,299). Mohon bantuannya Pak untuk interpretasi hasil yang benar dan tepat. Terimakasih 

Baiq Afiqa  | 06/09/19 | 23:27

Hubungan jarak mahalanobis dengan Chi Square pada Uji Normal Multivariat

Assalamualaikum pak/bu. Saya ingin bertanya tentang uji distribusi normal multivariat. Pada uji multivariat diuji berdasarkan QQ plot antara jarak mahalanobis terhadap kuantil Chi Squarenya. Dimana jika plot berbentuk garis lurus, serta nilai proporsi jarak mahalanobis < nilai chi square nya minimal 50% maka berdistribusi normal. Yang jadi pertanyaan saya, mengapa distribusi data jarak mahalanobis itu dipasangkan dengan distribusi chi square (pd QQ plot)? Apa kaitanny trrhadap konormalan ? Mohon penjelasannya pak/bu. Terimakasih banyak.

Alfia Safitri  | 21/08/19 | 01:17

pertanyaan terkait uji komparatif > 2 variabel

Assalamualaikum pak Zul.

saya ingin menganalisis penelitian var komparatif kategorik

tujuan: menilai efektivitas pemberian minyak sumbawa, Vco dan kontrol terhadap pencegahan luka tekan

Variabel bebas ada 3: 1. Var. Minyak sumbawa, 2.Var VCO, 3. var. Kontrol tanpa Minyak sumbawa dan vco ( skala Nominal)

Variabel terikat ada 1: kejadian luka tekan dengan kategori 0 jika tidak terjadi luka dan 1 jika terjadi luka dalam 7 hari (skala ordinal)

apakah metode analisis yang digunakan? bolehkah menggunakan chisquare tabel 3x2 dilanjutkan post hoc pak? 

Komentar:

Alfia Safitri saya ingin melihat yang mana yang lebih efektif diantara 3 varibel tsb pak? mohon bantuannya pak

21/08/19 | 01:31

Muhammad Basir Paly  | 20/08/19 | 23:28

Pk Zulaela Yth. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas komenrnya. Salam hormat kami

Pk Zulaela Yth.  Kami mengucapkan banyak terima kasih atas komenrnya.  Salam hormat kami

Muhammad Basir Paly  | 28/07/19 | 22:08

Regresi Logistik Multinomial

Reg logit multinomial.  Apa variabel inendennya boleh semuanya data bertipe nominal (katagori), atau paling tidak harus ada satu variabe type lain mis numerik.  Mhn perkenannyašŸ™

Komentar:

Zulaela Perbadaan antara regresi linear dengan regresi logistik terletak pada variabel dependennya. Untuk regresi linear: variabel dependennya diukur dalam skala rasio, sedangkan regresi logistik variabel dependennya diukur dalam skala nominal (regresi logistik biner jika variabel dependennya mempunyai 2 kategori, sedangkan regresi logistik multinomial jika variabel dependennya
mempunyai lebih dari 2 kategori). Variabel independen untuk regresi di atas, bisa mempunyai skala nominal, ordinal maupun rasio.

20/08/19 | 09:21

Ruly Awan  | 19/07/19 | 06:44

Penggunaan Statistika

Assalamu'alaikum,

Kebetulan saya mempunyai data mengenai pisang mas. Setiap hari saya memiliki jumlah panen yang berbeda dengan % sampling yang berbeda setiap harinya. Sampling yang digunakan untuk melihat kecacatan buah. Misal, hari pertama ada 100 pisang terpanen dan hanya mampu mengerjakan 7 pisang sebagai sample, 2% dari sample mengalami kecatatan busuk. Di hari kedua, terjadi peningkatan menjadi 200 panen dan 11 pisang menjadi sample, dan 3% dari sample mengalami kecatatan busuk. Hal tersebut terjadi kembali di hari hari berikutnya. Bagaimana cara untuk menggunakan data tersebut, apakah perlu dilakukan normalisasi data untuk mendapatkan rata-rata % jenis kecacatan buah???

Mohon bantuannya,

Terimakasih

Sastriani  | 18/07/19 | 13:32

Uji mann-whitney berulang

Assalamualaikum..maaf pak, saya sastri mahasiswa s2 keperawatan. Mau bertanya, untuk uji alternatif GLM apakah benar menggunakan uji mannwhitney berulang? Bagaimana langkah uji mann whitney berulang dengan spps?  Terimakasih

Komentar:

Zulaela Mohon penjelasan yang lebih rinci bu. Sebutkan variabel apa saja yang bu Sastriani miliki, kemudian sebutkan juga skala pengukuran untuk tiap variabel itu. Selanjutnya tuliskan pertanyaan penelitian (hipotesis penelitiannya). Akhirnya kenapa ibu memilih GLM dalam mengalisis data ibu.

20/08/19 | 09:36

Rizki Muhamad Ansori  | 15/07/19 | 07:55

Minimum Sampel

Assalamualaikum. Wr. Wb

Mohon maaf mengganggu pak, perkenalkan nama saya Rizki Muhamad Ansori dari Farmasi UMY. Ingin bertanya terkait sampel penelitian.

Jadi pak saya melakukan penelitian tentang perbandingan efektivitas obat. kemudian sudah saya hitung minimum sampelnya, tetapi salah satu obat tidak memenuhi minimal sampel saya pak. untuk analisis datanya apakah menyesuaikan dengan jumlah obat yang sedikit atau bagaimana ya pak?

Terimakasih pak

Komentar:

Zulaela Uji statistik yang digunakan untuk membandingkan efektifitas diantara 2 macam obat (misalnya) tergantung pada definisi operasional variabel interesnya (dalam kasus ini efektivitas). Jika efektivitas menunjukkan kecepatan sembuh pasien (dalam satuan hari atau jam atau menit), skala pengukurannya rasio, dan kecepatan sembuh pasien pada masing2 obat mengikuti distribusi normal, maka uji statistiknya independent samples t test. Demikian juga jika efektivitas diukur dalam skala nominal maka uji statistiknya bukan independent samples t test lagi, tetapi salah satunya adalah chi-square test.

17/07/19 | 12:12

Berlyn ananta  | 13/07/19 | 23:24

Pemilihan model terbaik Poisson Inverse Gaussian dengan R studio

Assalamualaikum wr.wb

Saya berlyn ananta

Saya ingin menanyakan tentang pemilihan model terbaik, disini saya menggunakan software R studio package gamlss. Pada output keluar kemungkinan2 model yang terbentuk. Model pertama masih lengkap y,x1,x2,x3,x4. Selanjutnya model kedua x4 hilang, padahal nilai Aic pada x4 kecil. Dan begitu seterunya. Yang ingin saya tanyakan, apa yang membuat nilai x keluar pada kemungkinan model selanjutnya? Terimakasih

Komentar:

ahmad jalaluddin Assalamualaikum wr. wb pak zul

Perkenalkan nama saya Ahmad

bisakah pertanyaan kuesioner menggunakan skala likert atau guttman sedangkan analisis menggunakan metode crosstabs/atau statistik deskriptif?

14/07/19 | 04:39

Zulaela Secara umum prosedur seleksi variabel (memasukkan atau mengeluarkan variabel) berbasis pada uji statistik model yang digunakan. Prosedur seleksi variabel secara sekuensial diantaranya adalah: forward selection, backward elimination.

17/07/19 | 11:42

Zulaela Crosstabs digunakan untuk meringkaskan/ menyajikan data kategorikal (skala nominal atau ordinal) dalam bentuk tabel dengan b baris dan k kolom yang dikenal dengan tabulasi silang b x k.

17/07/19 | 11:51

S. Liberitera  | 06/07/19 | 20:28

Minimum Sample Size

Assalamualaikum wr. wb pak zul

Perkenalkan nama saya sterna.

Saya ingin melakulan penelitian dengan desain eksperimen kuasi pada pasien HIV yg tidak patuh terhadap pengobatan

Pada penelitian ini, saya akan memberikan 2 jenis perlakukan yg berbeda pada pasien yg memenuhi kriteria inklusi untuk meningkatkan kepatuhan.

Saya ingin bertanya bagaimana cara menentukan besaran sampel untuk masing-masing kelompok perlakuan? Adakah sampel minimal perkelompok perlakuan penelitian ini? 

Terimakasih pak zul. Mohon bantuannya šŸ™

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Jika variabel respon kepatuhan diukur dalam skala rasio, maka minimum besar sampel utk masing2 kelompok dihitung dg menggunakan rumus besar sampel hipotesis 2 mean populasi, sedangkan jika kepatuhan diukur dalam skala nominal (patuh atau tdk patuh), maka minimum besar sampel utk masing2 kelompok dihitung dg menggunakan rumus besar sampel hipotesis 2 proporsi populasi.

12/07/19 | 14:19

Dhinar mustika natalia  | 03/07/19 | 10:52

Data Pretest/Baseline Tidak Homogen

Assalamualaikum Wr. Wb. Pak Zul, saya Dhinar dari IKD 2017. Pak, saya mau menanyakan ttg analisis data saya mengenai profil lipid. Data diambil dari 5 kelompok dengan masing2 6 sampel/kelompok. Parameter yg diukur yaitu kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL. Pada data trigliserida, data pretest salah satu kelompok menunjukkan hasil yg jauh lbh tinggi dari kelompok lain, sehingga tdk homogen. Sebelumnya sudah saya analisis dengan paired t-test, namun apabila data pretest tsb tidak homogen, apakah hasil paired t-test tidk terpengaruh? Atau harus menggunakan analisis lain? Salah satu dosen menyarankan menanyakan mengenai anova 2 jalur, apakah berlaku untuk kasik ini pak? Dan jika iya, data yg dianalisis menggunakan anova 2 jalur tsb hanya data trigliserida saja atau ke 4 parameter juga dianalisis dengan metode tersebt? Terimakasih pak. Wassalamualaikum wr wb.

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Jika penelitian bu Dhinar melibatkan 5 kelompok dengan tiap2 kelompoknya diukur pre-post utk variabel responnya (misal trigliserida), maka analisis yg utama bu Dhinar adalah membandingkan perubahan (atau delta) trigliserida antar 5 kelompok menggunakan one-way ANOVA jika syarat2nya dipenuhi (jika tdk dipenuhi menggunakan Kruskal Wallis Test). Dengan cara yg sama utk variabel respon lainnya (kolesterol total, LDL dan HDL).

03/07/19 | 20:18

Elma Safitri  | 03/07/19 | 09:13

Besar sampel

assalamu'alaikum pak, mohon maaf sebelumnya mengganggu waktu bapak.

saya ingin bertanya terkait teknik pengambilan sampel dan besar sampel dari peneliatain saya yang berjudul, Pengaruh terapi bekam pada pertengahan bulan hijriah terhadap tekanan darah pasien hipertensi. jumlah populasi pasien hipertensi sebesar 39. mohon bantuannya nggih pak.

wassalamu'alaikum.

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Jika penelitian mbak Elma hanya melibatkan satu kelompok (1 populasi) yaitu pre-post (atau before-after treatment) pada pasien hipertensi, maka rumus besar sampelnya adalah rumus besar sampel hipotesis satu mean (rata2) populasi, sedangkan jika kelompoknya dua (kelompok 1 mendapat terapi bekam, kelompok yg kedua tdk mendapat terapi) maka rumus besar sampel hipotesis dua mean populasi.

03/07/19 | 19:54

Elma Safitri mohon bantuan jawabannya nggih pak, sudah saya lampirkan dalam bentuk file. terima kasih pak.

04/07/19 | 05:57

Zulaela Iya rumus besar sampelnya seperti yang Elma lampirkan dalam file. Teknik pengambilan sampel ada beberapa macam (Simple Random Sampling, Stratified Random Sampling, Cluster Sampling, dll.). Simple Random Sampling dipilih jika karakteristik populasi homogen, lokasi penelitian tdk tersebar secara geografis, tersedia sampling frame, sedangkan Stratified Random Sampling dipilih jika karakteristik populasi justru yang heterogen, selanjut Cluster Sampling dipilih jika lokasi penelitian tersebar secara geografis.

12/07/19 | 14:34

Elma Safitri mohon maaf sebelumnya pak, saya belum mengerti untuk penggunaan rumus tersebut. apakah bapak bersedia membantu menghitung besar sampel pd penelitian ini nggih?
jumlah populasi penelitian ini sebesar 52. matur nuwun nggih pak.

14/07/19 | 17:33

Zulaela Untuk menghitung minimum besar sampel dalam penelitian Anda diperlukan bbrp informasi, diantaranya adalah: mean dan deviasi standar untuk masing-masing kelompok.

17/07/19 | 11:21

Dwi Rachmat Kumalasari  | 14/06/19 | 17:57

Uji Statistik

Assalamu alaikum Pak Zulaela

Mohon maaf sebelumnya, saya mohon penjelasan terkait uji yang harus digunakan ketika kasusnya seperti ini pak

Variabel independen yaitu pengasuhan dengan kategori ordinal yaitu

1. Baik

2. Kurang

 

Lalu variabel dependen yaitu pertumbuha 

1. Sangat kurus

2. Kurus

3. Normal

4. Gemuk

 

Dari crosstab ada beberapa sel yang <5 

Maka uji yang digunaka  untuk mengetahui hubungannya apa pak?

Lalu untuk melihat arah hubungannya bagaimana pak?

Saya bingung karena nilai normal berada di tengah, krn saya lihat penelitian2 lain hanya menjadikan 2 kategori saja (tidak normal dan normal)

Mohon penjelasannya pak, terimakasih sebelumnya 

 

Teri

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.

Jika desain penelitiannya cross-sectional, maka analisis deskriptifnya, dengan membuat tabel kontingensi 2 baris x 4 kolom: dengan isian selnya berupa frekuensi dan berupa persen terhadap total. Namun untuk analisis analitiknya, menggunakan chisquare test atau fisher's exact test, setelah dilakukan kategori ulang untuk variabel dependennya (misal tdk normal, normal) mengingat informasi saudara di atas, bahwa beberapa sel mempunyai expected value kurang dari lima. Sehingga tabel kontingensinya: baris 1 (variabel independen): kurang, baris 2: baik, sedangakan kolom (variabel dependen) 1: tidak normal, kolom 2: normal.

27/06/19 | 10:48

Herniyati binti khasanah  | 15/05/19 | 19:50

Uji alternatif chi square

Assalamu'alaikum wr.wb bapak.

Saya ingin menanyakan tentag uji alternatif chi square apabila persyaratan untuk uji chi square tidak terpenuhi, bentuk tabel 3×3 (bxk), sel tidak dapat digabung, yang di cari tentang korelasi, skla pengukuran menggunakan nominal dan ordinal. 

Terimakasih

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Permasalahan data ibu Herniyati adalah karena ukuran sampelnya yang kecil, sehingga menyebabkan persyaratan uji chi-square tidak terpenuhi, ditambah lagi kategori variabelnya tidak boleh disederhanakan.

24/05/19 | 14:52

firly putri  | 12/04/19 | 15:43

Korelasi positif dan negatif

Assalamu'alaikum pak zulaela

saya dari bidang kesehatan. Ingin menanyakan bila penelitian dengan rancangan kohort retrospektif dengan memeriksa ekspresi gen di dalam darah kemudian hasil uji statistik menyatakan korelasi negatif pada sampel pre-therapy dan korelasi positif pada sampel post-therapy, apakah mungkin terjadi seperti itu? dan bagaimana interpretasinya?

apakah perlu di analasis lebih lanjut?

terimakasih

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Dua variabel dikatakan mempunyai korelasi positif jika salah satu variabel naik nilainya variabel lain juga naik nilai, sedangkan korelasi negatif jika variabel yang satu naik nilainya tetapi variabel lain justru turun nilainya. Sebelum ibu menghitung korelasi antar variabel, ibu perlu dulu membuat scatter plot untuk mengetaui apakah ada data observasi yang tidak masuk akal (outlier?). Jika sudah tidak ada permasalahan tersebut, maka baru dihitung korelasinya. Selamat mencoba lagi bu Firly.

13/04/19 | 08:58

Mita  | 04/04/19 | 07:05

Korelasi tidak linier

Assalamu'alaikum bpk..sy ingin berkonsultasi penentuan jenis analisa korelasi jika data tidak saling berhubungan linier.

Tidak dapat menggunakan korelasi spearman maupun Pearson ya Pak? Info yg sy dapatkan bisa tetap dapat menggunakan regresi linier tetapi dilakukan pemotongan data terlebih dahulu

Menurut bpk bagaimana ya Pak?

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Seperti yang ibu Mita uraikan di atas, saya kira dengan membagi/ memotong data (berdasarkan dari hasil scatter plot) bisa dilakukan bu. Kemudian dari masing-masing bagian dihitung korelasinya.

10/04/19 | 14:23

Yustika Larasati  | 03/04/19 | 12:58

Uji Heteroskedastisitas (Uji Glejser)

Assalamualaikum.

Perkenalkan nama saya Yustika, mahasiswa UGM semester 6 yang sedang mengerjakan tugas akhir. Saya berniat menggunakan regresi data panel sebagai alat uji, model FEM. Setelah saya me-ln kan data, saya lakukan uji heteroskedastisitas menggunakan uji Glejser. Hasilnya, salah satu variabel terbukti signifikan, sementara variabel lain tidak signifikan. Uji asumsi klasik lain, normalitas, autokorelasi, dan multikolineraritas sudah lolos uji, hanya di heteroskedastisitas saya mengalami kendala. Apa yang harus dilakukan ya Pak untuk menyembuhkan satu variabel tersebut? 

Terimakasih, Wassalamualaikum

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Uji asumsi untuk regresi panel serupa dengan uji regresi yang standar, yaitu yang salah satu asumsinya adalah error mengikuti mengikuti distribusi normal dengan mean nol dan variansi konstan sigma kuadrat.

13/04/19 | 08:37

Hilwin Nisa'  | 28/02/19 | 07:11

Pengujian Instrumen Data Biner

Assalamualaikum Wr.Wb.

Selamat pagi Pak, mohon maaf, saya mau menanyakan mengenai uji instrumen yang berupa angket dengan data biner (pertanyaan dengan dua kemungkinan jawaban, ya atau tidak). Apakah instrumen seperti ini masih perlu diuji? Kalau misalkan masih perlu diuji, bagaimana cara mengujinya. Apakah ada perbedaan antara angket dan kuesioner?

 

Terima kasih,

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Kuesioner (formulir, daftar pertanyaan):alat pengumpul data yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang ingin diukur. Suatu formulir kuesioner (angket) dikatakan valid (sahih) jika pertanyaan pada suatu angket mampu mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh angket tersebut.
Jika instrumen/ alat ukur penelitian saudara, merupakan modifikasi dari alat ukur yang sudah ada atau bahkan secara keseluruhan item2 pertanyaannya saudara bikin sendiri, maka tentu saja perlu diuji (untuk mengetaui item2 mana yang valid mana yang tidak valid). Kemudian setelah semua item2 pertanyaan dinyatakan valid, selanjutnya dilakukan uji reliabilitas.

01/04/19 | 08:56

Nur hijrah tiala  | 10/12/18 | 19:45

Besar sampel

Assalamualaikum pak saya ijja mahasiswa S2 keperawatan UGM, saya mau bertanya pak..jika di proposal kita melakukan penghitungan besar sampel dengan rumus jumlah populasi tidak diketahui didapatkan besar sampel 106 , kemudian saat penelitian ternyata jumlah sampel yg ada tidak cukup 106, apa yg bisa dilakukan pak?? Apakah saya bisa mengambil sampel tambahan di wilayah terdekat lokasi penelitian saya?

mohon sarannya pak, terima kasih.

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Untuk menghitung minimum ukuran sampel, dipengaruhi beberapa faktor. Jika pertanyaan penelitian berupa estimasi/ pendugaan untuk PROPORSI, faktor yang mempengaruhinya: ukuran populasi, sampling error, tingkat konfidensi dan proporsi/ prevalensi berdasarkan penelitian sebelumya, sedangkan jika pertanyaan penelitian berupa hipotesis, faktor yang mempengaruhinya: probabilitas kesalahan tipe satu (alpha), power penelitian (1-beta), perbedaan secara klinis yang diinginkan.
Permasalahan saudara di atas, kemungkinan dikarenakan saudara tidak melakukan penelitian pendahuluan di lokasi penelitian saudara. Coba sekarang hitung ulang ukuran sampel saudara dengan memperhatikan/ mengganti (sebatas masih mengikuti aturan) faktor2 yang mempengaruhinya dengan informasi yg lain, misalnya: sampling error tidak 5% tetapi diganti 10%.

01/04/19 | 09:20

C. Aisyah A.  | 08/12/18 | 05:45

UJI MULTIVARIAT

Assalamu'alaikum Pak,

Maaf saya mau menanyakan terkait uji multivariat,

Apakah bisa menggunakan uji multivariat, jika variabel bebas penelitian ada 10 variabel (uji bivariat P=<0,25) skala nominal dan salahdua dari varibel tersebut kategori variabelnya lebih dari 5 (polikotom) dan untuk variabel terikatnya dikotom skala nominal. Apakah bisa dilakukan uji multivariat?

Jika bisa, uji multivariat apa yg digunakan pak?

Jika tidak, mohon petunjuknya pak, uji apa yg bisa digunakan?

 

Terimakasih pak

Wassalamu'alaikum

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Untuk melakukan uji multivariabel, dianjurkan untuk melakukan uji bivariabel dulu. Pada uji bivariabel: variabel2 yang p_valunya < 0,25 layak untuk dilanjutkan/ diikutkan ke uji multivariabel.
Dengan memperhatikan informasi saudara di atas, analisis bivariabelnya menggunakan chi-square test, sedangkan analisis multivariabelnya menggunakan binary logistic regression. Chi-square test maupun binary logistic regression dapat digunakan untuk variabel bebas yang polikotom.

01/04/19 | 09:34

Irkhas Aliyah  | 03/12/18 | 18:01

Pilihan Uji statistik

Permisi pAk saya ingin bertanya,  sampel saya per kelompok adalah 300 (3 ulangan, 3 faktor adalah jenis bakteri ada 4, konsentari logam ada 3 dan hari ada 5, dan 3 variabel dependen misal OD, pH, sulfat) data saya normal tapi ketika diuji homogenitas ada kelompok yang tidak homogen dan ada yang homogen. jadi perkelompok data ada 300. Baiknya saya menggunakan uji apa ya? Oya maksud dari ukuran sampel besar dan ukuran sampel antar kelompok setara apa ya? Terimakasih

Komentar:

Zulaela Dengan memperhatikan informasi yang saudara berikan di atas (sangat singkat), coba saudara pelajari Oneway-ANOVA, Twoway-ANOVA dst. Jika di data saudara ada pengukuran berulang untuk tiap subjek/ objek nya, maka pelajari juga Repeated Measures ANOVA.

01/04/19 | 09:48

Chintya dr  | 27/11/18 | 18:05

Uji Validitas Kuisioner

Assalamualaikum pak, saya chintya mhs kedokteran gigi UMY. Subjek penelitian saya yaitu dosen FAI UMY. Sdangkan responden untuk uji validitas yg disarankan oleh dosen saya yaitu dosen FAI dari universitas lain. Yg ingin saya tanyakan adalah, jika responden utk uji validitas diganti menjadi dosen kedokteran gigi UMY apakah bisa pak? Karena memenuhi kriteria kuisioner yaitu memahami pemakaian kawat gigi menut islam.

Apakah responden uji validitas hrs berbeda dgn subjek penelitian?

Terimakasih sebelumnya atas balasannya wassalamualaikum

Komentar:

Chintya dr *menurut

27/11/18 | 18:06

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Responden untuk uji coba kuesioner (uji validitas dan reliabilitas), sebaiknya yang mempunyai karakteristik sama dengan responden untuk penelitian yang sesungguhnya.

28/11/18 | 09:01

Chintya dr Terimakasih pak
Ada yg ingin saya tanyakan lagi pak, penelitian saya payungan dgn 3 tmn kelas saya namun berbeda subjek penelitian. Kami menggunakan kuisioner yg sama utk di uji validitas. Untuk menguji validitas kuisioner apakah jumlah responden bisa dibagi 4 pak?semisal minimal responden 30. Lalu masing2 dr kami hanya menguji ke 8 responden spt itu pak. Jika bisa apakah ada sumber text book atau jurnalnya Pak? Terimakasi sebelumnya wassalamualaikum

12/12/18 | 18:09

Hanifah Arrozi  | 26/11/18 | 13:39

uji fisher-multivariat

Assalammualaikum

selamat siang Pak Zulaela. Mohon ijin saya OCi menanyakan penelitian saya mengenai faktor prediktor. dari 6 variabel independen ada 1 variabel yang analisis bivariatnya dengan Fisher karena ada satu sel yang kurang dari 5. karena hasil bivariat ini mebuat variabel tersebut tidak bisa dimasukkan dalam analisis multivariat meskipun nilai p pada uji Fisher tersebut <0,05

1. bagaimana saya melaporkan hasil tersebut dalam pembahasan, karena dari uji fisher hanya ada nilai p

2. bagaimana interpretasi secara keseluruhannya (hasil analisis multivariat) apakah 1 faktor prediktor yang dianalisis dri uji fisher tersebut bisa dikatakan faktor prediktor yang signifikan. 

Mohon asupan

terimakasih

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Variabel independen yang akan dilanjutkan (sebagai kandidat) ke analisis multivariabel adalah variabel independen yang dari hasil analisis bivariabel p-valuenya < 0,25.

Jika analisis multivariabel yang dipakai adalah regresi logistik berganda, maka tampilan hasilnya: kolom pertama: variabel independen, kolom ke-2: koefisien regresi logistik, kolom ke-3: Standard Error, kolom ke-4: Odds Ratio, kolom ke-5: batas bawah - batas atas untuk Odds Ratio.

28/11/18 | 09:22

I GUSTI NGURAH K. SUADNYANA  | 10/11/18 | 20:40

Uji Beda

Selamat malam Bapak Zulaela.

Perkenalkan saya Gusti Suadnyana.

 

Melalui forum ini saya ingin berdiskusi masalah uji beda.

Penelitian yang saya lakukan adalah menguji apakah ada perbedaan antara return model portofolio 1 dengan model portofolio lainnya. 

Saya menggunakan 4 model portofolio.

 

Apakah benar saya menggunakan alat uji ANNOVA? Karena menggunakan k>2. Jika iya one atau two way?

Apakah ada buku khusus yang membahas alat uji statistik berbahasa Indonesia? Buku acuan saya saat ini adalah BRM by Cooper and Schindler.

 

Terimakasih dan selamat malam.

Komentar:

Zulaela ANOVA digunakan untuk menguji lebih dari dua mean populasi.
Asumsi ANOVA:
1. Membandingkan lebih dari dua populasi/kelompok independen.
2. Variabel interes/respon diukur dalam skala rasio
3. Variabel respon dalam tiap kelompok mengikuti distribusi normal
4. Variansi variabel respon adalah sama

28/11/18 | 09:32

Dinda Yuniar  | 05/11/18 | 13:37

Skala Pengukuran, Teknik Sampling dan Analisis Jalur

Assalamualaikum. Selamat siang pak, perkenalkan saya Dinda mahasiswa brawijaya. Saat ini saya sedang melakukan penelitian dengan 2 variabel eksogen, 1 variabel intervening, dan 1 variabel endogen dengan menggunakan analisis jalur. Saya ingin menanyakan beberapa hal, kiranya bapak berkenan untuk memberikan jawaban..

 

  • bila salah satu variabel eksogen menggunakan skala guttman dan lainnya menggunakan skala Likert, uji validitas dan reliabilitas apa yang tepat untuk digunakan pak?
  • lalu, untuk menggunakan analisis jalur pada beberapa sumber menyatakan untuk menggunakan teknik probability sampling, sementara saya hanya mengetahui jumlah populasi tetapi tidak memiliki data keseluruhan populasi. apakah teknik random sampling dapat digunakan jika tidak memiliki data keseluruhan populasi pak?
  • Terimakasih pak.

     

    Tyas Hasna  | 24/10/18 | 07:39

    RUMUS BESAR SAMPEL

    Selamat pagi Pak Zulalela. Mohon maaf menggaggu waktunya. Saya Tyas pak, ingin menanyakan. Rumus apa yang dipakai untuk menghitung besar sampel regresi logistik? dan Rule of thumbs digunakan untuk jenis penelitian apa ya pak? 

     

    Saya ingin meneliti hubungan antara asupan energi dengan tampilan cushingoid pada pasien lupus, dengan ada 4 variabel bebas dan 1 variabel terikat. 

     

    Terimakasih pak atas penjelasannya, selamat pagi

    Komentar:

    Zulaela Rule of thumbs: besar sampel minimum untuk regresi adalah: setiap satu variabel independen diperlukan 15-20 responden. Jika dalam penelitian bu Tyas ada 4 variabel independen, maka dibutuhkan 60-80 responden.

    25/10/18 | 21:12

    hajar winatul khurnia  | 23/10/18 | 16:26

    jenis analisis

    Dear admin/dosen yang terhormat, perkenalkan saya Hajar Winatul k.

    Saya ingin menanyakan, apabila saya memiliki 3 variabel dependen (data rasio,time series) dan 1 variabel independen (dummy) apakah analisis yang tepat untuk digunakan?

    terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Jika yang dimaksudkan bu Hajar adalah variabel dependennya diukur berulang-ulang (beberapa kali pengukuran: misal minggu 1, minggu 2, minggu3 dst), maka analisisnya bisa menggunakan repeated mesurement ANOVA.

    25/10/18 | 21:21

    Zulaela Repeated Measurement Analysis of Variance

    25/10/18 | 21:23

    Tasrif Ahmad  | 16/10/18 | 11:42

    Uji Statistika yang tepat

    selamat siang pak, maaf mengganggu. saya tasrif.

    saya berencana membuat thesis mengenai dampak komorbid dm dan penyakit infeksi

    variabel independennya nanti akan saya kelompokkan menjadi beberapa sebagai berikut :

    - DM

    - DM-TB/HIV

    - DM-TB-HIV

    - DM-Malaria

    - DM-TB-HIV-Malaria

    sedangkan untuk variabel dependennya :

    - terapi

    - lama rawat inap

    - kematian

    - kekambuhan

    - jumlah kunjungan ke fasyankes

    - produktivitas

    - dampak finansial

    pertanyaan saya, uji statistik yang tepat untuk menilai dampak dari variabel independen terhadap dependen yang tepat apa? jika konsep penelitiannya seperti diatas. terima kasih pak.

    Komentar:

    Zulaela Secara umum jika variabel dependen pak Tasrif berskala rasio dengan variabel independen berbentuk kategorikal, maka ANOVA solusinya; sedangkan jika variabel dependen dan independen berbentuk kategorikal maka bisa dipilih chi-square test.

    25/10/18 | 21:30

    Faiz Zamzami  | 08/10/18 | 11:47

    regresi linera

    bu Zulaela, mh penjelasan ibu terkait dengan apakah variabel independen yang tidak berdistribusi nirmal akan menyembabkan masalah dalam estimasi parameter model regresi linear? tmhn bantuan penjelasannya ya bu

    Komentar:

    Zulaela Pak Faiz...., untuk mengestimasi koefisien regresi populasi dalam model regresi linear adalah variabel dependennya yang berdistribusi normal jika metode estimasinya menggunakan Maximum Likelihood Estimation.

    25/10/18 | 21:38

    fikriyanda  | 12/09/18 | 03:03

    uji hipotesis yang tepat

    assalamualaikum pak. maaf mengganggu waktunya

    saya sedang melakukan penelitian deskriptif yang hipotesisnya akan dilakukan dengan uji beda, tetapi saya ragu karena

    1. penelitian saya ada 6 variabel X (independent) dengan 5 variabel berskala interval dan 1 variabel bersakala nominal

    2. 1 variabel Y (dapendent) skala interval

    2. subjek penelitian saya <50 orang karena penelitiannya di penjara

    3. desain faktorial ANOVA setelah saya hitung yaitu 2x3x3x2x2x2 yang berarti ada 144 sel untuk memprediksi variabel Y

     

    yang ingin saya tanyakan

    1. dalam ANOVA, berapakah minimal cell yang harus terisi ya pak?

    2. apakah dengan kondisi demikian bisa dilakukan uji beda pak? kalau bisa bagaimana caranya ya pak?

    2. karena ragu bisa dilakukan dengan uji beda, saya berencana beralih melakukan uji hipotesisnya menjadi korelasi ataupun regresi. bagaimana caranya melakukan uji korelasi atau regresinya pak? mengingat adanya 1 variabel X yang berskala nominal.

    3. adakah sumber bacaan relevan untuk membantu saya menambah pengetahuan terhadap permasalah tersebut pak?

    terimakasih sebelumnya pak. salah dan kurang saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Wassalam

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Dengan memperhatikan informasi di atas, sebaiknya menggunakan analisis regresi linear berganda, karena variabel dependen Y berskala rasio. Untuk variabel independen X yang berskala kategorikal (jika kategorinya lebih besar atau samadengan 3, maka perlu dibuatkan dummy variables, yang banyaknya samadengan banyaknya kategori variabel awal dikurangi satu)

    28/09/18 | 13:35

    fikriyanda terimakasih sarannya pak. adakah sumber yang relevan untuk membantu saya memahami variabel dummy tersebut?
    setelah observasi awal, ternyata populasi dari penelitian saya hanya 28 orang sehingga ragu datanya tidak memenuhi syarat2 dalam pengujian regresi parametrik. kira-kira ada berapa macam jenis uji regresi non parametrik ya pak?

    29/09/18 | 00:31

    Uun Lestari  | 31/08/18 | 09:38

    Transformasi Data

    Assalamualaikum... saya sangat kesulitan dalam memahami proses transformasi mengacu pada sumardjo (1999) yang mengubah data ordinal menjadi interval dengan selang indeks transformasi skor 0-100. saya minta tolong apakah ada contoh dan cara kerja untuk pertanyaan tersebut. Terima kasih

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    Agar bisa membantu kesulitan ibu Uun dalam memahami proses transformasi yang diperoleh dari artikelnya Sumardjo. Bagaimana kalau artikel tersebut, diinformasikan disini. Terima kasih.

    28/09/18 | 13:41

    Linda  | 21/08/18 | 17:13

    Uji bivariat

    Assalamualaikum

    Pak saya mau menanyakan terkait uji statistik bivariat korelatif apa yang bisa saya gunakan untuk skala data ordinal dan nominal dengan jumlah sampel 22 orang pak ?

    Terimakasih šŸ˜Š

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    Saya kira chi-square test atau fisher's exact test dapat digunakan untuk menjawab hipotesis penelitian ibu Linda.

    28/09/18 | 13:44

    Dede Mahmud   | 13/08/18 | 13:48

    Regresi

    Misi pak, saya mau tanya saya lagi mengerjakan tesis tentang pengaruh, jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan terhadap efikasi diri dengan pre dan post test, dengn kelompok intervensi dan kontrol. Yang saya mau tanyakan saya harus pake uji regresi yang mana... Terus pre dan post nya apakah di ambil dari selisih nya atau post nya aja... Sekian. Terima kasih banyak sebelumnya 

    Komentar:

    Zulaela Jika variabel respon pak Dede Mahmud yaitu efikasi diri berskala rasio maka regresi linear berganda yang digunakan, sedangkan jika efikasi diri diukur dalam skala nominal (biner), digunakan regresi logistik yang biner. Untuk pre postnya digunakan selisihnya.

    28/09/18 | 13:52

    Ratna W. Rosyida  | 03/08/18 | 19:53

    Penghitungan besar sample dan Cara Penghitungan ICC

    Assalamualaikum Pak Zulalela

    bapak mohon sarannya terkait penghitungan besar sample saya dengan penelitian quasy experiment pre post test with controlled. Dalam sumber yang saya gunakan dijelaskan bahwa dalam penghitungan sample diperlukan menghitung nilai ICC (Interclass Correlation). Bagaimana cara menghitungnya ya pak?

    terimaaksih atas sarannya bapak

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    Jika outcome variabelnya diukur dalam skala rasio, maka rumus besar sampel hipotesis 2 mean yang digunakan. Informasi yang diperlukan untuk menghitung minimum ukuran sampel adalah: alpha, betha, mean dan SD untuk masing2 perlakuan.

    07/08/18 | 10:09

    Bebeto Romario Hutabarat  | 02/08/18 | 11:56

    Penentuan Uji Lanjut (Post hoc)

    Selamat siang pak, salam sejahtera, mohon izin konsultasi.

    Saya sudah melakukan penelitian mengenai pengaruh fotoperiode dan intensitas cahaya thd kepadatan sel dan produksi lipid mikroalga. Nah, fotoperiode terdiri dari 2 taraf: 16:8 jam dan 24:0 jam, kemudian imtensitas cahaya terdiri dari 6 taraf: 0, 100, 200, 300, 400, dan 500 lux. Kalau saya ingin menguji beda nyata antara 1 taraf terbaik pd fotoperiode 24:0 dengan semua taraf pada fotoperiode 16:8 kira2 pakai uji lanjut apa ya pak? Apakah bisa menggunakan uji dunnett pak?

    Terima kasih pak, mohon penjelasannya.

    Komentar:

    Zulaela Yang anda maksudkan pada pertanyaan di atas adalah: menguji beda nyata antara 1 taraf terbaik pd fotoperiode 24:0 dengan semua taraf pada intensitas cahaya?

    03/08/18 | 13:26

    Bebeto Romario Hutabarat Iya pak, menguji beda nyata antara 1 taraf intensitas terbaik pd fotoperiode 24:0 dengan semua taraf intensitas cahaya pada fotoperiode 16:8 pak..

    05/08/18 | 12:26

    Mulya Sari  | 01/08/18 | 16:13

    Input Data dan Analisis Data Penelitian Survei Menggunakan Uji Kruskall Wallis

    Asssalmuallaikum warhmatullahi wabarakatuh

    Selamat sore Bapak, saya mulya. Mohon izin konsultasi. Saya melakukan penelitian tentang Studi komparasi tingkat Kesegaran suatu produk di pasar tradisional dan modern berdasarkan cara penanganan. Tujuan saya adalah ingin mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kesegaran berdasarkan cara penanganan. perlakuannya yaitu ada 2 (pasar modern dan tradisional). Salah satu parameter uji saya adalah  uji organoleptik yang dianalisis secara non parametrik menggunakan kruskall wallis. Jumlah responden (panelis) saya ada 6 orang, jumlah produk ada 3 jenis/pasar (Produk A, B, C), dan pengambilan sampel dilakukan sebanyak 7 kali. setiap responden mengisi kuesioner 3 produk di pasar tradisional dan pasar modern sampai 7 kali pengambilan sampel. Produk(sampel) yang diperoleh setiap hari jumlahnya berbeda (tidak selalu sama). Dikarenakan data yang diperoleh sangat banyak, maka yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana cara input data di spss ? Terimakasih

    Komentar:

    Bebeto Romario Hutabarat Penentuan Uji Lanjut

    Selamat siang, salam sejahtera pak, mohon izin konsultasi..
    Saya sudah melakukan penelitian mengenai pengaruh fotoperiode & intensitas cahaya thd kepadatan sel dan produksi lipid mikroalga. Nah, fotoperiode terdiri dari 2 taraf: 16:8 jam dan 24:0 jam, kemudian intensitas cahayanya terdiri dari 6 taraf: 0, 100, 200, 300, 400, dan 500 lux.
    Saya tidak menggunakan faktorial ral krn taraf fotoperiodenya kurang dari 3 & di spss tidak muncul pak, jd saya pakai ral dgn analisis one way anava & uji lanjut duncan.
    Pak kalau saya ingin menguji beda nyata antara 1 taraf terbaik pd fotoperiode 24:0 dengan semua taraf pada fotoperiode 16:8 kira2 pakai uji lnjut apa ya pak?

    Terima kasih pak, mohon penjelasannya

    02/08/18 | 11:46

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    Untuk menginput data hasil penelitian anda ke dalam SPSS, diperlukan sedikitnya 3 variabel, yaitu variabel Jenis Pasar (1. Tradisional, 2. Modern), kemudian variabel Jenis Produk (1. A, 2. B, dan 3. C), selanjutnya variabel Tingkat Kesegaran. Bisa ditambahkan juga variabel Subjek Penelitian.

    07/08/18 | 09:57

    januar umar  | 30/07/18 | 09:30

    penarikan kesimpulan hasil

    Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuh pak

    saya ingin bertanya dan berharap bapak berkenan untuk menjawabnya

    saya sedang melakukan penelitian dengan menggunakan uji pihak kiri (berpengaruh negatif) dimana saya menentukan kriteria penerimaan berdasarkan buku yang saya baca dimana Ha diterima jika -t tabel > t hitung

     1. uji x tehadap y dengan sig. 0,01 dan t hitung 3,420, saya menolak hipotesis bahwa x berpengaruh negatif terhadap y karena t hitung >= t tabel

    2. uji x terhadap y dengan moderasi z dengan sig. 0,20 dan t hitung -2,220, saya menerima hipotesis bahwa z memperkuat pengaruh negatif x terhadap y karena -t tabel > t hitung (-1,660 > -2,220)

    apa keputusan saya tersebut sudah tepat pak, dengan hanya melihat t hitung ?

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Jika H0: ... >= ... vs H1: ... < ..., maka H0 ditolak apabila uji statistik hitung < - uji statistik tabel.

    Jika H0: ... ..., maka H0 ditolak apabila uji statistik hitung > uji statistik tabel.

    01/08/18 | 14:38

    januar umar terima kasih pak
    tapi saya masih bingung apakah hasil yang sig positif tersebut akan di pertanyakan? apa saya salah menentukan hipotesis dengan arah negatif?
    dan jika h1 saya berbunyi ada pengaruh negatif, untuk h0 saya baiknya berbunyi apa pak ?
    koreksi : x terhadap y dengan moderasi z dengan sig. (0,020) dan t hitung -2,220,

    05/08/18 | 10:59

    Zulaela Jika H1 anda: ada pengaruh negatif, maka H0 adalah lawannya H1 (tidak ada pengaruh negatif)

    07/08/18 | 10:03

    januar umar bisa minta tolong pak buku referensinya?
    karna saya punya referensi dari johannes supranto dalam contoh jika h1 : ada pengaruh negatif maka h0 : tidak ada pengaruh atau ada pengaruh positif
    terima kasih

    14/08/18 | 14:32

    Hana Khairiah Ulfah  | 24/07/18 | 11:58

    Fixed Effect data panel

    Assalamualaikun, saya ingin bertanya pada oenggunaan fixed effect pada data panel biasanya hanya cross sectionnya saja apakah bisa jika periodnya saya gunakan fixed juga ? karena kalau tidak saya fixed kan period nya hasilnya tidak bagus dan memakai random pun tidak bagus 

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb

    Mohon dijelaskan secara rinci bu: dataset yang digunakan, sebutkan variabel2 yang ada dalam dataset tersebut, variabel2 mana yang diukur berulang, mana yang cross-sectional.

    01/08/18 | 14:43

    Winda Dwi Puspitasari  | 19/07/18 | 11:40

    Rumus besar sampel

    Assalamu'alaikum Pak Zulaela, perkenalkan nama saya winda, saya pernah konsultasi dengan Bapak di forum ini mengenai penelitian saya yang membandingkan 3 rejimen obat antiretroviral yang berbeda pada pasien HIV/AIDS, dengan melihat perubahan kadar CD4 pada bulan ke-6. selain kadar CD4, saya juga ingin  membandingkan ketiga rejimen melalui munculnya infeksi oportunistik (ada/tidak ada) dan ketahanan hidup (hidup/meninggal) pada bulan ke-6. 

    dalam menghitung besar sampel, apakah bisa dengan rumus besar sampel untuk 2 populasi, uji hipotesis perbedaan 2 mean/proporsi meskipun kelompok yang saya bandingkan ada 3?

    terimakasih Pak Zulaela atas jawaban yang diberikan

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb

    Sebaiknya menggunakan rumus besar sampel untuk lebih dari 2 populasi bu Winda. Kebanyakan buku2 teks atau diktat2 kuliah hanya membahas besar sampel sampai 2 populasi saja. Untuk yang lebih dari 2 populasi, coba bu Winda baca buku: Aplied Linear Statistical Models by Neter & Wasserman. Bab ANOVA, kemudian cari bagian Power and Sample Size.

    19/07/18 | 13:26

    chintya   | 16/07/18 | 21:05

    alasan memilih subjek

    assalamualaikum pak

    Komentar:

    chintya saya chintya mahasiswa kedokteran gigi umy, jadi saya dan 3 teman saya akan melakukan penelitian dengan judul Gambaran pengetahuan perawatan ortodontik menurut islam.dengan subyek yg berbeda-beda yaitu mahasiswa fakultas agama islam , mahasiswa kedokteran gigi, mahasiswa UMY, dan dosen fakultas agama islam. yang ingin saya tanyakan, apa alasan yang kuat menjadikan subyek2 tersebut sebagai subyek penelitian?

    16/07/18 | 21:09

    chintya karena kami memilih subyek2 tersebut secara random saja pak.
    mohon bantuannya pak, maaf mengganggu dan terimakasih sebelumnya
    wassalamualaikum

    16/07/18 | 21:10

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Pada saat menulis proposal penelitian, tentu saja anda sudah menetukan populasi penelitian anda itu seperti apa? (misal subjek penelitian: mhskah, jika iya, seluruh mhs UMY atau Fakultas/deparetemen/prodi tertentu; atau dosen, jika iya seluruh dosen UMY atau Fakultas/deparetemen/prodi tertentu; atau seluruh civitas akademika UMY). Pemilihan subjek penelitian, harus ada dasarnya/alasannya, tidak sembarang pilih mbak. Kemudian baru pilih sebagian subjek (sampel), selanjutnya memilih sebagian subjek tersebut dengan teknik pengambilan seperti apa (simple random sampling atau stratified random sampling atau lainnya). Pemilihan teknik sampling inipun ada aturannya/ alasannya.

    19/07/18 | 11:37

    Anggit Prihatnolo  | 15/07/18 | 11:32

    Jenis Penelitian dan Analisis Statistik

    apakah dimungkinkan penelitian experimen tiidak menggunakan kontrol dikarenakan tidak terdapat alat yang sebanding untuk dijadikan kontrol. karen aalat saya menrupakan prototipe

    Komentar:

    Anggit Prihatnolo Tujuan
    1. Mendapatkan desain aspirator elektrik.
    2. Mendapatkan prototipe aspirator elektrik
    3. Prototipe aspirator elektrik mampu menangkap seluruh nyamuk yang diuji
    4. Prototipe aspirator elektrik mampu menangkap seluruh nyamuk dalam keadaan utuh.

    15/07/18 | 11:34

    Anggit Prihatnolo Hipotesis
    1. Mendapatkan desain aspirator elektrik.
    2. Mendapatkan prototipe aspirator elektrik
    3. Prototipe aspirator elektrik mampu menangkap seluruh nyamuk yang diuji
    4. Prototipe aspirator elektrik mampu menangkap seluruh nyamuk dalam keadaan utuh.

    Variabel:
    Independen
    1. alat penangkap nyamuk buatan saya (prototipe)
    2. (Tidak ada kontrol karen adi indonesia bnelumada alat serupa yg sebanding)
    Dependen :
    1. kecepetan hisap alat
    2. kemampuan menangkap nyamuk
    3. keutuhan nyamuk

    15/07/18 | 11:34

    Anggit Prihatnolo Data yang Diperoleh:
    1. Data Kecepatan hisap alat satuan meter/detik diukur selama lima kali pengulangan pada bebera titik berbeda dari tepi alat
    2. Data jumlah nyamuk tertangkap melalui uji simulasi penangkapan dengan melepas 100 nyamuk kemudian ditangkap dengan alat selama 20 menit, pengulangan 10 kali
    3. Keutuhan nyamuk di hitung dari nyamuk yg tertangkap lalu diamati di mikroskop.

    Sementara data saya olah:
    1. variabel kecepatan hisap saya rata2 (MEAN) hasil pengukurannya pada setiap titik yang berbeda, lalu data saya tampilkan dalam grafik garis.
    2. Variabel kemampuan diukur dari seberapa banyak yang tertangkap, pada pengujian ini seluruh nyamuk tertangkap berarti pengolahan dengan persentase (100%), lalu data saya tampilkan dalam grafik Pie.
    3. Variabel keutuhan nyamuk dengan diamati di bawah mikroskop, hasil penghitungan saya persentase kemudian saya tampilkan dalam grafikl pie.

    15/07/18 | 11:35

    Anggit Prihatnolo Pertanyaan Saya:
    1. Apakah jenis penelitian dapat masuk kategoiri eksperimen karena tidak adanya kontrol?
    2. Atau jika memungkinkan masuk kelompok pre-experimen?
    3. Jika bisa menggunkan hipotesis, apakah hipotesis saya sudah tepat
    4. Apakah dengan hanya penghitungan MEAN dan PERSENTASIE dapat dikategorikan jenis analisis statistik?

    15/07/18 | 11:35

    Anggit Prihatnolo Mohon Maaf Sebelumnya kalo penjabaran saya terlalu panjang...karena tidak bisa di paste langsung jadi saya bagi dalam beberapa komentar.

    Terimakasih Sebelumnya Untuk Jawabannya...

    15/07/18 | 11:37

    Zulaela Suatu penelitian eksperimental tidak harus ada kontrol (real kontrol?), seperti penelitian: before and after treatmnet. Penjelasan panjang lebar di atas, tujuannya adalah ingin menawarkan alat baru (?). Jika ada alat standar (gold standard) yang sudah biasa digunakan untuk mengukur ke 3 variabel dependen di tersebut di atas (1. kecepetan hisap alat
    2. kemampuan menangkap nyamuk
    3. keutuhan nyamuk), maka dapat dbanding alat yang ditawarkan ini dengan alat standar. Selanjutnya dihitung sensitivitas (seberapa sensitif alat yg ditawarkan dengan alat standar) dan juga spesifisitasnya.
    Akhirnya terlepas dari itu semua, jika ke 3 variabel dependen di atas diukur dalam skala rasio (dlm bentuk numerik/angka), maka penyajian data hasil penelitian sebaiknya ditampilkan dalam grafik garis saja, sedangkan ukuran numerik/deskriptinya: mean, median, minimum dan maksimum, deviasi standar.

    19/07/18 | 12:46

    Muhammad Rintana  | 05/07/18 | 06:37

    Uji validitas dan reabilitas kuesioner

    Selamat pagi pak,

    Saya mau bertanya untuk uji validitas dan reliabilitas kuesioner, saya menggunakan skala likert dengan opsoi1-3 , kuesioner saya berisi tentang sebelun dan sesudah, jadi per pertanyaan ada 2 hasil, saya mau tanya bagaimana uji validitas sama realibilitasnya, tetimakater

    Komentar:

    Zulaela Uji korelasi pearson dapat digunakan untuk mengidentifikasi item-item pertanyaan mana yang valid, sedangkan cronbach alpha dapat digunakan untuk melihat item-item yang sudah dikatakan valid, itu reliabel. Jika kuesioner anda berisi pertanyaan sebelum dan sesudah, itu sama persis, maka yang diuji validitas maupun reliabilitas, bisa pilih salah satu (misal yang sebelum, yang sebaiknya dipilih).

    13/07/18 | 10:29

    Indah setiawati  | 30/06/18 | 14:01

    Cara menentukan banyak sampel

    Assalamualaikum Prof saya indah mahasiswa farmasi

    Jadi begini prof saya ingin melakukan penelitian design cohort pengambiln sampel dengan cara non probability insidental

    Nah penelitian ini nantinya akan mengmati 2 kelompok yaitu kel uji dan kontrol

    Bagaimana ya prof cara menentukan berapa banyak sampel yang harus kami gunakan agar penelitian ini bisa dikatakan valid rumus apa yang dapat kami gunakan

    Terimkasih sebelumnya

    Wassalamualaikum

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb

    Jika variabel outcome/dependen/tergantung/interes diukur dalam skala pengukuran rasio, maka rumus besar sampel hipotesis 2 mean yang tepat; sedangkan jika variabel outcome/dependen/tergantung/interes diukur dalam skala pengukuran nominal, maka rumus besar sampel hipotesis 2 proporsi yang tepat dipilih. Berikut salah satu buku referensi: Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. and Lwanga, S.K. 1990. Adequacy of Sample Size in Health Studies. John Wiley & Sons, New York.

    02/07/18 | 08:41

    Eka rahayuningsih  | 28/06/18 | 11:34

    Penelitian cross sectional uji chi square

    Assalmualikum Dra.Zulalela, saya eka mahasiswi kebidanan. Ingin menanykan kan pak, saya sedang mengerjakan pengolahan data penelitian. Penelitian saya menggunakan uji chi square dengan tabel 3x2. Saya bingung untuk mencari risk estimate dr tabel 3x2. Sudah saya coba berulang2 mengikuti tutor yg saya cari, namun hasilny hanya @ saja.

    Mohon pencerahanya terima kasih

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Untuk menghitung risk estimate pada tabel 3x2, misal risk factornya MEROKOK (merokok > 1 pak sehari, =1 pak dan tdk merokok), disease statusnya Ca Paru (ya, tdk): pilih salah satu kategori MEROKOK sebagai pembanding (misal tdk merokok), kemudian hitung risk estimate satu: antara merokok > 1 pak sehari dengan tdk merokok terhadap Ca Paru, selanjutnya hitung risk estimate dua: antara merokok = 1 pak sehari dengan tdk merokok terhadap Ca Paru. Selamat mencoba mbak.

    02/07/18 | 08:51

    Dian widi  | 26/06/18 | 08:07

    uji cochran q

    Selamat pagi, Pak. Saya ingin menanyakan tentang penelitian saya, dimana terdapat 3 perlakuan (A, B, dan C) dan hasilnya diukur sebelum dan 2 kali sesudah perlakuan . Data hasil perlakuan berupa data yang dikotomus (positif/negatif). Dari beberapa jenis uji statistik saya menyimpulkan yang seharusnya saya gunakan adalah cochran Q, apakah tepat, Pak? Tapi yang saya bingungkan kalau cochran kan umumnya membandingkan antara waktu pengambilan data dalam 1 kelompok, bagaimana dengan antar kelompok perlakuannya? Terima kasih atas bimbingannya, Pak.

    FarHaf  | 08/06/18 | 08:32

    ONE WAY ANAVA

    Selamat pagi Bapak/Ibu... Maaf mengganggu waktunya ya Bapak/Ibu, Saya ingin bertanya pak/bu, jika hasil dari nilai signifikansi penelitian yang menggunakan one way anova sebesar 0,05 itu bagaimana ya pak/bu? Karena taraf kepercayaannya juga sebesar 0,05. Mohon dibantu ya Pak/bu... Apakah didalam penelitian tersebut, H0 di tolak atau diterima? Mohon juga jika bapak/ibu memiliki refrensi terkait hal itu, saya mohon untuk membagikannya kepada saya ya pak/bu... Terima kasih. Wassalam...

    Komentar:

    hahaha aw

    08/06/18 | 23:26

    hahaha wa

    08/06/18 | 23:26

    hahaha wawawa

    08/06/18 | 23:27

    hahaha waw

    08/06/18 | 23:28

    hahaha aaaa

    08/06/18 | 23:28

    Zulaela Hasil penelitian dikatakan signifikan jika nilai p

    22/06/18 | 10:14

    Zulaela Hasil penelitian dikatakan signifikan jika nilai p lebih kecil atau samadengan 0,05.

    22/06/18 | 10:15

    Mahasiswa Apakah bapak memiliki referensi berupa ebook terkait dengan hal itu pak? Terima kasih pak... Wassalam...

    24/06/18 | 05:16

    Alya Adisiyasha  | 08/06/18 | 08:02

    Uji statistik dan instrumen penelitian

    Assalamualaikum,

    Maaf pak saya masih kebingungan dalam menyusun KTI saya yang berjudul gambaran pengetahuan mengenai kesehatan dalam islam pada mahasiswa UMY. Desain penelitian saya observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional dengan bantuan kuesioner, skala pengukuran pengetahuan tersebut dengan interval (baik,sedang, kurang). Yang saya ingin tanyakan kira-kira uji statistik yang dapat saya gunakan dan cara menyusun instrumen penelitian bagaimana ya pak? mohon bantuannya, Terimakasih.

    Komentar:

    Alya Adisiyasha Maaf skala pengukuran saya ordinal.
    Atas perhatian diucapkan terima kasih. Mohon maaf bila terdapat kata-kata yang kurang sopan.

    08/06/18 | 08:08

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Dengan memperhatikan judul (gambaran pengetahuan.....) dan desain penelitian (deskriptif) mbak Alya di atas, maka tidak diperlukan uji statistik (tdk ada hipotesis), yang dibutuhkan hanya tabel (frekuensi atau kontingensi) dan grafik.

    22/06/18 | 10:10

    Alya Adisiyasha terimakasih sekali pak atas jawabannya

    16/07/18 | 20:51

    Ibnu Rafi  | 09/05/18 | 12:36

    Uji hipotesis rata-rata dua sampel dari satu populasi

    Selamat siang Bapak/Ibu.

    Saya bermaksud untuk bertanya mengenai cara melakukan uji hipotesis rata-rata dua sampel dari satu populasi.

    Saya melakukan penelitian di satu kelas menggunakan angket. Angket diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Pada sebelum perlakuan hanya ada 19 angket yang tersisi (karena banyak siswa yang izin) dan pada sesudah perlakuan ada 26 angket yang terisi. Lebih lanjut, dari angket-angket yang terkumpul tersebut,  beberapa identitas responden tidak diketahui.

    Saya ingin menguji apakah ada peningkatan skor (rata-rata) sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan buku/literatur yang saya baca, apabila ingin menguji hasil sebelum-sesudah perlakuan dapat menggunakan paired sampel t-test (di program R). Akan tetapi, saya terkendala dengan masalah yang telah saya sebutkan di atas. 

    Mohon bantuannya, apakah saya masih bisa melakukan uji hipotesis tersebut?

    Atas perhatian dan responnya diucapkan terima kasih. Mohon apabila ada kata yang tidak sopan.

    Salam-Ibnu

    Komentar:

    Zulaela Untuk menguji adanya peningkatan skor sebelum dan sesudah perlakuan, bisa menggunakan paired samples t test jika perubahan skor (sebelum - sesudah atau sesudah - sebelum) mengikuti distribusi normal, namun apabila tidak demikian maka gunakan wlicoxon test.
    Sebagai catatan: paired samples t test maupun wilcoxon test, digunakan pada subjek yang sama (yang mengisi angket sebelum dan sesudah harus siswa yang sama).

    30/05/18 | 14:09

    Ibnu Rafi Baik, Pak. Terima kasih banyak atas responnya. Sangat membantu.
    Maaf, Pak, sebelumnya. Saya ingin bertanya kembali. Apakah ada batasan pasang sampel minimal dalam melakukan uji statistik sedemikian sehingga hasilnya ujinya nanti bisa dikatakan valid atau dapat dipercaya?

    Terima kasih

    04/06/18 | 23:14

    Zulaela Untuk menentukan minimum subjek penelitian,gunakan rumus besar sampel untuk hipotesis mean satu populasi (hipotesis mean data berpasangan).

    06/06/18 | 10:08

    indah yun diniaty  | 02/05/18 | 14:25

    uji confounding atau stratifikasi variabel

    bismillah.. assalamu'alaykum

    saya ingin bertanya tentang stratifikasi untuk mencari pengaruh variabel perancu terhadap hasil penelitian. rumus apa yang sebaiknya sy gunakan untuk tabel 3x2? berhubung ada variabel independen yg terdiri dari 3 kategori, misalnya sy ingin mengetahui hubungan edukasi (kelompok tdk d beri edukasi, kel diberikan edukasi dan kel edukasi dgn kartu) terhadap keberhasilan menyusui (berhasil dan tdk berhasil) dengan faktor perancu umur responden (tdk resti dan resti), sehingga tabel yg terbentuk adalah 3x2 mengingat kembali syarat uji mantel haenszel dan risk chi square hanya berlaku pd tabel 2x2. sebaiknya rumus apa yg sy gunakan bu? mohon arahannya, terima kasih.

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Jika memungkinkan tabel kontingensi 3x2 disederhanakan menjadi tabel kontingensi 2x2 maka permasalahan saudara di atas sudah bisa teratasi. Namun jika tidak memungkinkan, maka salah satu solusinya digunakan pemodelan dengan regresi logistik biner (binary logistic regression). Selamat mencoba.

    30/05/18 | 14:18

    Nur Annisa  | 25/04/18 | 16:07

    Uji Beda dengan Variabel Kontrol

    Selamat sore Pak/Bu. Perkenalkan nama saya Annisa. Saya ingin bertanya bagaimana cara melakukan uji beda jumlah sampel yang berbeda yang melibatkan variabel kontrol? Saya mendapatkan saran untuk melakukan uji beda dengan uji Mann Whitney-U jika variabel tidak normal, dan menggunakan independen sample test jika data normal. Kemudian saya diberikan saran untuk melakukan regresi untuk menguji variabel kontrol tersebut. Namun, Saya masih belum yakin dengan hasil penelitian saya jika variabel kontrol-nya di uji dengan regresi. Mohon masukannya Pak/Bu. Terima Kasih

    Komentar:

    Zulaela Uji t atau tepatnya Independent Samples t Test,digunakan untuk membandingkan mean variabel respon (skala rasio) dari dua kelompok independen, jika variabel respon dari masing-masing kelompok mengikuti distribusi normal. Apabila salah satu atau kedua variabel responnya tidak normal, maka dapat dipilih Mann Whitney U Test. Regresi Linear Berganda dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel respon (skala rasio) dengan kelompok, dengan mengontrol/memperhatikan variabel lainnya.

    30/04/18 | 10:16

    Muhammad Gilang Syahrial  | 25/04/18 | 15:39

    Regresi Logistik

    Selamat sore pak. perkenalkan saya Gilang, saat ini sedang penulisan tesis yang berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk berpindah produk dari rokok konvensional ke rokok elektrik. skala yang digunakan untuk variabel independen adalah skala likert dan variabel dependen menggunakan skala nominal dengan nilai (1= tidak berpindah) (2=berpindah). adapun hasil yang saya dapatkan sudah valid dan reliabel namun ada satu variabel yang tidak reliabel. saat ini saya lngsung melakukan uji hipoteisis menggunakan Regresi logistik untuk mengetahui hasil dari semua variabel tersebut apakah berpengaruh atau tidak terhadap variabel berpindah produk tersebut. saya sedikit bingung untuk menginterpretasikan hasil yang saya dapat karena pada tabel variabels in the equation dari 5 variabel tersebut ada 3 variabel yang tidak signifikan (>0,05) termasuk variabel yang tidak reliabel tadi. mohon masukannya pak.. terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Alat ukur suatu penelitian (sebut saja kuesioner) dikatakan valid jika hasil hitung koefisien korelasi untuk tiap item pertanyaan lebih besar dari nilai koefisien korelasi tabel, kemudian item2 pertanyaan yang sudah valid, selanjutnya dihitung koefisien reliabilitasnya (misal koefisien alpha). Jika koefisien alpha atau Cronbach Alpha-nya > dari 0,70, maka alat ukur penelitian tersebut dikatakan reliabel. Regresi Logistik Biner dapat digunakan untuk mengetaui hubungan antara variabel respon/ dependen (skala nominal, khususnya 2 kategori atau biner) dengan beberapa variabel independen. Jika tujuan penelitiannya ingin mendapatkan model yang hanya memuat variabel independen yang signifikan saja, maka gunakan metode Forward Selection atau Backward Elimination, sedangkan jika yang diinginkan adalah model yang memuat semua variabel independen, maka gunakan metode Enter.

    30/04/18 | 10:40

    Fitri  | 25/04/18 | 10:22

    Pelatihan Singkat

    Selamat siang pak,

    Saat ini saya sedang melakukan penulisan tesis. Analisa data sudah selesai saya lakukan dengan regresi logistik biner. Tetapi karena belum pernah menerima pelajaran formal tentang hal ini, saya tidak sepenuhnya yakin dengan hasil analisa dan temuan saya dalam penelitian. Karena itu, saya mohon informasinya jika di tempat Bapak tersedia fasilitas pelatihan singkat untuk analisa data menggunakan regresi logistik biner. Aplikasi yang saya pergunakan adalah SPSS.

    Terimakasih sebelumnya. 

    Komentar:

    Zulaela Mbak Fitri, saya beserta teman2 setiap tahun mengadakan pelatihan analisis data statistik, khususnya bidang kesehatan, menggunakan paket program SPSS, yang salah satu topiknya regresi logistik biner, selama 2 hari (biasanya sabtu-minggu). Untuk tahun ini juga akan diadakan pelatihan seperti di atas. Waktu pelaksanaan belum dibicarakan, yang jelas setelah idul fitri.

    25/04/18 | 13:02

    Fitri Yth. Pak Zulaela,

    Terimakasih untuk jawabannya Pak.
    Sebenarnya saya sudah melakukan penulisan Bab IV dan V. Tetapi, terus terang, karena saya hanya belajar dari beberapa buku statistik, YouTube dan Google, saya tidak 100% pede dengan hasil bacaan saya akan hasil analisis data.

    Apakah tidak ada pelatihan yang dilakukan sebelum Lebaran Pak? Saya punya target wisuda bulan Juli dan kalau tidak salah semua revisi hasil sidang tesis harus beres di tanggal 20 Bulan Juni. Jadi saya berharap bisa sidang tesis di bulan Mei ini.

    Mohon maaf mengganggu dan merepotkan Bapak dengan pertanyaan ini Pak. Terimakasih sekali sebelumnya.

    04/05/18 | 10:46

    jesicca vitri  | 19/04/18 | 01:26

    Pemilihan Uji Statistik

    Assalamualaikum Pak, maaf saya mau bertanya mengenai pemilihan uji statistik. Saya melakukan penelitian eksperimen dengan judul Pemberian jamu herbal terhadap lama masa nifas. Nah, untuk DO Jamu herbal dibagi 2 yaitu 1.Konsumsi dan 2.Tidak Mengkonsumi, sedangkan Lama Masa Nifas dibagi 3: 1.Cepat 2.Sedang 3.Lambat. Yang mau saya tanyakan adalah disini saya hanya melakukan mengukur hasil eksperimen posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, tidak ada pengukuran pretest. apakah benar uji statistik yang saya pilih adalah Chi square. Terima Kasih Pak

    Komentar:

    Fitri Selamat pagi pak,

    Saat ini saya sedang menulis tesis tentang pengaruh teks pada penyebarannya di media sosial.

    Saya menggunakan regresi logistik biner. Jumlah sampel saya 1000. Semua (10) variabel independen saya adalah adalah data categorical.

    Mohon informasinya pak, bagaimana cara saya untuk melakukan uji multikolinearitas antar independent variable tersebut? Dari bacaan saya, saya dapat menggunakan dummy variable, tetapi karena dengan banyaknya variabel independen (yang beberapa diantaranya adalah data multinominal), sepertinya opsi ini juga kurang sesuai.

    Mohon pencerahan pak. Terimakasih sekali sebelumnya.

    19/04/18 | 09:13

    Zulaela Iya mbak Jesicca Vitri, chi-square test dapat digunakan untuk mengetaui pengaruh pemberian jamu herbal terhadap lama masa nifas, seperti yang disampaikan di atas.

    23/04/18 | 12:21

    Yuli septiningsih  | 29/03/18 | 13:28

    Hasil Uji Statistik

    Assalamu'alaikum wr wb..

    Pak Zulaela perkenalkan nama saya Yuli Septiningsih, saya ingin bertanya pada bapak mengenai hasil uji statistik saya, skripsi saya berjudul Hubungan fungsi afektif keluarga dengan tingkat stres pada wanita menikah usia dini. variabel bebas saya menggunakan skala data nominal dengan kategori baik dan kurang baik, sementara variabel terikat saya meggunakan skala data ordinal dengan kategori ringan sedan dan berat. pada variabel bebas saya yaitu fungsi afektif trdapat mayoritas fungsi afektif dalam kategori baik sedang dalam variabel bebas saya terdapat mayoritas dalam kategori stres berat. berdasarkan hasil uji statistik chi square terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut. Jadi pertanyaan saya, mengapa bisa terdapat hubungan pada kedua variabel tersebut, sdangkan berdasarkan teori seharusnya hasil kedua variabel saya tidaklah berhubungan karena fungsi afektinya dalam kategori baik. namun dalam hasil uji chi square yang saya lakukan terdapat hubungan antar kedua variabel.Termakasih pak atas perhatiannya :) . Wassalam..

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Hasil penelitian mbak Yuli yang negatif (tidak sesuai dengan teori). Coba mbak Yuli cek, apakah pemilihan desain penelitian sudah tepat?, pemilihan subjek penelitian dan banyak subjek sudah diperhitungkan dengan benar?, kemudian alat ukur penelitian sudah sesuai (valid dan reliabel)? dan analisis data statistiknya juga sudah tepat?

    23/04/18 | 12:43

    Latifah Dinar  | 24/03/18 | 17:39

    Hasil Hipotesis

    Assalamuallaikum wr wb Bapak Zulaela,, penelitian saya berjudul Pengaruh Lingkungan Toko dan Promosi Penjualan terhadap Emosi Positif dan Pembelian Tidak Terencana, hipotesis saya ada 7 yaitu:

    H1: lingkungan toko berpengaruh signifikan terhadap emosi positif

    H2: promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap emosi positif

    H3: lingkungan toko berpengaruh signifikan terhadap pembelian tidak terencana

    H4: promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap pembelian tidak terencana

    H5: emosi positif berpengaruh signifikan terhadap pembelian tidak terenana

    H6: lingkungan toko berpengaruh signifikan terhadap pembelian tidak terencana yang dimediasi oleh emosi positif

    H7: promosi penjualan berpengaruh signifikan terhadap pembelian tidak terencana yang dimediasi oleh emosi positif

    Saya sudah melakukan analisis data menggunakan SEM dan hasilnya H4 dan H5 ditolak/tdk signifikan. Saya mau tanya apakah kalau H5 ditolak maka H6 dan H7 tidak perli diuji lagi? Dan selanjutnya apakah H6 dan H7 harus dihapus?

    Terima kasih Bapak, Wassalamuallikum wr wb.

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Mbak Latifah..., apakah bisa dijelaskan gambar atau flowchart yang berkaitan dengan hipotesis2 di atas.

    23/04/18 | 13:08

    Winda Dwi Puspitasari  | 20/03/18 | 13:57

    Cara analisis two way anova repeated measurement dan membaca outputnya

    Assalamu'alaikum Pak Zulaela, perkenalkan nama saya winda, saya pernah konsultasi dengan Bapak secara langsung di kampus MIPA mengenai penelitian saya yang membandingkan 3 rejimen obat antiretroviral yang berbeda pada pasien HIV/AIDS, dengan melihat perubahan kadar CD4 pada bulan ke-6.

    yang ingin saya tanyakan,

    1. saya memiliki data kadar CD4 saat bulan ke-o dan bulan ke-6. dan saya ingin membandingkan ketiga rejimen obat tersebut, manakah yang lebih baik dalam menaikkan kadar CD4 pasien pada bulan ke-6. apakah benar analisis statistik yang saya gunakan adalah uji two-way anova repeated measurement?

    2. apakah ada petunjuk langkah-langkah menginput data pada aplikasi spss? jika ada, dimana saya bisa mendapatkannya pak. saya sudah membaca buku sopiyudin, tapi adanya one way anova repeated measurement.

    3. bagaimana cara membaca output hasil uji anova tersebut?

    terimakaasih Pak Zulaela atas perhatiannya, 

    wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    Komentar:

    Winda Dwi Puspitasari Maaf Pak, menyambung pertanyaan di atas.
    selain perubahan CD4, saya juga membandingkan ketiga rejimen melalui munculnya infeksi oportunistik (ada/tidak ada) dan ketahanan hidup (hidup/meninggal) pada bulan ke-6.
    yang ingin saya tanyakan,
    1. apakah benar analisis statistik yang digunakan adalah Chi square 3x2?
    2. saya sudah mencoba dengan chi square, dan didapatkan ada 50% sel mempunyai nilai expected kurang dari lima, sehingga tidak dapat dianalisis menggunakan chi square. lalu alternatif uji statistik apa yang bisa saya gunakan Pak?

    Terimakasih

    20/03/18 | 21:29

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    1. Karena yang dipunyai hanya data kadar CD4 saat bulan ke-o dan bulan ke-6 saja, maka cukup digunakan Oneway ANOVA saja dengan outcomenya adalah perubahan kadar CD4 yg diukur pd bln ke-0 dan ke-6.
    2. Andaikata dipunyai data kadar CD4 yg diukur berkali-kali,maka Repeated Measurement ANOVA sdh mampu menjawab permasalahan bu Winda.
    3. Iya Chi-square test bu.
    4. Karena sample size bu Winda terlalu kecil, sementara tabel kontingensinya 3 x 2, maka terjadi bbrp sel mempunyai expected value yg kurang dari 5, untuk itu tabel kontingensinya disederhanakan menjadi 2 x 2. Jika masih ada sel yg expected valuenya kurang dari 5, maka alternatif ujinya: Fisher's Exact Test.

    20/03/18 | 22:46

    Winda Dwi Puspitasari jika menggunakan one way anova, apakah artinya saya menggunakan selisih kadar cd4 bulan ke-0 dan ke-6 (data sudah berupa delta CD4)ke dalam spss Pak?
    karena awalnya saya memasukkan kedua kadarnya (baik saat bulan ke-0 maupun ke-6) ke spss

    21/03/18 | 12:29

    mar'atun nufus  | 07/03/18 | 16:48

    uji statistik dan anilisis data

    Assalamu'alaikum maaf bu/bp sya ingin bertanyanya mengenai judul KTI sya penerapan sleep hygiene pda anak yg mengalami gangguan tidur itu mggunakan skala ukur apa dan uji statistik tepat digunakan apa. Terimaksh wassalam...

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Mohon di jelaskan desain penelitian, tujuan dan hipotesis? variabel apa yg diperlukan? alat ukur penelitian dan cara mengukurnya?

    08/03/18 | 09:23

    dian nur adkhana sari  | 04/03/18 | 17:47

    KONSULTASI SKALA DATA DAN ANALISA DATA

    Selamat sore pak mohon maaf mengganggu

    saya melakukan penelitian hubungan spiritual quotient dan tingkat religiusitas dengan sikap seksual pada narapidana, skala data yang saya digunakan untuk spiritual quotient menggunakan skala data rasio, tingkat religiusitas ordinal dan sikap seksual menggunakan skala data rasio. mohon koreksi apakah sudah sesuai skala data yang say tetapkan, dan analisa data apa yang tepat terkait dengan variabel tersebut.

    terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Yth Ibu Dian Nur Adkhana Sari.
    Berikut bu pengertian skala pengukuran data.

    Skala nominal
    Pada pengukuran skala nominal pengamatan-pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori tidak ada suatu urutan tertentu. Jenis kelamin: laki-laki, perempuan; golongan darah: A, B, AB dan O.

    Skala nominal, berurut
    Pada pengukuran skala ini pengamatan-pengamatan diklasifikasikan ke dalam kategori-kategori, dan diantara kategori ada suatu urutan tertentu. Status sosial ekonomi: kaya, sedang dan miskin; kepuasan atas pelayanan kesehatan: sangat puas, puas, tidak puas dan sangat tidak puas.

    Skala ordinal
    Dalam skala ini, memungkinkan mengurutkan skor kecemasan subyek penelitian dari nilai yang paling rendah sampai nilai paling tinggi; seseorang yang skor kecemasannya 10 menunjukkan orang tersebut lebih cemas dibandingkan dengan seseorang yang skor kecemasannya 8.

    Skala interval.
    Skala ini, disamping dapat membedakan urutannya, juga dapat mengetaui jarak atau interval diantara dua pengukuran. Skala ini tidak mempunyai titik nol yang tetap. Temperatur dalam derajat celsius.

    ā€ƒ
    Skala rasio.
    Skala rasio mempunyai sifat skala interval dengan titik nolnya tetap. Pengeluaran per bulan keluarga dalam rupiah, tekanan darah dalam mmHg dan kadar HB dalam grampersen.

    Pearson Correlation digunakan utk mengetahui derajat hubungan antar 2 variabel berskala data rasio dan masing2 variabel mengikuti distribusi normal; jika tdk normal maka digunakan Spearman Correlation. Spearman Correlation juga bisa utk data berskala ordinal.

    05/03/18 | 13:37

    binti wasi'atul aziizah  | 23/01/18 | 15:51

    konsultasi untuk uji analisis dengan skala nominal dan ordinal

    assalamualaikum wr.wb..

    mohon maaf bapak, saya ingin konsultasi untuk penelitian saya.

    judul penelitian saya adalah hubungan riwayat pemberian asi dengan perkembangan bayi usia 7-12 bulan.

    rumusan masalah : apakah ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan perkembangan bayi usia 7-12 bulan ?

    desain penelitian saya korelasional dengan pendekatan cross sectional. variabel pemberian ASI pada penelitian saya berskala nominal (asi eksklusif, tidak eksklusif), sedangkan perkembangan bayi berskala ordinal (normal, meragukan, menyimpang). 

    untuk uji analisis saya menggunakan apa nggih pak? bisakah saya menggunakan mann whitney? atau uji fisher exact? lalu perbedaan keduanya (mann whitney dan fisher) apa ya pak ?

    terima kasih atas bantuannya..

    wassalamualaikum wr.wb

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    Dengan memperhatikan skala pengukuran variabel penelitian anda; pemberian ASI pada penelitian berskala nominal (asi eksklusif, tidak eksklusif) dan perkembangan bayi berskala ordinal (normal, meragukan, menyimpang), maka chi-square test bisa digunakan untuk menjawab hipotesis anda (jika tidak ada expected value dalam tiap sel yang kurang dari 5). Jika ada, maka dilakukan re-kategori pada variabel perkembangan bayi sehingga tabel kontingensinya menjadi 2x2. Jika masih ada juga, maka fisher's exact test solusinya.

    30/01/18 | 11:36

    Syarifah Nurul Yanti R.S.A.  | 08/01/18 | 11:54

    Analisa Statistik study epidemiology

    Assalaamualaikum, Pak Zulaela

    Saya Syarifah Nurul Yanti (Yanti) mau menanyakan

    1.bagaimana analisa statistik untuk prevalence case control dan insident case control, apakah sama analisa statistiknya?

    2.bagaimana analisa statistik untuk nested case control dan case cohort study?

    mohon arahannya untuk buku atau literatur yang sebaiknya Saya baca untuk mempelajari statistik untuk study epidemiology kesehatan.

     

    Jazakumullah khairan katsir pak Zulaela atas jawaban dan arahannya

     

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Kalau ditinjau dari pengertian/ definisinya: untuk menghitung prevalence dan incidence kan memang caranya berbeda. Untuk detailnya, ibu Yanti bisa mempelajari buku berikut: Statistical Estimation of Epidemiological Risk by Kung-Jong Lui, John Wiley & Sons.

    31/01/18 | 12:59

    desi suantari  | 24/12/17 | 05:58

    menghitung perubahan OR

    selamat pagi Bapak.. saya ingin menanyakan bagaimana cara menghitung perubahan OR pada uji confounding dengan regresi logistik model faktor risiko

    variabel independen utama merupakan polikotom, sementara ada 10 kandidat variabel confounding dengan kategori dikotom dan polikotom.. bagaimana menghitung perubahan OR pada variabel independen utama polikotom, terima kasih

    Komentar:

    Zulaela Untuk menghitung OR dalam regresi logistik jika variabel independenya polikotom, misal 4 kategori. Pilih salah satu kategori diantara 4 kategori sebagai pembanding (reference category), misal yg levelnya paling rendah (first). Kemudian bandingkan kategori kedua dg yg first (OR-1), selanjutnya bandingkan kategori ketiga dg yg first (OR-2), akhirnya bandingkan kategori keempat dg yg first (OR-3).

    30/01/18 | 11:58

    Rahmawati  | 04/12/17 | 08:22

    Analisis statistik untuk uji hubungan

    Assalamualaikum.wr.wb

    Selamat pagi pak, saya rahma. Saya ingin menanyakan terkait uji bivariat yang dapat digunakan untuk melihat hubungan antara jenis kelamin dengan masalah tidur. Jenis kelamin merupakan data nominal sedangkan masalah tidur merupakan data rasio. Tetapi pada data masalah tidur juga ada cut of point dimana <41 tidak masalah tidur dan >41 masalah tidur. Ketika uji normalitas data tidak terdistribusi normal. Jadi yang saya ingin tanyakan pak apakah tahap yg saya lakukan ini benar atau salah pak ? Dan uji bivariat yang tepat untuk melihat hubungan keduanya apa ya pak? Sebelumnya terima kasih pak.

    Komentar:

    Zulaela Independent samples t test dapat digunakan untuk membandingkan mean lama (masalah) tidur (skala rasio) antar jenis kelamin, apabila lama tidur untuk tiap jenis kelamin mengikuti distribusi normal. Jika tidak demikian, Mann Whitney U test alternatifnya. Chi-square test digunakan jika lama tidur dikategorikan (41), alternatifnya Fisher's exact test.

    30/01/18 | 15:10

    Zulaela Chi-square test digunakan jika lama tidur dikategorikan < 41 atau > 41, alternatifnya Fisher's exact test.

    31/01/18 | 13:02

    Arif Nindyo  | 14/11/17 | 13:23

    Analisis statistik yang sesuai

    Salam sejah tera Pak Zulela,

    Saya ingin mengolah data statistik untuk percobaan kecernaan limbah jamu mengandung tanin. Tanin adalah antinutrisi yang umum terdapat pada hijauan pakan ternak. Pengujian kecernaan menggunakan metode gas tes. Limbah jamu dibuat menjadi tiga sediaan, yaitu Limbah jamu kering matahari, limbah jamu freeze dry dan silase limbah jamu. Selanjutnya polietilen glikol (PEG) sebagai pengikat tanin. ditambahkan pada masing-masing sediaan limbah jamu. Kesimpulan yang ingin diperoleh adalah 1. apakah ada perbedaan produksi gas antar sediaan limbah jamu sebelum di tambah PEG, 2. Apakah ada perbedaan produksi gas sebelum dan setelah penambahan PEG pada masing masing sediaan limbah jamu, 3. apakah ada perbedaan produksi gas antar sediaan limbah jamu setelah ditambah PEG.

    Hal yang ingin saya tanyakan adalah :

    1. Analisis statistik apa yang sebaiknya saya gunakan?

    2. Apakah saya bisa menggunakan analisis variansi dan uji lanjut DMRT?

    Terimakasih atas jawaban yang Bapak berikan.

    Komentar:

    Zulaela Jika produksi gas diukur dalam skala rasio, maka ANOVA (atau Kruskal Wallis Test) dapat digunakan untuk mengetaui perbedaan produksi gas antar sediaan limbah jamu sebelum di tambah PEG, kemudian dapat dilanjutkan dengan multiple comparison analysis. Kemudian paired samples t test (atau wilcoxon test) dapat digunakan untuk mengetaui perbedaan produksi gas sebelum dan setelah penambahan PEG pada masing masing sediaan limbah jamu. Selanjutnya analog dengan yang di atas ANOVA (atau Kruskal Wallis Test) dapat digunakan untuk mengetaui perbedaan produksi gas antar sediaan limbah jamu setelah ditambah PEG.

    01/02/18 | 13:36

    M. Baidillah  | 12/11/17 | 22:00

    Jenis Data

    Selamat malam,  saya ingin menanyakan perihal jenis data yang saya miliki. Saya memiliki rumusan masalah seabgai berikut:

    1. bagaimana proses pengembangan media pembelajaran ....

    2. Apakah motivasi belajar siswa meningkat setelah menggunakan media pembelajaran ....

    3. Bagaimana padangan ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran ...

    Dari ketiga rumusan diatas, saya masih bingung membedakan nominal, ordinal, interval/rasio.

    Mohon bantuannya!

    Yuyun Nailufar  | 26/09/17 | 14:00

    Konsultasi penggunaan uji statistik

    Assalamu alaikum...

    Mohon maaf pak, Saya mau konsultasikan mengenai penggunaan uji statistik penelitian untuk melihat ekspresi mRNA nefrin dan podosin pada ginjal tikus, tikus dibagi menjadi 5 kelompok yaitu tikus kontrol, tikus dengn model preeklamsia, tikus preeklampsia dengan kelompok yang diberi dosis 75 mg, kelompok dosis 100 mg dan kelompok dosis 125 mg. Apakah uji yang saya lakukan sudah benar menggunkan uji one way ANOVA atau tidak pak dengan 25 total sampel, tiap kelompok sebanyak 5 sampel?

    terima kasih pak

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Jika ekspresi mRNA nefrin dan podosin diukur dalam skala pengukuran rasio, kemudian ekspresi tsb mengikuti distribusi normal untuk tiap2 kelompok dan selanjutnya dpt ditunjukkan variansi ekspresinya sama, maka OneWay ANOVA dapat digunakan untuk menjawab hipotsis penelitian.

    09/10/17 | 14:32

    siti  | 30/08/17 | 07:04

    penelitian eksperimen tanpa kelompok pembanding

    assalamu'alaikum pak, mau tanya uji statistik apa yang sesuai dengan penelitian sya yaitu hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran? model pembelajarannya itu hanya satau dan desain penelitian penelitian menggunakan quasi dan hanya postest saja tanpa kelompok pembanding. mohon penjelasannya. Terimakasih sebelumnya pak. wassalamu'alaikum

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Dengan memperhatikan uraian Anda yang sangat singkat di atas, uji statistiknya adalah one sample t test atau z test untuk satu populasi mean. Untuk lebih memastikan tepatnya uji statistik, coba jelaskan hipotesis Anda.

    14/09/17 | 21:07

    Dwi Oktarini  | 29/08/17 | 21:37

    Analisis Data

    Assalamualaikum pak zulela,

    Saya mau tanya pak tentang analisis data di penelitian KTI saya.

    KTI saya berjudul Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Indeks Karies Pada Anak Usia 4-6 Tahun.

    Rumusan masalahnya : Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orangtua dengan indeks karies gigi (ICDAS) pada anak usia 4-6 tahun?

    Hipotesisnya :

    • Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dengan indeks karies pada anak pra sekolah. 
    • Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orangtua dengan indeks karies pada anak pra sekolah

    Jenis penelitian saya observasional analitik dengan desain cross sectional. Untuk hasilnya dari tingkat pendidikan sendiri ada 3 kategori pak yaitu tinggi, menengah dan dasar (data ordinal). Untuk kategori tingkat pengetahuannya ada 3 kategori juga pak yaitu tinggi, cukup dan rendah (data ordinal). Dan untuk kategori indeks kariesnya ada 4 kategori pak yaitu D0, D1, D2, dan DT (data ordinal).

    Semuanya merupakan data ordinal pak, ini masuk ke multivariat mboten nggih pak? dan Analisis data korelasi yang tepat apa nggih pak? Terimakasih pak atas bantuannya.

    Waasalamualaikum wr.wb

    Komentar:

    Dwi Oktarini Maaf pak untuk yang kategori indeks kariesnya merupakan data numerik.

    02/09/17 | 11:07

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Jika skala data untuk indeks karies diukur dalam skala rasio (data numerik), maka ANOVA dapat digunakan untuk mengetaui perbedaan indeks karies antar 3 kelompok tingkat pendidikan, begitu juga untuk antar 3 kelompok pengetauan.
    Catatan ANOVA:
    1. Membandingkan lebih dari 2 kelompok independen.
    2. Variabel interes diukur dalam skala rasio.
    3. Variabel interes dalam tiap kelompok mengikuti distribusi normal.
    4. Variansi variabel interes sama

    14/09/17 | 20:56

    Dwi Oktarini Jadi tidak berpengaruh dengan hasil datanya ya pak? Tapi disini penelitiannya multivariat pak. apa di uji satu persatu pak? Maaf pak kalau pakai anova bukannya itu untuk mencari perbedaan nggih pak?

    22/09/17 | 19:11

    naomi rosantika tondang  | 15/08/17 | 18:22

    panduan regresi ordinal

    selamat siang pak izin bertanya.. saya sedang melakukan penelitian akhir dan anjuran pembimbing saya menggunakan regresi ordinal.. mohon mahan jika bapak berkenan mohon bantuan untuk panduan dalam pengolahan data regresi ordinal.. trima kasih sebelumnya pak

    Komentar:

    Zulaela Berikut adalah judul buku regresi dg respon ordinal. Logistic Regression Models For Ordinal Response Variables, by Ann A. OConnell.

    28/08/17 | 14:06

    Galang Tri Atmaja  | 15/08/17 | 01:12

    Besar Sampel

    Assalamu'alaikum pak izin bertanya,tujuan penelitian saya adalah mengetahui perbandingan CK, CK-MB, Troponin I pada miokarditis dengue terhadap derajat keparahan. Variabel kadar cardiac marker (CK,CK-MB,TnI) skalanya ordinal (meningkat/tidak meningkat) dan variabel derajat keparahan (DF,DHF,DSS) skalanya ordinal. Desain penelitiannya cross sectional. hipotesisnya terdapat perbedaan kelainan cardiac marker pada tiap derajat keparahan miokarditis dengue. Lalu bagaimana cara menghitung besar sampelnya pak? terimakasih sebelumya

    Komentar:

    Zulaela Dengan memperhatikan desain penelitian Anda yang cross-sectional dan skala pengukuran variabel seperti di atas (meningkat/tidak meningkat), maka rumus besar sampel terlampir.

    21/08/17 | 14:07

    ayu budi permatasari  | 31/07/17 | 19:51

    Analisa data

    Pak saya ingin bertanya, jika saya memiliki 5 kelompok dengan masing-masing terdiri dari 2 sampel untuk tiap kelompk, dan saya ingin membandingkan dengan variabel terikat yang berbentuk rasio, uji statistik apa yang dapat saya gunakan? Apakah bisa saya menggunakan one-way ANOVA? JIka tidak, uji statistik alternatif apa yang dapat dilakukan? terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Pada dasarnya uji statistik yang digunakan untuk membandingkan variabel terikat rasio antar 5 kelompok adalah ANOVA atau lengkapnya Oneway ANOVA, apabila syarat2nya dipenuhi (salah satunya adalah variabel terikat dalam tiap kelompok mengikuti distribusi normal). Mengingat dalam penelitian anda tiap kelompok hanya dikenakan pada 2 subjek/ objek, syarat di atas sulit untuk dipenuhi. Oleh sebab itu coba gunakan Kruskal Wallis Test.

    01/08/17 | 12:39

    Ardila  | 09/07/17 | 22:37

    Aplikasi MSi

    Apakah ada aplikasi selain Msi yg bisa digunakan utk mengubah data ordinal mjd data interval?terima kasih

    Komentar:

    Zulaela Arah yang tepat adalah data yang diukur dalam skala rasio (interval) menjadi data dalam skala ordinal.

    17/07/17 | 14:37

    Pilifus Junianto  | 26/06/17 | 13:52

    Tanya metode

    Bagaimana jika variabel dependen (y) ada dua variabel (Y1 dan Y2) dengan masing2 berskala ordinal; sedangkan variabel independentnya (x) ada lebih dari 2 (x1,x2, dst..) dengan skala ordinal,nominal?

    Analisis apa yg bisa saya pakai dalam penelitian? Regresi ordinal ? atau Regresi berganda?

    Komentar:

    Zulaela Untuk variabel dependen Y1 yang ordinal, dengan sekumpulkan variabel independen X, analisis data bisa menggunakan regresi berganda dengan respon yang ordinal (singkatnya: regresi ordinal), begitu juga untuk variabel dependen Y2.

    17/07/17 | 14:43

    Hijrah Saputra  | 21/06/17 | 09:24

    AR-AIC

    Selamat pagi,

    Apakah metode AR-AIC bisa digunakan untuk data time series yang panjang seperti aplikasi pada sinyal seismic

    farid suprianto  | 21/05/17 | 22:37

    assalamu'alaikum

    assalamu'laikum

    saya sedang melakukan penelitian sosialtentang dampak kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga.

    apakah penelitian tersebut bisa di kuantitatifkan? metode statistik apa yang bisa di gunakan ?

    terimakasih

     

     

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb
    Informasi di atas, terlalu singkat mas Farid. Bisakah dijelaskan lebih rinci, misalnya desain penelitiannya apa,kemudian jalannya penelitian, selanjutnya variabel apa saja yang diukur/ dikumpulkan beserta skala pengukurannya,tujuan penelitiannya, dll.

    08/06/17 | 11:39

    yunita rahmawati  | 24/04/17 | 14:01

    analisis statistik

    assalamualaikum wr.wb 

    pak, saya ingin bertanya terkait uji analisis bivariat komparatif, jika saya ingin mengetahui perbedaan rata-rata antara pengetahuan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan setelah dilakukan penyuluhan yang terbagi menjadi 3 kategori menjadi tinggi,sedang, rendah, apakah bisa mengunakan uji statistik mann whitney?  

    Komentar:

    Zulaela Jika pengetauan diukur dalam skala pengukuran rasio dan mengikuti distribusi normal, maka independent samples t test dapat digunakan; pengetauan diukur dalam skala pengukuran rasio dan tidak mengikuti distribusi normal, maka mann whitney test dapat dipilih. Untuk kasus Anda, jika hasil penelitian diringkaskan dalam tabel 2 baris (kontrol, perlakuan) 3 kolom (rendah, sedang, tinggi), lebih dianjurkan pakai chi-square test daripada mann whitney test.

    27/04/17 | 12:31

    Burhannudin  | 17/04/17 | 13:01

    Dunn's test

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

     

    Pak, saya bingung mengenai penggunaan dunn's test?

    Komentar:

    Zulaela Maaf bisakah diceriterakan secara singkat penelitian Anda seperti apa? desain, variabel2 yang diukur, skala pengukuran variabel, tujuan dan hipotesisnya, dll.

    27/04/17 | 12:42

    Dwi Reza  | 17/04/17 | 12:10

    Penelitian Eksperimental

    Assalamualaikum, wr.wb

    Pak saya mau tanya, penelitian saya berjudul ; Pengaruh latihan aerobik dan anaerobik terhadap kadar hemaglobin dalam darah. Variabel independent : aerobik & anarobik, dependentnya kadar hemoglobin. Total sampel 27, terdiri dari 3 kelompok, kelompok A 10 sampel, kelompok B 10 sampel dan kelompok C 7 sampel, pake yang post test only.

    Yang ingin saya tanyakan :

    1. Utk tes normalitas, apakah bisa menggunakan uji saphiro wilk? jika tidak bisa saya harus menggunakan apa?

    2. untuk mencari homogenitasnya, apakah bisa menggunakan uji schefee? 

    3.Untuk melihat pengaruh ataupun perbedaan rerata dari ke 3 kelompok tersebut apakah bisa saya menggunakan uji ANOVA? Ataukah ada cara lain?

    Mohon bantuannya pak, saya benar2 bingung mengolah data ini, saya harap bapak dapat berkenan membantu saya dalam menjawab pertanyaan untuk ujian tesis tahap akhir ini, terimakasih

    Wassalamualikum,wr.wb

    Komentar:

    Dwi Reza maaf pak untuk kelompok perlakuan itu A & B, kelompok kontrolnya C, terimakasih

    17/04/17 | 12:54

    Zulaela 1. Saphiro wilk test dapat digunakan utk menguji normalitas kadar hemoglobin dalam tiap2 kelompok.
    2. Levene's test dapat digunakan utk menguji kesamaan variansi.
    3. ANOVA dapat digubakan utk menguji perbedaan rerata 3 kelompok, jika asumsinya dipenuhi. Kalau tidak, gunakan Kruskal wallis test.

    27/04/17 | 12:39

    Seswira Yunita  | 26/03/17 | 11:37

    Penelitian 3 variabel

    Assalamu'alaikum wr.wb pak. Terimakasih pak sebelumnya. Pak, saya ingin bertanya, judul penelitian saya adalah pengatuh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Variabel moderatnya adalah motivasi belajar siswa. Nah, untuk mngukur motivasi tsb menggunakan angket yg nantinya juga akan mengelompokkan motivasi belajar siswa mnjadi tinggi, sedang dan rendah. Tentunya masing2  jumlah siswa yg memiliki motivasi blajar tinggi, sedang dan rendah antara kelompok eksperimendan kontrol akan berbeda. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah bisa kita membandingkan (melihat perbedaan) antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yg memiliki motivasi tinggi/sedang/rendah pada kelas eksperimen dan klas kontrol? Mohon bimbingannya pak. Terimakasih banyak pak sebelumnya. Wassalam

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Membandingkan (melihat perbedaan) antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yg memiliki motivasi tinggi/sedang/rendah pada kelas eksperimen dan klas kontrol dapat dilakukan walaupun frekuensi dalam tiap-tiap sel berbeda.

    29/03/17 | 13:54

    Seswira Yunita Terimakasih banyak pak telah menanggapi pertanyaan saya. Berarti, nilai standar deviasi antara pengelompokkan motivasi di kelas eksperimen dan kelas kontol akan berbeda pula kan pak?
    Maaf pak, saya ingin bertanya lagi. Saya masih agak bingung. Kata narasumber yg saya temui, tidak bisa membandingkan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol karena frekuensi masing2 selnya berbeda. Menurutnya, hal yg bisa dibandingkan itu adalah hal yg setara. Saya masih bingung pak. Dimana letak salahnya.
    Apakah ada referensi yg bisa saya jadikan pedoman untuk memantapkan penelitian saya,pak? Kira2, analisis apa yg harus saya gunakan, pak? Terimakasih banyak sebelumnya pak.

    31/03/17 | 00:29

    Ety Estitasari  | 18/03/17 | 12:28

    Range Kelompok Usia

    Assalamualaikum Bapak Zulaela, 

    Saya mau menanyakan apakah range pada kelompok usia maupun masa kerja sudah bisa kita tentukan? sedangkan data belum kita dapatkan dikarenakan masih dalam proses penyusunan proposal. kemudian jika data sudah terkumpul bagaimana cara menentukan interval usia dan masa kerja tersebut pak? mohon pengarahannya. terima kasih

    Komentar:

    Zulaela WaƔlaikumussalam wr wb.
    Saya kira tergantung pada substansinya. Di ilmu kebidanan misalnya,pengelompokan usia reproduksi sehat: menjadi kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun dan 20 tahun - 35 tahun, sudah bisa ditentukan walau masih menyusun proposal. Pengelompokan penghasilan keluarga, contoh lainnya, bisa mengacu bagaimana Badan Pusat Statistik biasanya menggunakannya, begitu juga untuk masa kerja dan lainnya.

    21/03/17 | 12:41

    Dwi Aprilina Andriani  | 17/03/17 | 20:24

    Regresi Ordinal

    Assalamualaikum, saya dwi dari PSIK

    Penelitian saya berjudul faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup profesional perawat. Variabel dependen saya merupakan data kategorik ordinal (tinggi, sedang, rendah) dan variabel independen saya ada 10 terdiri dari interval dan ordinal dikotom dan ordinal polikotom. Jika saya ingin melakukan analisis multivariat regresi ordinal, sudah benarkah langkah saya : 

    1. Saya mencari asumsi proposional OR tiap variabel independen, kemudian yang memenuhi tes parallel line p>0,05 saya jadikan kandidat sebagai variabel yang nantinya saya uji bersama variabel lain. Dalam hal ini saya hanya melihat tes paralel line dengan mengabaikan model of fit dari variabel tersebut.

    2. Apakah bisa melakukan uji regresi ordinal dengan variabel independen dengan kategorik yang jumlahnya berbeda (dikotom-polikotom)? Apa setiap variabel independen yang diuji regresi ordinal harus dikotom?

    3. Mengapa bisa ada perbedaan hasil p-value pada uji bivariat chi-square tabel 2x3 dengan apabila menggunakan regresi ordinal?Mana yang harus digunakan?

    Mohon masukannya. Terima kasih sebelumnya 

    Komentar:

    Zulaela WaƔlaikumussalam wr wb.
    Regresi dengan ordinal respon sudah tepat digunakan untuk kasus ibu di atas.
    1. Hasil analisis bivariabel (setiap variabel independen dengan variabel dependen) yang p_valuenya lebih kecil dari 0,25 layak diikutkan keanalisis berikutnya.
    2.Variabel independen yang dikotom maupun polikotom (dibikin dummy variables dulu) bisa diikutkan dalam regresi ordinal.
    3. Seharusnya hasilnya konsisten.

    21/03/17 | 12:52

    Dwi Arini  | 11/03/17 | 13:00

    Perlakuan 2 eksperimen

    Assalamualaikum Pak. judul skripsi saya perbedaan efektivitas metode demonstrasi dan eudiovisual terhadap efikasi diri mahasiswa.

    Penelitian saya menggunakan quasi eksperimen dg desain postest only control group desain.

    apakah ada desain dg membandingkan eksperimen 1 dan eksperimen 2? Tanpa ada kelompok kontrolnya?

    terimaksih

    Komentar:

    Zulaela WaƔlaikumussalam wr wb.
    Dengan memperhatikan judul skripsi mbak Dwi Arini di atas, penelitiannya kan membandingkan efikasi diri mhs yang mendapatkan metode demonstrasi (kelompok eksperimen 1) dan yang mendapatkan metode audiovisual (kelompok eksperimen 2). Penelitian itu ekuivalen dengan penelitian yang membandingkan kecepatan sembuh pasien yang mendapatkan obat standar dan baru. Jadi penelitian mbak Dwi di atas tidak ada masalah.

    21/03/17 | 13:06

    Arsinda Prastiwi  | 03/03/17 | 00:20

    Assalamualaikum pak

    Assalamualaikum pak, saya mau bertanya, judul penelitian saya pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada pasien pre opersi dengan general anestesi, saya menggunakan pre experimen dengan one group pretest and post test design. Saya bingung pada analisa datanya pak, untuk aromaterapi lavender menggunakan skala data apa ya pak? sedangkan untuk kecemasannya saya menggunakan intervl pak, kemudian untuk analisa bivariatnya menggunakan apa ya pak? terimakasih :)

    Komentar:

    Zulaela WaƔlaikumussalam wr wb.
    Aromaterapi lavenden dalam penelitian mbak Arsinda kan sebagai jenis tritmen atau perlakuan yang dipilih, sedangkan outcomenya adalah kecemasan yang diukur dalam skala rasio. Uji statistik yang digunakan untuk mengetaui pengaruh pemberian tritmen adalah paired samples t test, jika perubahan kecemasan mengikuti distribusi normal (jika tidak demikian menggunakan Wilcoxon test).

    21/03/17 | 13:19

    Siti Yuyun Rahayu  | 02/03/17 | 14:44

    Besar Sampel untuk RCT 3 kelompok

    Selamat siang, pak saya mau bertanya bagaimana menentukan besar sampel utk penelitian dg disain RCT (baik dua kelompok atau lebih) ?

    Terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Besar sampel dengan desain penelitian RCT untuk 3 kelompok atau lebih bisa diperoleh dalam buku teks, diantaranya adalah: Applied Linear Statistical Models by Neter & Wasserman.

    21/03/17 | 13:26

    Nailatun Ni'mah  | 22/12/16 | 15:21

    Tentang Uji Homogenitasdan Uji Normalitas

    Assalamu'alaikum,, saya sedang mengerjakan skripsi dan kesusahan di bab III bagian uji homogenitas dan normalitas. judul skripsi saya Pengaruh Model Pembelajaran Explicit Instruction terhadap kedisiplinan dan komunikasi matematik siswa kelas V SD. bagaimana ya rumusnya pak / bu? trimakasih

    Komentar:

    Nailatun Ni'mah dan desain penelitian saya one group pretest postest design

    22/12/16 | 15:22

    gita novalina Assalamualaikum pak Zulaela, mohon maaf saya gita, mahasiswa fk ugm, saat ini sedang menyusun tesis terkait pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan, persepsi dan penerimaan orangtua terhadap vaksinasi hpv. Saya menggunakan desain cross sectional pre eksperimental one group, dimana pada satu kelompok saya akan melakukan survey pre tes selanjutnya memberi penyuluhan dan kemudian melakukan survey post test. saya ingin bertanya tentang penghitungan besar sampel, apakah saya menggunakan rumus besar sampel uji hipotesis terhadap mean dua populasi berpasangan atau dengan cara besar sampel koefisien korelasi sampel tunggal? mohon masukkan bapak. terimakasih sebelumnya.

    30/12/16 | 08:53

    Zulaela WaƔlaikumussalam wr wb.

    Jika variabel (kedisiplinan dan komunikasi) diukur dalam skala pengukuran rasio, maka uji statistik yang digunakan untuk mengetaui pengaruh pembelajaran tsb terhadap variabel (kedisiplinan dan komunikasi) adalah Dependent samples t test (Paired samples t test) apabila perubahan skor nilai kedisiplinan dan komunikasi mengikuti distribusi normal. (Jika tidak mengikuti distribusi normal, gunakan Wilcoxon test)

    20/02/17 | 11:46

    Zulaela Untuk Mbak Gita Novalina, desain dlm penilitian mbak Gita adalah eksperimental (one group pre post design). Jika variabel pengetahuan, persepsi dan penerimaan orangtua terhadap vaksinasi hpv diukur dalam skala pengukuran rasio, maka rumus besar sampelnya adalah rumus besar sampel uji hipotesis terhadap mean dua populasi berpasangan.

    20/02/17 | 11:53

    ihrom fatma saputri  | 21/11/16 | 12:45

    Uji statistika

    Judul proposal skripsi saya yaitu: Pengaruh metode peer education terhadap sikap menghadapi kejadian dismenore

    Kelompok kontrol dan eksperimen sya di berlainan tempat.

    Variabel independent: diberi dan tidak diberi metode peer education(skala nominal)

    V. dependent: sikap menghadapi dismenore, positif dan negatif( skala ordinal), pakai skala likert kemudian saya masukkan ke skor T

    ujinya berdasarkan diatas(nominal by ordinal) pakai chi square, tapi misalkan saya ingin mengubah skala sikap saya jadi ratio biar bisa pakai paired t-test dan independent t test, bagaimana ya caranya?Mohon solusinya

    Komentar:

    Zulaela Variabel sikap menjadi skala rasio: misal total skor jawaban subjek penelitian atau rata-rata skor jawaban subjek penelitian.

    25/11/16 | 13:07

    vidiah cahyowati  | 07/11/16 | 15:31

    analisis data

    assalamuallaikum pak, saya vidiah cahyowati dari prodi ilmu keperawatan yang sekrang sedang proses penyusunan proposal skripsi yang berjudul masalah tidur pada anak disabilitas mental dan faktor yang mempengaruhi. pak sebelumnya saya ingin menanyakan mengenai analisis data yang bisa saya gunakan apabila dalam variabel bebas dan variabel terikat keduanya dengan kategorikal pak. terimakasih pak sebelumnya

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
    Karena kedua variabel (bebas & terikat) berupa kategorikal, maka chi-square test bisa digunakan apabila syaratnya dipenuhi, jika tidak Fisher's exact test. Untuk analisis multivariabel digunakan regresi logistik.

    17/11/16 | 09:08

    Rafidaini Sazarni Ratiyun  | 05/11/16 | 10:55

    Menetukan Besar Sampel

    Assalamualikum, pak, saya mau bertanya bagaimana cara menentukan besar sampel pada penelitian kohort?dan data2 apa saja yang kita butuhkan untuk menetukan besar sampel tersebut?

    ini akan dilakukan penelitian tentang hubungan status gizi dan asupan gizi pada ibu hamil terhadap berat bayi lahir di wilayah kerja puskesmas X.

    sedangkan saya hanya mempunyai data kunjungan ibu hamil (kunjungan pertama) selama tahun 2014 sebanyak 90 orang

    terimakasih..

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
    Jika desain penelitian prospektif (exposure +, - dan outcome +, -), maka rumus besar berikut (terlampir) dapat digunakan.

    17/11/16 | 09:22

    rhea zaffe  | 26/10/16 | 07:01

    anallisa data

    Maaf pak mau nanya. Mau bertanya.. skala data yang saya pake dalam proposal saya adalah skala nominal dan skala ordinal..  desain penelitian saya  menggunakan pra eksperimen di mana saya hanya melakukan pre test dan post test tanpa kelompok kontrol.. apakah  pada analisa data saya dapat menggunakan uji T-test?? Terimakasih sebelumnya

    Komentar:

    Zulaela Salah satu syarat penggunaan Paired sample t test adalah variabelnya diukur dalam skala rasio. Mc-nemar test dapat digunakan untuk melihat perubahan hasil (pre-post) pada skala nominal.

    01/11/16 | 11:25

    didi sutisna  | 24/10/16 | 15:48

    nilai sampel

    bapak mohon maaf, mau meneruskan pertanyaan..., yang dikatakan sampel itu besar atau kecil nilainya berapa pak...? apakan sampel < 30 bisa dikatakan sampel kecil dan n > 30 dikatakan sampel besar..., terima kasih sebelumnya bapak

    Komentar:

    Zulaela Untuk kasus P R O P O R S I, batasannya adalah seperti yang saya jelaskan didepan tadi, bukan 30 seperti yang pak Didi fikirkan.

    25/10/16 | 01:36

    didi sutisna  | 24/10/16 | 07:13

    pemakaian koreksi yate pada uji chi square

    asalamualaikum, selamat pagi bapak, saya mau bertanya, apakah jika menggunakan uji chi square dengan tabel kontingensi 2x2 dan jumlah sampel > 20 dan tidak ada nilai harapan <5 itu wajib menggunakan formula koreksi yates ? karena saya baca juga koreksi yates itu menurut grizzle (1967) tidak perlu digunakan karena manfaatnya juga dipertanyakan dan cenderung memperbesar kesalahan tipe II menerima Ho padahal ho salah), selanjutnya juga menurut refernsi buku biostat (budiarto) koreksi yates bisa digunakan pada sampel kecil.., pertanyaannya ukuran sampel kecil atau besar itu berapa nilainya...,

    terima kasih, mohon penjelasannya

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.

    Mantel dan Greenhouse (1968), Fleiss (1973) dan Mantel (1974) tidak mewajibkan/menyarankan penggunaan koreksi Yates (Yates's continuity correction), tetapi gunakan chi-square test asalkan tidak ada expected value sel yang nilainya kurang dari 5, walaupun Conover (1968, 1974) menganjurkan. Menurut Everitt (1980) efek koreksi ini terhadap nilai chi-square kecil jika ukuran sampel besar. Banyak subjek penelitian tergantung pada tujuan penelitian dan desain penelitian yang dipilih serta informasi yang terkandung dalam rumus ukuran sampel.

    24/10/16 | 09:34

    suryani  | 17/10/16 | 07:20

    Uji Statistik

    Assalamualaikum..

    saya sedang menyusun proposal penelitian dengan judul 'Peran Ibu Terhadap Perubahan Perilaku Menyikat Gigi Pada Anak Prasekolah'. salah satu yang ingin saya teliti adalah apakah terdapat perubahan waktu/frekuensi dalam hal menyikat gigi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. yang ingin saya tanyakan adalah

    1. bisakah pertanyaan yang saya gunakan dengan skala guttman seperti di bawah ini?: 

    menyikat gigi malam hari sebelum tidur: a. ya b. tidak

    menyikat gigi pagi hari: a. setelah sarapan(positif) b.saat mandi(negati)

    2. saya menginginkan untuk meneliti perubahan perilaku menyikat gigi ini dilakukan pengambilan data sebelum penyuluhan, lalu dilakukan lagi pengambilan data setelah penyuluhan dengan mengisi pertanyaan di atas selama beberapa hari (waktu/frekuensi menyikat gigi hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya setelah diberikan penyuluhan). yang ingin saya tanyakan analisis statitik apa yang bisa saya gunakan untuk melihatperubahan perilaku dengan data sebelum dan beberapa data sesudah seperti yang saya ungkapkan di atas? atau mungkin ada metode lain yang lebih tepat yang bisa saya gunakan untuk melihat perubahan perilaku menyikat gigi dalam hal ini waktu/frekuensi menyikat gigi?

    terima kasih sebelumnya atas perhatian dan bantuannya pak. semoga berkah, amin.

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.

    1. Untuk menentukan skala pengukuran yang digunakan sebagai alternatif/pilihan jawaban item-item pertanyaan tentang perilaku menyikat gigi pada anak prasekolah (ya/tidak, baik/buruk, positif/negatif atau pakai likert scale: sangat setuju/.../sangat tidak setuju, sangat sesuai/.../sangat tidak sesuai), coba dipelajari di buku2 atau artikel2 hasil penelitian yang terkait dengan mengukur perilaku secara umum.
    2. Apabila variabel respon/outcome dalam penelitian mbak Suryani skala pengukurannya rasio, dan penelitiannya/pengukurannya dilakukan beberapa kali, maka metode analisis datanya adalah Repeated Measurement ANOVA.

    21/10/16 | 09:54

    Maria Liliana  | 07/09/16 | 12:04

    Statistik Kesehatan

    Selamat siang.Saya Maria Liliana, mahasiswa FKM USU yang sedang melakukan penelitian. Saya mau bertanya tentang uji alternatif Chi-Square. untuk tabel 2x2  jika syarat chi-square tidak terpenuhi maka dianjurkan untuk memakai uji Fisher. bagaimana dengan tabel 2x3 ? Ada literatur yang saya baca tabel 2xk jika tidak memenuhi syarat uji chi-square maka dilakukan uji Kolmogorov Smirnov. Apakah memang benar memakai uji Kolmogorov Smirnov?Terimakasih :D

    Komentar:

    Zulaela Untuk tabel 2x2: Chi-square Test dipilih jika tidak ada expected value sel yang nilainya kurang dari 5, jika tidak demikian Fisher's Exact Test.
    Untuk tabel 2x3: Chi-square Test dipilih jika tidak ada expected value sel yang nilainya kurang dari 5, jika ada maka dilakukan kategori ulang pada variabel yg menyebabkan expected value sel nilainya kurang dari 5, sehingga diperoleh tabel baru (tabel 2x2) jika masih ada maka Fisher's Exact Test. Begitu juga untuk tabel bxk.

    09/09/16 | 14:14

    Wahyu Ramadhani  | 25/08/16 | 09:22

    Uji statistik apa yang harus digunakan

    Saya sedang meneliti study kasus tentang Gender Diversity.

    Tujuannya : Untuk mengukur persepsi karyawan terhadap Kompetensi dan Program pengembangan professional

    Jadi saya menginginkan Uji statistik digunakan untuk :

    1. seberapa besar pengaruhnya.

    2. adakah hubungannya

    3. apa yg menjadi dominan dari jawaban karyawan tersebut

    Komentar:

    Zulaela Untuk dapat merespon pertanyaan bu Wahyu Ramadhani, diperlukan informasi tentang desain penelitiannya apa, variabel apa saja yang diukur, kemudian skala pengukuran dari masing2 variabel tersebut (nominal, ordinal, interval/rasio), variabel dependen/independen, selanjutnya hipotesis penelitiannya seperti apa.

    09/09/16 | 14:30

    Wahyu Ramadhani  | 25/08/16 | 09:20

    Uji Statistik

    Saya sedang meneliti study kasus tentang Gender Diversity.

    Tujuannya : Untuk mengukur persepsi karyawan terhadap Kompetensi dan Program pengembangan professional

    Jadi saya menginginkan Uji statistik digunakan untuk :

    1. seberapa besar pengaruhnya.

    2. adakah hubungannya

    3. apa yg menjadi dominan dari jawaban karyawan tersebut

    Wiwiek Retti Andriani  | 14/06/16 | 12:15

    Tehnik Sampling dan Uji Statistik

    Assalamu'alaikum

    Pak Zulaela saat ini saya sedang menyusun proposal penelitian tentang Penerapan Metode Pembelajaran PAL untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di skills lab.

    Tujuan penelitian : untuk menganalisa kompetensi mahasiswa sebelum dan setelah penerapan metode PAL dan menganalisis penerapan PAL terhadap kompetensi mahasiswa di skills lab.

    Pertanyaan 1

    Desain penelitian yang tepat apakah Eksperimen dengan pre-test - post-test control desaign ya pak?

    Pertanyaan 2

    Kemudian untuk sampel, penelitian ini rencana dilakukan pada mahasiswa semester III sejumlah 132 orang yang terbagi menjadi 3 kelas. Rencananya akan saya bagi menjadi 2 kelompok (eksperimen dan kontrol). Nachhh mulai galaunya waktu menentukan Tehnik Sampling, awalnya saya memilih Total Sampling. Tapi karena eksperimen desainnya disarankan pembimbing menggunakan rumus besar sample. Saya jadinya bingung pak bagaimana kelanjutannya. Satu lagi masalah sampel, seingat saya waktu di kelas Bapak pernah menyampaikan kalau antara kelompok eksperimen dan kontrol tidak harus sama. Namun bagaimana cara untuk membagi mahasiswa tersebut, apakah bisa 2 kelas saya jadikan kelompok eskperimen dan 1 kelas sebagai kelompok kontrol.

    Pertanyaan 3

    Untuk uji statistik yang bisa saya gunakan untuk menjawab tujuan penelitian saya apa ya pak Zul?

    Variabel Independen: Penerapan PAL, Variabel Dependen: Kompetensi mahasiswa (skala interval)

    Terimakasih banyak bantuannya pak Zulaela.

    Wassalamu'alaikum

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb

    1. Berdasarkan uraian bu Wiwiek di atas, rancangan penelitian tersebut dapat dipilih.
    2. Kalau kompetensi diukur dalam skala pengukuran nominal (kompeten atau tidak), maka bu Wiwiek dapat menggunakan rumus besar sampel untuk hipotesis 2 proporsi; sedangkan jika kompetensi diukur dalam skala rasio, maka rumus besar sampel untuk hipotesis 2 mean yang digunakan. Sebagai catatan: jika penelitian bu Wiwiek dilakukan pada prodi atau departemen yang sama, maka mahasiswa pada kelompok kontrol bisa terkontaminasi oleh mahasiswa pada kelompok perlakuan.
    3. Uji paired samples t test atau wilcoxon test dapat digunakan untuk membandingkan kompetensi (skala rasio) mahasiswa sebelum dan sesudah mendapat perlakuan pada masing2 kelompok. Uji independent samples t test atau mann-whitney test digunakan untuk membandingkan perubahan/ delta kompetensi antar 2 kelompok.

    21/06/16 | 10:19

    Wiwiek Retti Andriani Terimakasih pak Zulaela...
    Maaf pertanyaan bersambung jadinya.

    Misalnya penelitian dilakukan dalam 1 Prodi ada saran dari Bapak Design Penelitian apa yang pas agar kelompok kontrol tidak terkontaminasi? Atau memungkinkan jika kelompok kontrol diambil dari institusi lain dengan karakteristik yang sama dengan kelompok eksperimen?

    Seandainya kompetensi akhir adalah kompetensi mahasiswa dalam kategori (sangat kompeten, kompeten, cukup kompeten, kurang kompeten, dan tidak kompeten) dapat dikategorikan sebagai skala rasio/interval?
    Kemudian untuk mengkategorikan bisakah saya menggunakan mean tersebut?

    Terimakasih banyak untuk diskusinya.

    25/07/16 | 04:13

    Zulaela Sebaiknya dipilih kelompok kontrol yang diambil dari institusi lain dengan karakteristik yang sama dengan kelompok eksperimen.
    Kompetensi akhir mahasiswa dalam kategori (sangat kompeten, kompeten, cukup kompeten, kurang kompeten, dan tidak kompeten) termasuk skala pengukuran ordinal bu.

    09/09/16 | 14:39

    siti rahmawati jahar  | 18/05/16 | 08:56

    Analisis Data dengan Tiga variabel

    asslm, selamat pagi pak, analsis uji tepat apa yg dpat sy gunakam jika data penelitian sy terdiri dari tiga variabel? judul saya adalah pengaruh sosial media terhadap keinginan siswa berkomunikasi bahasa inggris, intrinsik motivasi dan kepercayaan diri siswa. apakah sy bisa menggunakan uji paired t test?

    Komentar:

    Zulaela Coba dijelaskan secara singkat jalannya penelitian (termasuk desain penelitian yang digunakan) Anda, kemudian sebutkan skala pengukuran (nominal, ordinal, interval/rasio) untuk ketiga variabel yang diukur.

    14/06/16 | 10:28

    rizky ayu  | 08/05/16 | 14:43

    analisa data

    rizky ayu  | 08/05/16 | 14:34

    analisa bivariat

    Komentar:

    rizky ayu aslmkm. saya mau nanya, saya akan melakukan penelitian tentang pengaruh senam ergonomik terhadap aktivitas fisik lansia. saya sedang proses pembuatan proposal dan masih bingung sekali dalam analisa datanya. saya menggunakan jenis penelitian quasy eksperimen one group pre and post test design. untuk analisa data bivariatnya bagaimana yah? saya masih bingung bagaimana uji normalitas datanya dan rumus apa yg harus saya gunakan. terima kasih

    08/05/16 | 14:39

    Zulaela Jika aktivitas fisik lansia diukur dalam skala rasio, maka uji statistiknya dependent samples t test (paired samples t test) asalkan perubahan aktivitas fisik lansia (sebelum dikurangi sesudah atau sesudah dikurangi sebelum) mengikuti distribusi normal (bisa pakai Kolmogorov Smirnov test atau Saphiro Wilk test). Alternatif dari paired samples t test jika perubahan aktivitas tidak mengikuti distribusi normal adalah Wilcoxon test.

    14/06/16 | 10:38

    Anita Chandra  | 14/04/16 | 00:32

    Uji Validitas dengan Korelasi Point Biserial

    Assalamu'alaikum Pak

    Saya sedang melaksanakan penelitian dan berada di tahap uji instrumen penelitian saya. Kuesioner saya menggunakan skor dikotom, yaitu 0 dan 1. Saya sudah mencari kesana kemari ternyata dikatakan bahwa untuk skor dikotom, uji validitas bisa menggunakan korelasi point biserial. Saya ingin menanyakan apakah hal tersebut betul lalu bagaimana cara uji validitas menggunakan korelasi point biserial dalam SPSS? Karena saya cari semuanya menggunakan excel dan SPSS menggunakan tambahan syntax. Terimakasih sebelumnya.

    huzaima  | 05/04/16 | 11:03

    efektifitas penyuluhan dengan menggunakan media power point dan video terhadap pengetahuan dan sikap santri

    assalamualaikum warahmatullah wabarakatu,

    mohon bantuannya pak.

    jika judul seperti diatas dengan desain penelitian ekperimen two group pre-posttest desaign, untuk menganalisis data, apakah sudah sesuai jika untuk tingkat pengetahuan dengan 3 kategori (baik,cukup,kurang) skala ordinal saya menggunkan uji Mcnemar ? dan untuk sikap dengan 2 kategori (tidak mendukung dan mendukung) skala ordinal saya menggunakan wilcoxon ?  atau seperti apa pak ?

    kemudian jika saya ingin membandingkan kefektifan kedua media tersebut, sebaiknya menggunakan uji apa pak ?

    terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb
    Saya kira desain penelitian yang disebutkan di atas dapat digunakan. Jika ringkasan datanya berupa tabel silang 2 baris (grup1, grup2) 2 kolom (sikap: mendukung, tdk mendukung) atau 2 baris (grup1, grup2) 3 kolom (pengetahuan:baik, cukup, kurang) maka chi-square test dapat digunakan, sedangkan Mc-nemar test digunakan untuk melihat perubahan pre-post pada skala nominal.

    21/06/16 | 10:49

    Nenggar Sesanti assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh pak saya ingin bertanya, tapi kenapa selalu tidak bisa submit pertanyaan saya :(

    11/07/16 | 12:05

    prima putri  | 16/03/16 | 22:40

    konsultasi rumus

    Assalamu'alaikum maaf saya mau bertanya terkait rumus yang akan saya gunakan dalam penelitian saya. skripsi saya berjudul Pengaruh model pembelajaran tgt terhadap motivasi belajar ips siswa. dari judul tersebut diketahui bahwa variabel besbas berskala nominal dan variabel bebeas berskala ordinal. untuk menjawab hipotesis saya yaitu 1. ada pengaruh model pembelajaran tgt trhdp motivasi belajar siswa, saya menggunakan rumus korelasi theta dan 2. untuk melihat besar pengaruh signifikan model tgt terhadap motivasi saya menggunakan rumus chi square.. apakah itu bisa digunakan?? mohon bantuannya Tks.

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb. Jika model pembelajaran skalanya nominal (misal A & B), motivasi belajar skalanya rasio, maka Independent Samples t Test (jika normalitas datanya dipenuhi) atau Mann Whitney Test, dapat digunakan untuk mengetaui adanya perbedaan motivasi belajar antar kelompok model pembelajaran, sedangkan jika motivasi diukur dalam skala nominal, maka Chi-square Test yg digunakan.

    22/03/16 | 13:28

    qoyum suciani  | 15/03/16 | 18:44

    Konsultasi analisa data

    Assalamu'alaiakum pak, saya mau menanyakan terkait tentang analisa data. saya qoyum dari stikes surya global.

    judul penelitian saya:

    HUBUNGAN ANTARA STATUS KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA AKHIR

    variabel bebas  1.    Kepribadian

          Kepribadian adalah perwujudan yang diperlihatkan seseorang dalam kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini mempengaruhi seseorang tersebut dalam berpikir, berperasaan dan berperilaku dengan konsisten. Tipe kepribadian dibagi menjadi dua yaitu, ekstrovert dan introvert. Variabel ini menggunakan skala pengukuran nominal yang terdiri dari 4 karakteristik komponen yang diteliti, yaitu Social activity, social Fasility, risk taking and Adventuresomeness, dan Non Introspective Tendencies.

    Ekstrovert      : skor 13-24

    Introvert        : skor 0-12

    variabel terikat  2.    Depresi

          Depresi merupakan suatu kecenderungan kondisi yang merasa begitu tertekan, hidup tak berarti dan tak mempunyai harapan. Variabel ini menggunakan skala pengukuran ordinal, dengan kategori:

    NILAI TOTAL

    TINGKATAN DEPRESI

    1-10

    Naik turunnya perasaan ini tergolong wajar

    11-16

    Gangguan “mood” atau perasaan murung yang ringan

    17-20

    Garis batas depresi klinis

    21-30

    Depresi sedang

    31-40

    Depresi parah

    40 Ke atas

    Depresi ekstrim

     

    kalau saya menggunakan uji statistikanya chi square sesuai apa tidak pak? mohon penjelasannya terimakasih. 

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb. Karena kepribadian diukur dalam skala nominal, sedangkan depresi menggunakan skala pengukuran ordinal, maka sebaiknya uji statistik yang digunakan adalah Mann Whitney Test.

    23/03/16 | 13:43

    dewi agustina  | 14/03/16 | 20:03

    desain & metode penelitian, uji statistik, dan besar sample

    Assalamualaikum pak, saya sedang menyusun skripsi tentang analisis pengukuran luas luka pada permukaan tubuh yang multiple side menggunakan modifikasi metode ImageJ terhadap Mechanical Planimetry, yang hasil akhirnya nanti dalam skala ratio/interval. 

    menurut bapak, seharusnya saya menggunakan desain penelitian, dan analisis data yang seperti apa ya pak?

    terimakasih,

    Sucipto Dwi  | 14/03/16 | 10:31

    Penentuan besar sample, uji statistik dan skala data

    Asalamualaikum. pak

    saya ingin konsul tasi masalah penentuan besar sample dan uji statistik

    judul penelitian Pengaruh terapi distraksi (mewarnai gambar) terhadap stres hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-5 tahun) di ruang anak

    pertama penentuan besar sample untuk responden saya menggunakan rumus yang bagus yang mana pak? (data yang didapat data pasien perbulan 131 anak)

    kedua untuk analisis data menggunakan rumus yang tepat seperti apa pak?

    untuk menentukan skala data dalam penelitian saya harus memperhatikan/melihat di bagian mana pak? (instrumen pengukuran menggunakan PASR dengan ketentuan > 33 tdk ada cemas, 34-40 cemas ringan, 41-47 cemas sedang, dan 48 -80 cemas berat, untuk skor pengisian 0 tdk ada, 1 ringan, 2 sedang, 3 berat, 4 sngat berat)

    Moho bantuan dari bapak. terimakasih

    Wachidah Yuniartika  | 12/03/16 | 10:56

    Cara Menentukan besar Sampel

    Bapak saya mau menanyakan rumus apa yang bisa saya gunakan untuk menentukan besar sampel.

    judul penelitian saya: pengaruh Psikoedukasi terhadap depresi pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo.

    desain penelitian :

    quasy experiment dengan desain pre and post test with control group” dengan intervensi psikoedukasi.

    populasi : semua pasien diabetes mellitus yang tinggal di puskesmas baki yang aktif dalam kegiatan prolanis sejumlah 60 pasien.

    tujuan :

    1.      Tujuan Umum

           Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh psikoedukasi terhadap depresi pasien diabetes mellitus.

    2.      Tujuan Khusus 

    a.       Menganalisis karakteristik (Usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, ekonomi) pasien Diabetes Melitus.

    b.      Menganalisis  tingkat depresi sebelum diberikan psikoedukasi pada kelompok perlakuan.

    c.       Menganalisis tingkat depresi pada penderita Diabetes Mellitus sesudah diberikan psikoedukasi pada kelompok perlakuan.

    d.      Menganalisis tingkat depresi pre dan post tes kelompok kontrol.

    e. Menganalisis perbedaan tingkat depresi pada penderita Diabetes Mellitus yang mendapat terapi Psikoedukasi dengan kelompok kontrol.

    hipotesis :

    1.         Ada penurunan tingkat Depresi pada pasien Diabetes Mellitus sesudah diberikan psikoedukasi.

    2.         Ada perbedaan Tingkat Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.

    variabel yang ukur: variabel independen: intervensi psikoedukasi (definisi operasional : suatu tindakan yang diberikan untuk mengatasi depresi dengan memperkuat mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus yang mengalami depresi melalui pendidikan kesehatan dan latihan agar pasien mampu melakukan perawatan secara mandiri, skala pengukuran: diberikan edukasi selama 3 sesi dengan waktu 20-30 menit setiap sesi, hasil ukur: pre test & pos test)

    variabel Dependen : Depresi (definisi operasional:

    Perasaan  sedih, putus asa, sulit tidur, kurang nafsu makan/makan terlalu banyak, sulit konsentrasi, perasaan ingin mati dan hilangnya motivasi untuk melakukan aktivitas yang dialami oleh pasien dua minggu terakhir, hasil ukur:

    Hasil pengukuran

    a.      Nilai 0-4: Depresi tidak ada atau minimal

    b.      Nilai 5-9: Depresi ringan

    c.       Nilai 10-14:Depresi sedang

    Nilai > 15: Depresi berat. skala : ordinal)

    dwi meldya lestari  | 10/03/16 | 18:44

    rancangan acak kelompok

    Assalamu alaikum ..

    kak, saya punya judul skripsi yg judulnya pengaruh pemberian kompos terhadap tanaman mahoni. kasusnya itu, bibit mahoni ditanam di lahan yg kemiringannya kira2 40%. ada 3 kelompok yaitu kelompok bagian atas, tengah dan bawah. ada 3 perlakuan, diantaranya: 1. tanpa kompos 2. perbandingan tanah kompos 1:1 3. kompos 6kg. pengulangan sebanyak 5 kali. variabel yang diamati itu tinggi tanaman, lebar daun dan jumlah daun. jumlah tanaman keseluruhan 45 tanaman. penulisan model linearnya itu bagaimana? penulisan tabulasi datanya itu bagaimana, apakah total Yi. untuk kelompok dan total Y.j untuk perlakuan? pengulangannya bagaimana dengan variabel yg diamati itu?? Mohon bantuannya

    Farah Faza  | 25/02/16 | 20:19

    Analisis Confounder Statistik Kesehatan

    Selamat malam, pak. Saya sedang menyusun skripsi dengan judul "Hubungan Metode Skrining Gizi terhadap Asesmen Gizi pada Pasien Hemodialisis di RSUP Dr. Sardjito". Data yg saya analisis berupa data ordinal baik untuk skrining maupun asesmen gizi. Skrining gizi sebagai variabel independen dan asesmen gizi sebagai variabel dependen. Diantara keduanya terdapat variabel perancu, yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, komorbiditas, dan lama hemodialisis. Yang ingin saya tanyakan, analisis statistik apa yang tepat yg dapat saya gunakan? Karena saya juga ingin melihat koefisien korelasinya. Terima kasih.

    Komentar:

    Zulaela Untuk mengetaui variabel2 yg disebutkan di atas, betul-betul sebagai variabel perancu atau bukan, yaitu dengan cara melakukan pemodelan regresi, khusus pemodelan analisis regresi dengan respon yg ordinal.

    07/03/16 | 13:03

    latifatur rohmah  | 03/02/16 | 01:14

    konsultasi analisis data statistik

    Assalamu'alaikum pak,.

    saya latifah dari STIKes Surya Global Yogyakarta

    pak, sya ingin konsultasi mengenai analisis data statistik yang akan saya gunakan dalam skripsi saya yang berjudul " Hubungan mekanisme koping dengan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia"

    untuk mengukur mekanisme koping saya menggunakan kuesioner yang berbentuk skala nominal sedangkan kecemasan kematian menggunakan kuesioner yang berbentuk skala ordinal. menurut bapak saya sebaiknya menggunakan analisis data statistik yang mana pak?

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

    Dengan memperhatikan penjelasan mbak Latifah di atas: variabel mekanisme koping disusun dari beberapa item pertanyaan, yg tiap-tiap item pertanyaan mempunyai 2 alternatif jawaban, hasil akhirnya nanti dalam skala apa? Nominal, ordinal, interval/rasio. Begitu juga utk variabel kecemasan disusun dari beberapa item pertanyaan, yg tiap-tiap item pertanyaan mempunyai 4 atau 5 alternatif jawaban, hasil akhirnya nanti dalam skala apa? Nominal, ordinal, interval/rasio.

    03/02/16 | 22:09

    latifatur rohmah baik pak, untuk yang mekanisme koping terdapat 66 item pernyataan. dan menggunakan 4 alternatif jawaban 0 = jika tidak pernah dilakukan, 1 = kadang-kadang dilakukan, 2 = agak sering dilakukan, 3= sering dilakukan dan nantinya saya mengkategorikan menjadi 2 mekanisme koping yaitu mekanisme koping yang berpusat pada masalah dan yang berpusat pada emosi. kemudian yang kecemasan ada ada 3 alternatif jawaban yaitu SS= sangat setuju, S= setuju, STS = sangat tidak setuju
    dan saya melakukan skoring.
    1- 14 : tidak cemas
    15- 35 : kecemasan ringan
    36-55 : kecemasan sedang
    56- 76 : kecemasan berat
    bagaimana pak?
    trimakasih

    03/02/16 | 22:18

    Zulaela Data hasil penelitiannya dapat diringkaskan dalam tabel kontingensi: 2 x 4 (2 brs, 4 klm). Untuk mengetaui hubungan antara mekanisme koping dg kecemasan bisa menggunakan Chi-square Test asalkan tidak ada expected value dalam tiap-tiap sel yg kurang dari 5; kalau ada maka tabel kontingensi di atas disederhanakan menjadi 2 x 3 atau bahkan sampai 2 x 2. Jika ternyata dlm tabel 2 x 2 masih ada expected value sel yg kurang dari 5, maka Fisher's Exact Test solusinya.

    03/02/16 | 22:47

    latifatur rohmah baik pak, o iya pak saya mau tanya lagi. untuk uji chi-square test mnurut buku I Ketut Swarjana "metode penelitian kesehatan" mengatakan bahwa uji tersebut digunakan jika kedua datanya nominal dan menurut buku penelitian statistik dari Saryono Chi square test digunakan jika tabel kontingensi 2x2
    bagaimana menurut bapak?

    03/02/16 | 22:59

    Zulaela Chi-square test tidak hanya dapat digunakan untuk tabel kontingensi 2x2, tetapi bisa untuk tabel kontingensi b x k (b baris, k kolom).

    09/02/16 | 14:36

    Maria D.G. Sianturi  | 13/08/15 | 15:29

    Konsultasi Analisis Statistik Tesis

    Selamat sore, Pak Zulaela.

    Saya Maria Sianturi, mahasiswa Tropmed UGM 2014.

    Mohon bantuannya, Pak, saya mau mengkonsultasikan mengenai analisis stastistik data tesis.

    Judul tesis saya: Hubungan Karakteristik Sosio-Demografik, Pengetahuan tentang Kebersihan dan Lingkungan terhadap Kejadian Infeksi Protozoa Usus pada Anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Salahutu dan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

    Jumlah sampel 170.

    Variabel bebasnya adalah usia (skala numerik), jenis kelamin (skala nominal), tingkat pendidikan orang tua (skala ordinal), rata-rata penghasilan keluarga per bulan (skala ordinal), mata pencaharian utama keluarga (skala nominal), pengetahuan anak tentang kebersihan (skala numerik), sumber air bersih (skala nominal), sumber air minum (skala nominal), ketersediaan jamban (skala nominal), tempat tinggal (skala nominal).

    Variabel terikatnya adalah kejadian infeksi E. histolytica, G. lamblia, C. parvum, E. coli, C. masnilli, I. butschii, multiinfeksi (semua skala nominal).

    Untuk variabel usia dan pengetahuan anak tentang kebersihan, apabila mau diubah menjadi data kategorikal, bolehkan langsung berdasarkan keinginan peneliti (dari literatur sebelumnya)?

    Dengan Kolmogorov smirnov test, didapati data tidak terdistribusi normal. Apakah cut off nya harus menggunakan nilai median?

    Bila tetap menggunakan skala numeriknya, variabel usia dan pengetahuan anak tentang kebersihan distribusinya tidak normal. Kemudian variabel usia dapat dinormalkan (dengan LG10), apakah variabel usia setelah dinormalkan ini dapat digunakan langsung sebagai variabel dengan skala numerik untuk diuji? Untuk variabel pengetahuan anak tentang kebersihan tidak dapat saya olah menjadi distribusi normal.

    Bila semua variabel bebas dikategorikan, saya menggunakan uji Chi square, bila tidak terpenuhi, digunakan Fisher exact test. Namun hasilnya tidak ada yang bermakna. Apakah kategori saya harus dicek ulang, Pak?

    Mohon bantuannya.

    Terima kasih,

    Maria Sianturi

    Komentar:

    Zulaela Variabel usia dan pengetauan anak tentang kebersihan yang awal diukur dengan menggunakan skala rasio, kemudian akan diubah menjadi data yang kategorikal (nominal atau ordinal) sebaiknya pengkategoriannya berdasarkan teori atau konsep (tidak boleh sesuka peneliti).
    Kalau semua variabel bebasnya kategorikal (hanya 2 kategori) dengan variabel terikatnya (2 kategori: infeksi atau tidak) maka ujinya chi-square test bila syaratnya dipenuhi jika tidak fishers' exact test. Jika variabel bebasnya kategorinya lebih dari 2 maka ujinya tetap bisa menggunakan chi-square test asal syaratnya dipenuhi, kalau tidak maka kategorinya perlu disederhanakan.

    26/08/15 | 10:20

    Zulaela Apabila variabel usia dan pengetauan anak tentang kebersihan tetap menggunakan skala rasio maka uji statistiknya akan menyesuaikan (bukan chi-square test).

    26/08/15 | 10:32

      | 14/12/14 | 19:43

    Analisis untuk mengontrol variabel pengganggu

    Assalamu'alaikum pak Zulaela,

    Assalamu'alaikum pak Zulaela, saya Dwikus mahasiswa keperawatan

    saya mau menanyakan analisis apa untuk mengontrol variabel pengiring atau pengganggu dalam penelitian eksperimen?

    Penelitian saya tentang pengaruh relaksasi untuk menurunkan gejala premenstrual syndrome/ PMS. Saya mengukur tekanan darah, nadi dan pernapasan pre dan post relaksasi. Tapi saat uji beda karakteristik aspek aktifitas olahraga, nilai p=0,000. Padahal secara teori, olahraga dapat mempengaruhi PMS. Saya ingin mengontrol variabel olahraga, agar hasil pengukuran itu benar2 krn relaksasi. 

    Dan bagaimana melakukan analisis tersebut pada SPSS?

    Mohon masukannya pak, terima kasih

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
    Coba bu Dwi jelaskan secara singkat jalannya penelitian ibu, kemudian sebutkan skala pengukuran dari variabel-variabel di atas (dependen, independen dan pengganggu), selanjutnya tuliskan hipotesis penelitiannya.

    17/12/14 | 11:22

    penelitian saya ttg terapi relaksasi progresif dlm menurunkan gejala premenstrual syndrome. penurunan PMS dilihat dari proporsi gejala pre dan post relaksasi dan perbedaan pengukuran tekanan darah, nadi & RR pre post relasasi.
    Gejala PMS spt cemas, depresi, insomnia, nyeri persendian, mudah marah, dll (skala nominal). Untuk TTV skala numerik. Variabel confoundingnya aktifitas olah raga (skala nominal: ya tidak). Hipotesis: terapi relaksasi progresif efektif dalam menurunkan premenstrual syndrome.
    Jalan penelitian: saya melakukan screening prevalensi PMS di kelas X, XI dan XII dengan kuesioner, siswi yang memenuhi inklusi eksklusi saya berikan relaksasi progresif hari 1-3 menstruasi (n=26). TTV diukur 15 menit sebelum relaksasi 1 dan diukur lagi 15 menit setelah relaksasi 3. Siswi jg mencatat gejala yg dirasakan dlm diary. saat screening, ada confounding aktifitas olah raga dimana p=0,000. Perubahan proporsi gejala, di uji chi square sedangkan TTV pre post diuji dg paired t-test (normal), Wilcoxon (tidak normal). Hasil TTV semua p

    17/12/14 | 14:02

    Hasil TTV semua p

    17/12/14 | 14:11

    Zulaela Jalannya penelitian ibu Dwi, memilih 26 siswi kelas X, XI dan XII yg memenuhi kriteria penelitian, kemudian semua siswi tersebut diberi relaksasi progresif. Selanjutnya diukur beberapa hal (variabel) sebelum dan sesudah diberi relaksasi progresif. Jika skala pengukuran variabelnya rasio maka Paired t Test (memenuhi asumsi normalitas) atau Wilcoxon Test (tidak memenuhi asumsi normalitas), sedangkan jika nominal maka Mc Nemar Test. Coba bu di cek di buku Biostatistika. Terima kasih

    06/01/15 | 14:20

    Iga Trisnawati  | 25/11/14 | 10:48

    Jenis Penelitian dan Pengelolahan Data

    Assalamualaikum pak, saya mau menanyakan mengenai judul skripsi saya "Hubungan Persepsi dan Minat Dengan Motivasi Mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta Semester VII Untuk Studi Lanjut S2 Kebidanan", desain penelitian yang saya gunakan case control, saya mau menanyakan jenis penilitiaan saya penelitian deskriptif analitik atau kuantitatif ? dan juga untuk pengolahan datanya saya menggunakan apa ?

    terimakasih.

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
    Dalam bab metode penelitian, cukup menuliskan desain penelitiannya: case control study design, kalau memang mau ditambahkan jenis penelitiannya: ya, analitik mbak Iga.
    Uji statistik yang digunakan dalam penelitian Iga, tergantung pada skala pengukuran variabel-variabelnya (nominal, ordinal, interval atau rasio). Coba tuliskan DO dan skala pengukuran variabel-variabel penelitian Iga.

    26/11/14 | 12:47

    Iga Trisnawati terima kasih pak.
    untuk DO-nya:
    a. persepsi : tanggapan mahasiswa DIV Bidan Pendidik tentang Studi
    Lanjut S2 Kebidanan. skala : ordinal, hasil ukur :
    0 = negatif, jika < mean/median, 1 = positif jika ā‰„ mean/
    median.
    b. minat : keinginan melanjutkan studi lanjut pendidikan S2 Kebidanan
    oleh Mahasiswa D IV bidan pendidik. skala : ordinal hasil
    ukur : 0 = kecil, jika < mean/median, 1 = besar jika ā‰„ mean/
    median.
    c. motivasi : Dorongan yang berasal dari dalam maupun dari luar diri
    mahasiswa DIV bidan Pendidik yang akan melanjutkan Studi
    kejenjang S2 Kebidanan. skala : ordinal hasil ukur :
    0 = rendah, jika < mean/median, 1 = tinggi jika ā‰„ mean/
    median.
    bagaimana untuk uji statistiknya pak, saya menggunakan uji apa pak?
    trimakasih pak.

    02/12/14 | 23:02

    Zulaela Karena definisi operasional dari persepsi, minat dan motivasi seperti yang Iga jelaskan di atas, maka uji statistiknya: chi-square test dengan ukuran asosiasinya OR.

    11/12/14 | 09:45

    Iga Trisnawati baik pak,
    pak bagaimana kalu saya ingin menggunakan Uji Korelasi atau Uji Regresi pak?
    bagaimana bentuk DO saya pak? apakah diganti seperti misalnya jawaban benar ā‰„ 76% kategori tinggi, jawaban benar < 76% kategori rendah?

    07/01/15 | 09:34

    Zulaela Regresi logistik ganda dapat dipilih untuk analisis multi-variabel.

    14/01/15 | 11:45

    sriwahyuni  | 17/05/14 | 07:39

    Besar sampel dan uji statistik

    Assalamu'alaikum. Selamat pagi. Senang sekali akhirnya mengetahui ada web konsultasi statistik pasca ikut workshop TOD. Semoga diadakan kembali dlm waktu dekat. 

    Saya ingin berkonsultasi mengenai beberapa hal: 

    1. Sy melakukan penelitian ttg anemia pd remaja putri, desain case control. Besar sampel y sy hitung 40 org kasus-kontrol. Stelah skring awal dan pengambilan sampel ke beberapa lokasi sy menemukan hanya 22 kasus dr skrining 113 org. Sy ingin menanyakan, bagaimana jika sy tidak bs memenuhi besar sampelnya. Apakah boleh jika sy menambahkan kontrol y lebih besar (1:2)? Apakah utk uji statistiknya akan berbeda nantinya? 

    2. Sy ingin menguji pertanyaan penelitian "apakah ada perbedaan kadar hb antara kelompok anemia (wildtype & polimorfisme) dan tidak anemia (wildtype dan polimorfisme). Kelompok polimorfisme ada 3 genotip. Uji apakah y dpt sy gunakan. 

    3. Bagaimana cara mencari ORnya dr kasus tsb?

    Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Wassalam.

    Komentar:

    Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
    1. Berdasarkan informasi di atas. Untuk mencapai 40 kasus, maka seharusnya yang disekrining sekitar 200 remaja putri, agar memenuhi minimum ukuran sampel. Jika ukuran sampel tidak sesuai dengan yang seharusnya maka ada kemungkinan hasil uji statistiknya berbeda.
    2. Independent samples t test (Mann-Whitney test) dapat digunakan untuk mengetaui adanya perbedaan kadar hb antara 2 kelompok, sedangkan ANOVA (Kruskal Wallis test) untuk yang lebih dari 2 kelompok.
    3. Untuk menghitung OR dari data hasil penelitian dengan desain kasus-kontrol adalah OR=(ad/bc).

    04/06/14 | 13:49

    Eni Rahmawati  | 03/04/14 | 07:52

    Standar deviasi dan mean

    Selamat pagi bapak, saya ingin berkonsultasi tentang standar deviasi (SD) untuk menghitung besar sempel.  saya menggunakan uji hipotesis dengan data kontinu, untuk harga varians itu di dapatkan dari kuadrat (SD1+SD2)/2. Pada jurnal di penelitian sebelumnya SD yang ditampilkan adalah SD pre dan post test kelompok intervensi dan SD pre dan post test kelompok kontrol. Mana yang harus saya gunakan untuk SD1 dan SD2 (apakah SD post test dimasing-masing kelompok atau selisih SD antara pre dan pos test dimasing-masing kelompok?). Begitu juga untuk mean, pada jurnal ditampilkan mean pre post pada setiap kelompok, mana yang seharusnya saya gunakan. Mohon pencerahannya. Terimakasih.

    Komentar:

    Zulaela Besar sampel untuk hipotesis 2 mean, memang memerlukan informasi tentang variansi. Variansi ini dapat dihitung dari (SD1 dikuadratkan + SD2 dikuadratkan)/2. Karena dalam penelitian ini ada beberapa hipotesis, maka besar sampelnya dihitung berdasarkan SD post test dimasing-masing kelompok, kemudian dihitung juga berdasarkan selisih SD antara pre dan post test dimasing-masing kelompok. Ukuran sampel yang paling besar dipilih.

    08/04/14 | 13:16

    Eni Rahmawati Terima kasih bapak atas pencerahannya, sangat membantu informasinya.

    14/04/14 | 20:08

    Eni Rahmawati Bapak, sy ingin memastikan ttg keraguan sy. Uji apakah yg harus sy pakai untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan (data ordinal/katagorikl) terhadap kecemasan (data interval/numerik) apakah benar menggunakan uji mann whitney test? Atau menggunakan chi square tabel 2x2 bisa?Terima kasih.

    14/04/14 | 20:14

    Zulaela Apabila tingkat pendidikan (rendah, tinggi) terhadap kecemasan (interval/rasio/numerik) maka uji statistiknya independent samples t test (syarat normalitasnya dipenuhi, jika tdk maka digunakan mann whitney test), sedangkan apabila tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT) terhadap kecemasan (interval/rasio/numerik) maka uji statistiknya ANOVA (syarat normalitas dan homogenitas dipenuhi, jika tdk maka digunakan kruskal wallis test)

    15/04/14 | 11:18

    Eni Rahmawati Terima kasih bapak zulaela, meluangkan waktu untuk membaca dan merespon pertanyaan-pertanyaan dari kami. Mohon maaf bapak, mungkin satu lagi... Saat ini saya membuat kuesioner tentang kecemasan sendiri yaitu dengan mengadopsi dr luar. Kecemasan tersebut memiliki rentang skor antara 44-176 (blm di uji validitas). Bagaimana sy membagi rentang skor tersebut menjadi 4 bagian (cemas ringan, sedang, ringan dan panik). Saya dan teman-teman sudah berdiskusi namun masih belum menemukan titik terangnya.. Terima kasih.

    15/04/14 | 19:25

    Gesti Widiarini  | 15/03/14 | 13:37

    Uji Normalitas

    Selamat siang,pak..Saya ingin menanyakan mengenai uji normalitas. Kebetulan penelitian saya menggunakan pre-post test control group design. Yang ingin saya tanyakan adalah:

    1. Untuk uji normalitas,apakah data yang diinput adalah data pre dan post test semua kelompok (kelompok kontrol dan eksperimental) atau hanya selisih (skor post dikurangi pre test) kedua kelompok saja?Kemudian menginput dalam data view SPSSnya bagaimana,pak?2. Setelah diketahui normal atau tidaknya, data yang nanti dimasukkan dalam uji T berpasangan (bila normal) atau wilcoxon (bila tidak normal) berupa skor pre test post test kedua kelompok atau selisihnya saja?3. Untuk uji independent T-test atau Mann Whitney, apakah yang diinput hanya data post-testnya saja,pak? berhubung tujuannya ingin mengetahui perbedaan antara kedua kelompok penelitianDemikian,pak,mohon arahan dan bimbingannya. Terima kasih

    Komentar:

    Zulaela 1. Data yang harus diinputkan ke dalam spss data editor adalah data pre & post test sekaligus kelompok kontrol & eksperimen, sedangkan selisih skor pre & post test dibuat melalui spss dg pilihan TRANSFORM kemudian COMPUTE VARIABLE, variabel yg terbentuk (selisih skor pre & post test) yang harus dicek normal tidaknya. Variabel pre & post test yang dimasukkan dlm paired samples t test atau dalam wilcoxon test, baik itu untuk kelompok kontrol maupun eksperimen. Independent samples t test maupun Mann Whitney test dapat digunakan untuk membandingkan variabel yg terbentuk tadi (selisih skor pre & post test)antara kelompok kontrol & eksperimen. Selamat mencoba bu.

    17/03/14 | 09:04

    Ida Erni Sipahutar  | 15/03/14 | 09:15

    SAMPLE UJI VARIABEL

    Selamat pagi pak, sy ingin menanyakan berapa jumlah sampel yang dapat dipakai untuk melakukan uji validitas alat ukur pak? bagaimana tahap-tahap untuk melakukan uji validitas pak? Trimakasih

    Dwi Kustriyanti  | 11/03/14 | 14:22

    Analisa statistik

    Assalamualaikum wr.wb

    Pak, saya ingin mengetahui perbedaan gejala premenstrual syndrome sebelum dan sesudah diberikan terapi. saya menggunakan one group pretest dan post test design, analisa apa yang sebaiknya saya gunakan? dan bagaimana saya menentukan besar sampelnya?

    Komentar:

    Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
    Jika gejala premenstrual syndrome diukur dalam skala rasio dan perubahan sebelum dan sesudah dapat terapi mengikuti distribusi/sebaran normal, maka uji statistiknya adalah paired samples t test, apabila tdk demikian uji statistiknya wilcoxon test. Rumus besar sampel uji hipotesis mean data berpasangan.

    11/03/14 | 20:00

    Ni Luh Agustini Purnama  | 26/02/14 | 21:07

    BESAR SAMPEL

    Bagaimana menghitung besar sampel dan analisis statistik untuk menjawab tujuan penelitian "Apakah ada hubungan A dengan B". Skala pengukuran variabel A adalah ratio dan Variabel B adalah ordinal. Desain penelitian adalah cross sectional. Bedasarkan hasil studi pendahuluan besarnya populasi 160. Rumus mana yang harus digunakan?. Terima Kasih

    Komentar:

    Zulaela Spearman Rank Correlation Coefficient dapat digunakan untuk mengetaui derajat hubungan antara variabel A dan B tersebut, bu. Untuk itu, besar sampelnya dihitung menggunakan rumus besar sampel untuk korelasi tersebut.

    28/02/14 | 16:19

    Ni Luh Agustini Purnama terima kasih atas responnya Pak

    untuk menghitung besar sampel korelasi apakah bisa menggunakan sample size calculator GPower dengan effect size (r = 0.3) err prob 0.05, power 0.8?
    bagaimana Pak cara menentukan two tail atau one tail?

    terima kasih

    11/03/14 | 15:51

    Zulaela Alat bantu hitung untuk mendapatkan besar sampel bisa menggunakan kalkulator apasaja. Pemilihan two tail atau one tail test ini tergantung pada hipotesis penelitian bu. Apabila hipotesis penelitian arahnya jelas bahwa yang satu lebih baik dari yang lain maka dipilih one tail test, jika tidak demikian two tail test.

    11/03/14 | 20:16

    Nike Puliansari Assalamualaikum wr.wb.
    saya ingin menanyakan untuk rumus besar sampel korelasi bisa dilihat di buku apa ya Pak? terimakasih sebelumnya.

    06/10/14 | 08:25

    fanny  | 23/02/14 | 12:30

    Stochastic Frontier

    Ada buku tentang cara menggunakan softwar stochastic frontier tidak ? saya ingin menganalisis efisiensi teknis produksi. Apa tersedia jasanya di LKS ini ? terima kasih

    Komentar:

    Zulaela Mohon maaf buku yang ibu Fanny butuhkan,sementara ini belum ada/ didapatkan. Saya masih mencoba menanyakan keteman-teman yang lebih banyak belajar mengenahi stochastic.

    28/02/14 | 16:30

    ulima rahma  | 06/02/14 | 16:23

    BESAR SAMPEL

    Bagaimana menghitung besar sampel dan analisis statistika untuk menjawab tujuan penelitian : apakah terdapat perbedaan antara obat A, B,C dengan design penelitian observatif analitik (hanya di lihat saja efeknya) dan prospektif dengan skala ratio (jam, hari). rumus besar sample mana yang di pakai?.

    terimakasih

    Komentar:

    Zulaela Untuk menghitung besar seperti yang ibu maksudkan di atas di dalam buku ini tidak ada "Adequacy of Sample Size in Health Studies. John Wiley & Sons, New York by Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. and Lwanga, S.K. 1990", adanya di dalam buku berikut bu: Applied Linier Statistical Models. Richard D. Irwin, Inc. Illinois by Nater, J., Wasserman, W. & Kutner, M.H. 1990. Bukunya Nater dalam Bab Besar Sampel atau Power untuk ANOVA, dapat ibu baca di perpustakaan FMIPA Gedung Selatan, dekat Mirota Kampus. Kalau masih ada kesulitan bisa menghubungi lagi bu. Terima kasih.

    07/02/14 | 16:29

    Ndaru Setyaningrum  | 05/02/14 | 10:43

    Besar sampel

    Bagaimana menghitung besar sampel dan analisis statistika untuk menjawab tujuan penelitian : apakah terdapat perbedaan sebelum dan setelah menggunakan obat X?

    Komentar:

    Zulaela Maaf bu, rumus besar sampelnya belum bisa muncul di dalam komentar ini, karena menggunakan lambang atau notasi matematika. Untuk itu rumus besar tersebut dapat ibu peroleh secara lengkap di dalam buku ini "Adequacy of Sample Size in Health Studies. John Wiley & Sons, New York by Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. and Lwanga, S.K. 1990". Terima kasih.

    07/02/14 | 16:49