Selamat datang di Layanan Konsultasi Statistika. Layanan ini bersifat gratis dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh kalangan masyarakat.

siti  | 30/08/17 | 07:04

penelitian eksperimen tanpa kelompok pembanding

assalamu'alaikum pak, mau tanya uji statistik apa yang sesuai dengan penelitian sya yaitu hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran? model pembelajarannya itu hanya satau dan desain penelitian penelitian menggunakan quasi dan hanya postest saja tanpa kelompok pembanding. mohon penjelasannya. Terimakasih sebelumnya pak. wassalamu'alaikum

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Dengan memperhatikan uraian Anda yang sangat singkat di atas, uji statistiknya adalah one sample t test atau z test untuk satu populasi mean. Untuk lebih memastikan tepatnya uji statistik, coba jelaskan hipotesis Anda.

14/09/17 | 21:07

Dwi Oktarini  | 29/08/17 | 21:37

Analisis Data

Assalamualaikum pak zulela,

Saya mau tanya pak tentang analisis data di penelitian KTI saya.

KTI saya berjudul Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Indeks Karies Pada Anak Usia 4-6 Tahun.

Rumusan masalahnya : Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orangtua dengan indeks karies gigi (ICDAS) pada anak usia 4-6 tahun?

Hipotesisnya :

  • Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan orangtua dengan indeks karies pada anak pra sekolah. 
  • Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut orangtua dengan indeks karies pada anak pra sekolah

Jenis penelitian saya observasional analitik dengan desain cross sectional. Untuk hasilnya dari tingkat pendidikan sendiri ada 3 kategori pak yaitu tinggi, menengah dan dasar (data ordinal). Untuk kategori tingkat pengetahuannya ada 3 kategori juga pak yaitu tinggi, cukup dan rendah (data ordinal). Dan untuk kategori indeks kariesnya ada 4 kategori pak yaitu D0, D1, D2, dan DT (data ordinal).

Semuanya merupakan data ordinal pak, ini masuk ke multivariat mboten nggih pak? dan Analisis data korelasi yang tepat apa nggih pak? Terimakasih pak atas bantuannya.

Waasalamualaikum wr.wb

Komentar:

Dwi Oktarini Maaf pak untuk yang kategori indeks kariesnya merupakan data numerik.

02/09/17 | 11:07

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Jika skala data untuk indeks karies diukur dalam skala rasio (data numerik), maka ANOVA dapat digunakan untuk mengetaui perbedaan indeks karies antar 3 kelompok tingkat pendidikan, begitu juga untuk antar 3 kelompok pengetauan.
Catatan ANOVA:
1. Membandingkan lebih dari 2 kelompok independen.
2. Variabel interes diukur dalam skala rasio.
3. Variabel interes dalam tiap kelompok mengikuti distribusi normal.
4. Variansi variabel interes sama

14/09/17 | 20:56

naomi rosantika tondang  | 15/08/17 | 18:22

panduan regresi ordinal

selamat siang pak izin bertanya.. saya sedang melakukan penelitian akhir dan anjuran pembimbing saya menggunakan regresi ordinal.. mohon mahan jika bapak berkenan mohon bantuan untuk panduan dalam pengolahan data regresi ordinal.. trima kasih sebelumnya pak

Komentar:

Zulaela Berikut adalah judul buku regresi dg respon ordinal. Logistic Regression Models For Ordinal Response Variables, by Ann A. OConnell.

28/08/17 | 14:06

Galang Tri Atmaja  | 15/08/17 | 01:12

Besar Sampel

Assalamu'alaikum pak izin bertanya,tujuan penelitian saya adalah mengetahui perbandingan CK, CK-MB, Troponin I pada miokarditis dengue terhadap derajat keparahan. Variabel kadar cardiac marker (CK,CK-MB,TnI) skalanya ordinal (meningkat/tidak meningkat) dan variabel derajat keparahan (DF,DHF,DSS) skalanya ordinal. Desain penelitiannya cross sectional. hipotesisnya terdapat perbedaan kelainan cardiac marker pada tiap derajat keparahan miokarditis dengue. Lalu bagaimana cara menghitung besar sampelnya pak? terimakasih sebelumya

Komentar:

Zulaela Dengan memperhatikan desain penelitian Anda yang cross-sectional dan skala pengukuran variabel seperti di atas (meningkat/tidak meningkat), maka rumus besar sampel terlampir.

21/08/17 | 14:07

ayu budi permatasari  | 31/07/17 | 19:51

Analisa data

Pak saya ingin bertanya, jika saya memiliki 5 kelompok dengan masing-masing terdiri dari 2 sampel untuk tiap kelompk, dan saya ingin membandingkan dengan variabel terikat yang berbentuk rasio, uji statistik apa yang dapat saya gunakan? Apakah bisa saya menggunakan one-way ANOVA? JIka tidak, uji statistik alternatif apa yang dapat dilakukan? terimakasih

Komentar:

Zulaela Pada dasarnya uji statistik yang digunakan untuk membandingkan variabel terikat rasio antar 5 kelompok adalah ANOVA atau lengkapnya Oneway ANOVA, apabila syarat2nya dipenuhi (salah satunya adalah variabel terikat dalam tiap kelompok mengikuti distribusi normal). Mengingat dalam penelitian anda tiap kelompok hanya dikenakan pada 2 subjek/ objek, syarat di atas sulit untuk dipenuhi. Oleh sebab itu coba gunakan Kruskal Wallis Test.

01/08/17 | 12:39

Ardila  | 09/07/17 | 22:37

Aplikasi MSi

Apakah ada aplikasi selain Msi yg bisa digunakan utk mengubah data ordinal mjd data interval?terima kasih

Komentar:

Zulaela Arah yang tepat adalah data yang diukur dalam skala rasio (interval) menjadi data dalam skala ordinal.

17/07/17 | 14:37

Pilifus Junianto  | 26/06/17 | 13:52

Tanya metode

Bagaimana jika variabel dependen (y) ada dua variabel (Y1 dan Y2) dengan masing2 berskala ordinal; sedangkan variabel independentnya (x) ada lebih dari 2 (x1,x2, dst..) dengan skala ordinal,nominal?

Analisis apa yg bisa saya pakai dalam penelitian? Regresi ordinal ? atau Regresi berganda?

Komentar:

Zulaela Untuk variabel dependen Y1 yang ordinal, dengan sekumpulkan variabel independen X, analisis data bisa menggunakan regresi berganda dengan respon yang ordinal (singkatnya: regresi ordinal), begitu juga untuk variabel dependen Y2.

17/07/17 | 14:43

Hijrah Saputra  | 21/06/17 | 09:24

AR-AIC

Selamat pagi,

Apakah metode AR-AIC bisa digunakan untuk data time series yang panjang seperti aplikasi pada sinyal seismic

farid suprianto  | 21/05/17 | 22:37

assalamu'alaikum

assalamu'laikum

saya sedang melakukan penelitian sosialtentang dampak kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga.

apakah penelitian tersebut bisa di kuantitatifkan? metode statistik apa yang bisa di gunakan ?

terimakasih

 

 

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb
Informasi di atas, terlalu singkat mas Farid. Bisakah dijelaskan lebih rinci, misalnya desain penelitiannya apa,kemudian jalannya penelitian, selanjutnya variabel apa saja yang diukur/ dikumpulkan beserta skala pengukurannya,tujuan penelitiannya, dll.

08/06/17 | 11:39

yunita rahmawati  | 24/04/17 | 14:01

analisis statistik

assalamualaikum wr.wb 

pak, saya ingin bertanya terkait uji analisis bivariat komparatif, jika saya ingin mengetahui perbedaan rata-rata antara pengetahuan kelompok kontrol dan kelompok perlakuan setelah dilakukan penyuluhan yang terbagi menjadi 3 kategori menjadi tinggi,sedang, rendah, apakah bisa mengunakan uji statistik mann whitney?  

Komentar:

Zulaela Jika pengetauan diukur dalam skala pengukuran rasio dan mengikuti distribusi normal, maka independent samples t test dapat digunakan; pengetauan diukur dalam skala pengukuran rasio dan tidak mengikuti distribusi normal, maka mann whitney test dapat dipilih. Untuk kasus Anda, jika hasil penelitian diringkaskan dalam tabel 2 baris (kontrol, perlakuan) 3 kolom (rendah, sedang, tinggi), lebih dianjurkan pakai chi-square test daripada mann whitney test.

27/04/17 | 12:31

Burhannudin  | 17/04/17 | 13:01

Dunn's test

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

 

Pak, saya bingung mengenai penggunaan dunn's test?

Komentar:

Zulaela Maaf bisakah diceriterakan secara singkat penelitian Anda seperti apa? desain, variabel2 yang diukur, skala pengukuran variabel, tujuan dan hipotesisnya, dll.

27/04/17 | 12:42

Dwi Reza  | 17/04/17 | 12:10

Penelitian Eksperimental

Assalamualaikum, wr.wb

Pak saya mau tanya, penelitian saya berjudul ; Pengaruh latihan aerobik dan anaerobik terhadap kadar hemaglobin dalam darah. Variabel independent : aerobik & anarobik, dependentnya kadar hemoglobin. Total sampel 27, terdiri dari 3 kelompok, kelompok A 10 sampel, kelompok B 10 sampel dan kelompok C 7 sampel, pake yang post test only.

Yang ingin saya tanyakan :

1. Utk tes normalitas, apakah bisa menggunakan uji saphiro wilk? jika tidak bisa saya harus menggunakan apa?

2. untuk mencari homogenitasnya, apakah bisa menggunakan uji schefee? 

3.Untuk melihat pengaruh ataupun perbedaan rerata dari ke 3 kelompok tersebut apakah bisa saya menggunakan uji ANOVA? Ataukah ada cara lain?

Mohon bantuannya pak, saya benar2 bingung mengolah data ini, saya harap bapak dapat berkenan membantu saya dalam menjawab pertanyaan untuk ujian tesis tahap akhir ini, terimakasih

Wassalamualikum,wr.wb

Komentar:

Dwi Reza maaf pak untuk kelompok perlakuan itu A & B, kelompok kontrolnya C, terimakasih

17/04/17 | 12:54

Zulaela 1. Saphiro wilk test dapat digunakan utk menguji normalitas kadar hemoglobin dalam tiap2 kelompok.
2. Levene's test dapat digunakan utk menguji kesamaan variansi.
3. ANOVA dapat digubakan utk menguji perbedaan rerata 3 kelompok, jika asumsinya dipenuhi. Kalau tidak, gunakan Kruskal wallis test.

27/04/17 | 12:39

Seswira Yunita  | 26/03/17 | 11:37

Penelitian 3 variabel

Assalamu'alaikum wr.wb pak. Terimakasih pak sebelumnya. Pak, saya ingin bertanya, judul penelitian saya adalah pengatuh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari motivasi belajar siswa. Variabel moderatnya adalah motivasi belajar siswa. Nah, untuk mngukur motivasi tsb menggunakan angket yg nantinya juga akan mengelompokkan motivasi belajar siswa mnjadi tinggi, sedang dan rendah. Tentunya masing2  jumlah siswa yg memiliki motivasi blajar tinggi, sedang dan rendah antara kelompok eksperimendan kontrol akan berbeda. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah bisa kita membandingkan (melihat perbedaan) antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yg memiliki motivasi tinggi/sedang/rendah pada kelas eksperimen dan klas kontrol? Mohon bimbingannya pak. Terimakasih banyak pak sebelumnya. Wassalam

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Membandingkan (melihat perbedaan) antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yg memiliki motivasi tinggi/sedang/rendah pada kelas eksperimen dan klas kontrol dapat dilakukan walaupun frekuensi dalam tiap-tiap sel berbeda.

29/03/17 | 13:54

Seswira Yunita Terimakasih banyak pak telah menanggapi pertanyaan saya. Berarti, nilai standar deviasi antara pengelompokkan motivasi di kelas eksperimen dan kelas kontol akan berbeda pula kan pak?
Maaf pak, saya ingin bertanya lagi. Saya masih agak bingung. Kata narasumber yg saya temui, tidak bisa membandingkan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol karena frekuensi masing2 selnya berbeda. Menurutnya, hal yg bisa dibandingkan itu adalah hal yg setara. Saya masih bingung pak. Dimana letak salahnya.
Apakah ada referensi yg bisa saya jadikan pedoman untuk memantapkan penelitian saya,pak? Kira2, analisis apa yg harus saya gunakan, pak? Terimakasih banyak sebelumnya pak.

31/03/17 | 00:29

Ety Estitasari  | 18/03/17 | 12:28

Range Kelompok Usia

Assalamualaikum Bapak Zulaela, 

Saya mau menanyakan apakah range pada kelompok usia maupun masa kerja sudah bisa kita tentukan? sedangkan data belum kita dapatkan dikarenakan masih dalam proses penyusunan proposal. kemudian jika data sudah terkumpul bagaimana cara menentukan interval usia dan masa kerja tersebut pak? mohon pengarahannya. terima kasih

Komentar:

Zulaela Waálaikumussalam wr wb.
Saya kira tergantung pada substansinya. Di ilmu kebidanan misalnya,pengelompokan usia reproduksi sehat: menjadi kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun dan 20 tahun - 35 tahun, sudah bisa ditentukan walau masih menyusun proposal. Pengelompokan penghasilan keluarga, contoh lainnya, bisa mengacu bagaimana Badan Pusat Statistik biasanya menggunakannya, begitu juga untuk masa kerja dan lainnya.

21/03/17 | 12:41

Dwi Aprilina Andriani  | 17/03/17 | 20:24

Regresi Ordinal

Assalamualaikum, saya dwi dari PSIK

Penelitian saya berjudul faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup profesional perawat. Variabel dependen saya merupakan data kategorik ordinal (tinggi, sedang, rendah) dan variabel independen saya ada 10 terdiri dari interval dan ordinal dikotom dan ordinal polikotom. Jika saya ingin melakukan analisis multivariat regresi ordinal, sudah benarkah langkah saya : 

1. Saya mencari asumsi proposional OR tiap variabel independen, kemudian yang memenuhi tes parallel line p>0,05 saya jadikan kandidat sebagai variabel yang nantinya saya uji bersama variabel lain. Dalam hal ini saya hanya melihat tes paralel line dengan mengabaikan model of fit dari variabel tersebut.

2. Apakah bisa melakukan uji regresi ordinal dengan variabel independen dengan kategorik yang jumlahnya berbeda (dikotom-polikotom)? Apa setiap variabel independen yang diuji regresi ordinal harus dikotom?

3. Mengapa bisa ada perbedaan hasil p-value pada uji bivariat chi-square tabel 2x3 dengan apabila menggunakan regresi ordinal?Mana yang harus digunakan?

Mohon masukannya. Terima kasih sebelumnya 

Komentar:

Zulaela Waálaikumussalam wr wb.
Regresi dengan ordinal respon sudah tepat digunakan untuk kasus ibu di atas.
1. Hasil analisis bivariabel (setiap variabel independen dengan variabel dependen) yang p_valuenya lebih kecil dari 0,25 layak diikutkan keanalisis berikutnya.
2.Variabel independen yang dikotom maupun polikotom (dibikin dummy variables dulu) bisa diikutkan dalam regresi ordinal.
3. Seharusnya hasilnya konsisten.

21/03/17 | 12:52

Dwi Arini  | 11/03/17 | 13:00

Perlakuan 2 eksperimen

Assalamualaikum Pak. judul skripsi saya perbedaan efektivitas metode demonstrasi dan eudiovisual terhadap efikasi diri mahasiswa.

Penelitian saya menggunakan quasi eksperimen dg desain postest only control group desain.

apakah ada desain dg membandingkan eksperimen 1 dan eksperimen 2? Tanpa ada kelompok kontrolnya?

terimaksih

Komentar:

Zulaela Waálaikumussalam wr wb.
Dengan memperhatikan judul skripsi mbak Dwi Arini di atas, penelitiannya kan membandingkan efikasi diri mhs yang mendapatkan metode demonstrasi (kelompok eksperimen 1) dan yang mendapatkan metode audiovisual (kelompok eksperimen 2). Penelitian itu ekuivalen dengan penelitian yang membandingkan kecepatan sembuh pasien yang mendapatkan obat standar dan baru. Jadi penelitian mbak Dwi di atas tidak ada masalah.

21/03/17 | 13:06

Arsinda Prastiwi  | 03/03/17 | 00:20

Assalamualaikum pak

Assalamualaikum pak, saya mau bertanya, judul penelitian saya pengaruh aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada pasien pre opersi dengan general anestesi, saya menggunakan pre experimen dengan one group pretest and post test design. Saya bingung pada analisa datanya pak, untuk aromaterapi lavender menggunakan skala data apa ya pak? sedangkan untuk kecemasannya saya menggunakan intervl pak, kemudian untuk analisa bivariatnya menggunakan apa ya pak? terimakasih :)

Komentar:

Zulaela Waálaikumussalam wr wb.
Aromaterapi lavenden dalam penelitian mbak Arsinda kan sebagai jenis tritmen atau perlakuan yang dipilih, sedangkan outcomenya adalah kecemasan yang diukur dalam skala rasio. Uji statistik yang digunakan untuk mengetaui pengaruh pemberian tritmen adalah paired samples t test, jika perubahan kecemasan mengikuti distribusi normal (jika tidak demikian menggunakan Wilcoxon test).

21/03/17 | 13:19

Siti Yuyun Rahayu  | 02/03/17 | 14:44

Besar Sampel untuk RCT 3 kelompok

Selamat siang, pak saya mau bertanya bagaimana menentukan besar sampel utk penelitian dg disain RCT (baik dua kelompok atau lebih) ?

Terimakasih

Komentar:

Zulaela Besar sampel dengan desain penelitian RCT untuk 3 kelompok atau lebih bisa diperoleh dalam buku teks, diantaranya adalah: Applied Linear Statistical Models by Neter & Wasserman.

21/03/17 | 13:26

Nailatun Ni'mah  | 22/12/16 | 15:21

Tentang Uji Homogenitasdan Uji Normalitas

Assalamu'alaikum,, saya sedang mengerjakan skripsi dan kesusahan di bab III bagian uji homogenitas dan normalitas. judul skripsi saya Pengaruh Model Pembelajaran Explicit Instruction terhadap kedisiplinan dan komunikasi matematik siswa kelas V SD. bagaimana ya rumusnya pak / bu? trimakasih

Komentar:

Nailatun Ni'mah dan desain penelitian saya one group pretest postest design

22/12/16 | 15:22

gita novalina Assalamualaikum pak Zulaela, mohon maaf saya gita, mahasiswa fk ugm, saat ini sedang menyusun tesis terkait pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan, persepsi dan penerimaan orangtua terhadap vaksinasi hpv. Saya menggunakan desain cross sectional pre eksperimental one group, dimana pada satu kelompok saya akan melakukan survey pre tes selanjutnya memberi penyuluhan dan kemudian melakukan survey post test. saya ingin bertanya tentang penghitungan besar sampel, apakah saya menggunakan rumus besar sampel uji hipotesis terhadap mean dua populasi berpasangan atau dengan cara besar sampel koefisien korelasi sampel tunggal? mohon masukkan bapak. terimakasih sebelumnya.

30/12/16 | 08:53

Zulaela Waálaikumussalam wr wb.

Jika variabel (kedisiplinan dan komunikasi) diukur dalam skala pengukuran rasio, maka uji statistik yang digunakan untuk mengetaui pengaruh pembelajaran tsb terhadap variabel (kedisiplinan dan komunikasi) adalah Dependent samples t test (Paired samples t test) apabila perubahan skor nilai kedisiplinan dan komunikasi mengikuti distribusi normal. (Jika tidak mengikuti distribusi normal, gunakan Wilcoxon test)

20/02/17 | 11:46

Zulaela Untuk Mbak Gita Novalina, desain dlm penilitian mbak Gita adalah eksperimental (one group pre post design). Jika variabel pengetahuan, persepsi dan penerimaan orangtua terhadap vaksinasi hpv diukur dalam skala pengukuran rasio, maka rumus besar sampelnya adalah rumus besar sampel uji hipotesis terhadap mean dua populasi berpasangan.

20/02/17 | 11:53

ihrom fatma saputri  | 21/11/16 | 12:45

Uji statistika

Judul proposal skripsi saya yaitu: Pengaruh metode peer education terhadap sikap menghadapi kejadian dismenore

Kelompok kontrol dan eksperimen sya di berlainan tempat.

Variabel independent: diberi dan tidak diberi metode peer education(skala nominal)

V. dependent: sikap menghadapi dismenore, positif dan negatif( skala ordinal), pakai skala likert kemudian saya masukkan ke skor T

ujinya berdasarkan diatas(nominal by ordinal) pakai chi square, tapi misalkan saya ingin mengubah skala sikap saya jadi ratio biar bisa pakai paired t-test dan independent t test, bagaimana ya caranya?Mohon solusinya

Komentar:

Zulaela Variabel sikap menjadi skala rasio: misal total skor jawaban subjek penelitian atau rata-rata skor jawaban subjek penelitian.

25/11/16 | 13:07

vidiah cahyowati  | 07/11/16 | 15:31

analisis data

assalamuallaikum pak, saya vidiah cahyowati dari prodi ilmu keperawatan yang sekrang sedang proses penyusunan proposal skripsi yang berjudul masalah tidur pada anak disabilitas mental dan faktor yang mempengaruhi. pak sebelumnya saya ingin menanyakan mengenai analisis data yang bisa saya gunakan apabila dalam variabel bebas dan variabel terikat keduanya dengan kategorikal pak. terimakasih pak sebelumnya

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
Karena kedua variabel (bebas & terikat) berupa kategorikal, maka chi-square test bisa digunakan apabila syaratnya dipenuhi, jika tidak Fisher's exact test. Untuk analisis multivariabel digunakan regresi logistik.

17/11/16 | 09:08

Rafidaini Sazarni Ratiyun  | 05/11/16 | 10:55

Menetukan Besar Sampel

Assalamualikum, pak, saya mau bertanya bagaimana cara menentukan besar sampel pada penelitian kohort?dan data2 apa saja yang kita butuhkan untuk menetukan besar sampel tersebut?

ini akan dilakukan penelitian tentang hubungan status gizi dan asupan gizi pada ibu hamil terhadap berat bayi lahir di wilayah kerja puskesmas X.

sedangkan saya hanya mempunyai data kunjungan ibu hamil (kunjungan pertama) selama tahun 2014 sebanyak 90 orang

terimakasih..

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
Jika desain penelitian prospektif (exposure +, - dan outcome +, -), maka rumus besar berikut (terlampir) dapat digunakan.

17/11/16 | 09:22

rhea zaffe  | 26/10/16 | 07:01

anallisa data

Maaf pak mau nanya. Mau bertanya.. skala data yang saya pake dalam proposal saya adalah skala nominal dan skala ordinal..  desain penelitian saya  menggunakan pra eksperimen di mana saya hanya melakukan pre test dan post test tanpa kelompok kontrol.. apakah  pada analisa data saya dapat menggunakan uji T-test?? Terimakasih sebelumnya

Komentar:

Zulaela Salah satu syarat penggunaan Paired sample t test adalah variabelnya diukur dalam skala rasio. Mc-nemar test dapat digunakan untuk melihat perubahan hasil (pre-post) pada skala nominal.

01/11/16 | 11:25

didi sutisna  | 24/10/16 | 15:48

nilai sampel

bapak mohon maaf, mau meneruskan pertanyaan..., yang dikatakan sampel itu besar atau kecil nilainya berapa pak...? apakan sampel < 30 bisa dikatakan sampel kecil dan n > 30 dikatakan sampel besar..., terima kasih sebelumnya bapak

Komentar:

Zulaela Untuk kasus P R O P O R S I, batasannya adalah seperti yang saya jelaskan didepan tadi, bukan 30 seperti yang pak Didi fikirkan.

25/10/16 | 01:36

didi sutisna  | 24/10/16 | 07:13

pemakaian koreksi yate pada uji chi square

asalamualaikum, selamat pagi bapak, saya mau bertanya, apakah jika menggunakan uji chi square dengan tabel kontingensi 2x2 dan jumlah sampel > 20 dan tidak ada nilai harapan <5 itu wajib menggunakan formula koreksi yates ? karena saya baca juga koreksi yates itu menurut grizzle (1967) tidak perlu digunakan karena manfaatnya juga dipertanyakan dan cenderung memperbesar kesalahan tipe II menerima Ho padahal ho salah), selanjutnya juga menurut refernsi buku biostat (budiarto) koreksi yates bisa digunakan pada sampel kecil.., pertanyaannya ukuran sampel kecil atau besar itu berapa nilainya...,

terima kasih, mohon penjelasannya

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.

Mantel dan Greenhouse (1968), Fleiss (1973) dan Mantel (1974) tidak mewajibkan/menyarankan penggunaan koreksi Yates (Yates's continuity correction), tetapi gunakan chi-square test asalkan tidak ada expected value sel yang nilainya kurang dari 5, walaupun Conover (1968, 1974) menganjurkan. Menurut Everitt (1980) efek koreksi ini terhadap nilai chi-square kecil jika ukuran sampel besar. Banyak subjek penelitian tergantung pada tujuan penelitian dan desain penelitian yang dipilih serta informasi yang terkandung dalam rumus ukuran sampel.

24/10/16 | 09:34

suryani  | 17/10/16 | 07:20

Uji Statistik

Assalamualaikum..

saya sedang menyusun proposal penelitian dengan judul 'Peran Ibu Terhadap Perubahan Perilaku Menyikat Gigi Pada Anak Prasekolah'. salah satu yang ingin saya teliti adalah apakah terdapat perubahan waktu/frekuensi dalam hal menyikat gigi sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. yang ingin saya tanyakan adalah

1. bisakah pertanyaan yang saya gunakan dengan skala guttman seperti di bawah ini?: 

menyikat gigi malam hari sebelum tidur: a. ya b. tidak

menyikat gigi pagi hari: a. setelah sarapan(positif) b.saat mandi(negati)

2. saya menginginkan untuk meneliti perubahan perilaku menyikat gigi ini dilakukan pengambilan data sebelum penyuluhan, lalu dilakukan lagi pengambilan data setelah penyuluhan dengan mengisi pertanyaan di atas selama beberapa hari (waktu/frekuensi menyikat gigi hari pertama, kedua, ketiga dan seterusnya setelah diberikan penyuluhan). yang ingin saya tanyakan analisis statitik apa yang bisa saya gunakan untuk melihatperubahan perilaku dengan data sebelum dan beberapa data sesudah seperti yang saya ungkapkan di atas? atau mungkin ada metode lain yang lebih tepat yang bisa saya gunakan untuk melihat perubahan perilaku menyikat gigi dalam hal ini waktu/frekuensi menyikat gigi?

terima kasih sebelumnya atas perhatian dan bantuannya pak. semoga berkah, amin.

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.

1. Untuk menentukan skala pengukuran yang digunakan sebagai alternatif/pilihan jawaban item-item pertanyaan tentang perilaku menyikat gigi pada anak prasekolah (ya/tidak, baik/buruk, positif/negatif atau pakai likert scale: sangat setuju/.../sangat tidak setuju, sangat sesuai/.../sangat tidak sesuai), coba dipelajari di buku2 atau artikel2 hasil penelitian yang terkait dengan mengukur perilaku secara umum.
2. Apabila variabel respon/outcome dalam penelitian mbak Suryani skala pengukurannya rasio, dan penelitiannya/pengukurannya dilakukan beberapa kali, maka metode analisis datanya adalah Repeated Measurement ANOVA.

21/10/16 | 09:54

Maria Liliana  | 07/09/16 | 12:04

Statistik Kesehatan

Selamat siang.Saya Maria Liliana, mahasiswa FKM USU yang sedang melakukan penelitian. Saya mau bertanya tentang uji alternatif Chi-Square. untuk tabel 2x2  jika syarat chi-square tidak terpenuhi maka dianjurkan untuk memakai uji Fisher. bagaimana dengan tabel 2x3 ? Ada literatur yang saya baca tabel 2xk jika tidak memenuhi syarat uji chi-square maka dilakukan uji Kolmogorov Smirnov. Apakah memang benar memakai uji Kolmogorov Smirnov?Terimakasih :D

Komentar:

Zulaela Untuk tabel 2x2: Chi-square Test dipilih jika tidak ada expected value sel yang nilainya kurang dari 5, jika tidak demikian Fisher's Exact Test.
Untuk tabel 2x3: Chi-square Test dipilih jika tidak ada expected value sel yang nilainya kurang dari 5, jika ada maka dilakukan kategori ulang pada variabel yg menyebabkan expected value sel nilainya kurang dari 5, sehingga diperoleh tabel baru (tabel 2x2) jika masih ada maka Fisher's Exact Test. Begitu juga untuk tabel bxk.

09/09/16 | 14:14

Wahyu Ramadhani  | 25/08/16 | 09:22

Uji statistik apa yang harus digunakan

Saya sedang meneliti study kasus tentang Gender Diversity.

Tujuannya : Untuk mengukur persepsi karyawan terhadap Kompetensi dan Program pengembangan professional

Jadi saya menginginkan Uji statistik digunakan untuk :

1. seberapa besar pengaruhnya.

2. adakah hubungannya

3. apa yg menjadi dominan dari jawaban karyawan tersebut

Komentar:

Zulaela Untuk dapat merespon pertanyaan bu Wahyu Ramadhani, diperlukan informasi tentang desain penelitiannya apa, variabel apa saja yang diukur, kemudian skala pengukuran dari masing2 variabel tersebut (nominal, ordinal, interval/rasio), variabel dependen/independen, selanjutnya hipotesis penelitiannya seperti apa.

09/09/16 | 14:30

Wahyu Ramadhani  | 25/08/16 | 09:20

Uji Statistik

Saya sedang meneliti study kasus tentang Gender Diversity.

Tujuannya : Untuk mengukur persepsi karyawan terhadap Kompetensi dan Program pengembangan professional

Jadi saya menginginkan Uji statistik digunakan untuk :

1. seberapa besar pengaruhnya.

2. adakah hubungannya

3. apa yg menjadi dominan dari jawaban karyawan tersebut

Wiwiek Retti Andriani  | 14/06/16 | 12:15

Tehnik Sampling dan Uji Statistik

Assalamu'alaikum

Pak Zulaela saat ini saya sedang menyusun proposal penelitian tentang Penerapan Metode Pembelajaran PAL untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di skills lab.

Tujuan penelitian : untuk menganalisa kompetensi mahasiswa sebelum dan setelah penerapan metode PAL dan menganalisis penerapan PAL terhadap kompetensi mahasiswa di skills lab.

Pertanyaan 1

Desain penelitian yang tepat apakah Eksperimen dengan pre-test - post-test control desaign ya pak?

Pertanyaan 2

Kemudian untuk sampel, penelitian ini rencana dilakukan pada mahasiswa semester III sejumlah 132 orang yang terbagi menjadi 3 kelas. Rencananya akan saya bagi menjadi 2 kelompok (eksperimen dan kontrol). Nachhh mulai galaunya waktu menentukan Tehnik Sampling, awalnya saya memilih Total Sampling. Tapi karena eksperimen desainnya disarankan pembimbing menggunakan rumus besar sample. Saya jadinya bingung pak bagaimana kelanjutannya. Satu lagi masalah sampel, seingat saya waktu di kelas Bapak pernah menyampaikan kalau antara kelompok eksperimen dan kontrol tidak harus sama. Namun bagaimana cara untuk membagi mahasiswa tersebut, apakah bisa 2 kelas saya jadikan kelompok eskperimen dan 1 kelas sebagai kelompok kontrol.

Pertanyaan 3

Untuk uji statistik yang bisa saya gunakan untuk menjawab tujuan penelitian saya apa ya pak Zul?

Variabel Independen: Penerapan PAL, Variabel Dependen: Kompetensi mahasiswa (skala interval)

Terimakasih banyak bantuannya pak Zulaela.

Wassalamu'alaikum

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb

1. Berdasarkan uraian bu Wiwiek di atas, rancangan penelitian tersebut dapat dipilih.
2. Kalau kompetensi diukur dalam skala pengukuran nominal (kompeten atau tidak), maka bu Wiwiek dapat menggunakan rumus besar sampel untuk hipotesis 2 proporsi; sedangkan jika kompetensi diukur dalam skala rasio, maka rumus besar sampel untuk hipotesis 2 mean yang digunakan. Sebagai catatan: jika penelitian bu Wiwiek dilakukan pada prodi atau departemen yang sama, maka mahasiswa pada kelompok kontrol bisa terkontaminasi oleh mahasiswa pada kelompok perlakuan.
3. Uji paired samples t test atau wilcoxon test dapat digunakan untuk membandingkan kompetensi (skala rasio) mahasiswa sebelum dan sesudah mendapat perlakuan pada masing2 kelompok. Uji independent samples t test atau mann-whitney test digunakan untuk membandingkan perubahan/ delta kompetensi antar 2 kelompok.

21/06/16 | 10:19

Wiwiek Retti Andriani Terimakasih pak Zulaela...
Maaf pertanyaan bersambung jadinya.

Misalnya penelitian dilakukan dalam 1 Prodi ada saran dari Bapak Design Penelitian apa yang pas agar kelompok kontrol tidak terkontaminasi? Atau memungkinkan jika kelompok kontrol diambil dari institusi lain dengan karakteristik yang sama dengan kelompok eksperimen?

Seandainya kompetensi akhir adalah kompetensi mahasiswa dalam kategori (sangat kompeten, kompeten, cukup kompeten, kurang kompeten, dan tidak kompeten) dapat dikategorikan sebagai skala rasio/interval?
Kemudian untuk mengkategorikan bisakah saya menggunakan mean tersebut?

Terimakasih banyak untuk diskusinya.

25/07/16 | 04:13

Zulaela Sebaiknya dipilih kelompok kontrol yang diambil dari institusi lain dengan karakteristik yang sama dengan kelompok eksperimen.
Kompetensi akhir mahasiswa dalam kategori (sangat kompeten, kompeten, cukup kompeten, kurang kompeten, dan tidak kompeten) termasuk skala pengukuran ordinal bu.

09/09/16 | 14:39

siti rahmawati jahar  | 18/05/16 | 08:56

Analisis Data dengan Tiga variabel

asslm, selamat pagi pak, analsis uji tepat apa yg dpat sy gunakam jika data penelitian sy terdiri dari tiga variabel? judul saya adalah pengaruh sosial media terhadap keinginan siswa berkomunikasi bahasa inggris, intrinsik motivasi dan kepercayaan diri siswa. apakah sy bisa menggunakan uji paired t test?

Komentar:

Zulaela Coba dijelaskan secara singkat jalannya penelitian (termasuk desain penelitian yang digunakan) Anda, kemudian sebutkan skala pengukuran (nominal, ordinal, interval/rasio) untuk ketiga variabel yang diukur.

14/06/16 | 10:28

rizky ayu  | 08/05/16 | 14:43

analisa data

rizky ayu  | 08/05/16 | 14:34

analisa bivariat

Komentar:

rizky ayu aslmkm. saya mau nanya, saya akan melakukan penelitian tentang pengaruh senam ergonomik terhadap aktivitas fisik lansia. saya sedang proses pembuatan proposal dan masih bingung sekali dalam analisa datanya. saya menggunakan jenis penelitian quasy eksperimen one group pre and post test design. untuk analisa data bivariatnya bagaimana yah? saya masih bingung bagaimana uji normalitas datanya dan rumus apa yg harus saya gunakan. terima kasih

08/05/16 | 14:39

Zulaela Jika aktivitas fisik lansia diukur dalam skala rasio, maka uji statistiknya dependent samples t test (paired samples t test) asalkan perubahan aktivitas fisik lansia (sebelum dikurangi sesudah atau sesudah dikurangi sebelum) mengikuti distribusi normal (bisa pakai Kolmogorov Smirnov test atau Saphiro Wilk test). Alternatif dari paired samples t test jika perubahan aktivitas tidak mengikuti distribusi normal adalah Wilcoxon test.

14/06/16 | 10:38

Anita Chandra  | 14/04/16 | 00:32

Uji Validitas dengan Korelasi Point Biserial

Assalamu'alaikum Pak

Saya sedang melaksanakan penelitian dan berada di tahap uji instrumen penelitian saya. Kuesioner saya menggunakan skor dikotom, yaitu 0 dan 1. Saya sudah mencari kesana kemari ternyata dikatakan bahwa untuk skor dikotom, uji validitas bisa menggunakan korelasi point biserial. Saya ingin menanyakan apakah hal tersebut betul lalu bagaimana cara uji validitas menggunakan korelasi point biserial dalam SPSS? Karena saya cari semuanya menggunakan excel dan SPSS menggunakan tambahan syntax. Terimakasih sebelumnya.

huzaima  | 05/04/16 | 11:03

efektifitas penyuluhan dengan menggunakan media power point dan video terhadap pengetahuan dan sikap santri

assalamualaikum warahmatullah wabarakatu,

mohon bantuannya pak.

jika judul seperti diatas dengan desain penelitian ekperimen two group pre-posttest desaign, untuk menganalisis data, apakah sudah sesuai jika untuk tingkat pengetahuan dengan 3 kategori (baik,cukup,kurang) skala ordinal saya menggunkan uji Mcnemar ? dan untuk sikap dengan 2 kategori (tidak mendukung dan mendukung) skala ordinal saya menggunakan wilcoxon ?  atau seperti apa pak ?

kemudian jika saya ingin membandingkan kefektifan kedua media tersebut, sebaiknya menggunakan uji apa pak ?

terimakasih

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb
Saya kira desain penelitian yang disebutkan di atas dapat digunakan. Jika ringkasan datanya berupa tabel silang 2 baris (grup1, grup2) 2 kolom (sikap: mendukung, tdk mendukung) atau 2 baris (grup1, grup2) 3 kolom (pengetahuan:baik, cukup, kurang) maka chi-square test dapat digunakan, sedangkan Mc-nemar test digunakan untuk melihat perubahan pre-post pada skala nominal.

21/06/16 | 10:49

Nenggar Sesanti assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh pak saya ingin bertanya, tapi kenapa selalu tidak bisa submit pertanyaan saya :(

11/07/16 | 12:05

prima putri  | 16/03/16 | 22:40

konsultasi rumus

Assalamu'alaikum maaf saya mau bertanya terkait rumus yang akan saya gunakan dalam penelitian saya. skripsi saya berjudul Pengaruh model pembelajaran tgt terhadap motivasi belajar ips siswa. dari judul tersebut diketahui bahwa variabel besbas berskala nominal dan variabel bebeas berskala ordinal. untuk menjawab hipotesis saya yaitu 1. ada pengaruh model pembelajaran tgt trhdp motivasi belajar siswa, saya menggunakan rumus korelasi theta dan 2. untuk melihat besar pengaruh signifikan model tgt terhadap motivasi saya menggunakan rumus chi square.. apakah itu bisa digunakan?? mohon bantuannya Tks.

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb. Jika model pembelajaran skalanya nominal (misal A & B), motivasi belajar skalanya rasio, maka Independent Samples t Test (jika normalitas datanya dipenuhi) atau Mann Whitney Test, dapat digunakan untuk mengetaui adanya perbedaan motivasi belajar antar kelompok model pembelajaran, sedangkan jika motivasi diukur dalam skala nominal, maka Chi-square Test yg digunakan.

22/03/16 | 13:28

qoyum suciani  | 15/03/16 | 18:44

Konsultasi analisa data

Assalamu'alaiakum pak, saya mau menanyakan terkait tentang analisa data. saya qoyum dari stikes surya global.

judul penelitian saya:

HUBUNGAN ANTARA STATUS KEPRIBADIAN DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA REMAJA AKHIR

variabel bebas  1.    Kepribadian

      Kepribadian adalah perwujudan yang diperlihatkan seseorang dalam kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan. Hal ini mempengaruhi seseorang tersebut dalam berpikir, berperasaan dan berperilaku dengan konsisten. Tipe kepribadian dibagi menjadi dua yaitu, ekstrovert dan introvert. Variabel ini menggunakan skala pengukuran nominal yang terdiri dari 4 karakteristik komponen yang diteliti, yaitu Social activity, social Fasility, risk taking and Adventuresomeness, dan Non Introspective Tendencies.

Ekstrovert      : skor 13-24

Introvert        : skor 0-12

variabel terikat  2.    Depresi

      Depresi merupakan suatu kecenderungan kondisi yang merasa begitu tertekan, hidup tak berarti dan tak mempunyai harapan. Variabel ini menggunakan skala pengukuran ordinal, dengan kategori:

NILAI TOTAL

TINGKATAN DEPRESI

1-10

Naik turunnya perasaan ini tergolong wajar

11-16

Gangguan “mood” atau perasaan murung yang ringan

17-20

Garis batas depresi klinis

21-30

Depresi sedang

31-40

Depresi parah

40 Ke atas

Depresi ekstrim

 

kalau saya menggunakan uji statistikanya chi square sesuai apa tidak pak? mohon penjelasannya terimakasih. 

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb. Karena kepribadian diukur dalam skala nominal, sedangkan depresi menggunakan skala pengukuran ordinal, maka sebaiknya uji statistik yang digunakan adalah Mann Whitney Test.

23/03/16 | 13:43

dewi agustina  | 14/03/16 | 20:03

desain & metode penelitian, uji statistik, dan besar sample

Assalamualaikum pak, saya sedang menyusun skripsi tentang analisis pengukuran luas luka pada permukaan tubuh yang multiple side menggunakan modifikasi metode ImageJ terhadap Mechanical Planimetry, yang hasil akhirnya nanti dalam skala ratio/interval. 

menurut bapak, seharusnya saya menggunakan desain penelitian, dan analisis data yang seperti apa ya pak?

terimakasih,

Sucipto Dwi  | 14/03/16 | 10:31

Penentuan besar sample, uji statistik dan skala data

Asalamualaikum. pak

saya ingin konsul tasi masalah penentuan besar sample dan uji statistik

judul penelitian Pengaruh terapi distraksi (mewarnai gambar) terhadap stres hospitalisasi pada anak usia pra sekolah (3-5 tahun) di ruang anak

pertama penentuan besar sample untuk responden saya menggunakan rumus yang bagus yang mana pak? (data yang didapat data pasien perbulan 131 anak)

kedua untuk analisis data menggunakan rumus yang tepat seperti apa pak?

untuk menentukan skala data dalam penelitian saya harus memperhatikan/melihat di bagian mana pak? (instrumen pengukuran menggunakan PASR dengan ketentuan > 33 tdk ada cemas, 34-40 cemas ringan, 41-47 cemas sedang, dan 48 -80 cemas berat, untuk skor pengisian 0 tdk ada, 1 ringan, 2 sedang, 3 berat, 4 sngat berat)

Moho bantuan dari bapak. terimakasih

Wachidah Yuniartika  | 12/03/16 | 10:56

Cara Menentukan besar Sampel

Bapak saya mau menanyakan rumus apa yang bisa saya gunakan untuk menentukan besar sampel.

judul penelitian saya: pengaruh Psikoedukasi terhadap depresi pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo.

desain penelitian :

quasy experiment dengan desain pre and post test with control group” dengan intervensi psikoedukasi.

populasi : semua pasien diabetes mellitus yang tinggal di puskesmas baki yang aktif dalam kegiatan prolanis sejumlah 60 pasien.

tujuan :

1.      Tujuan Umum

       Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh psikoedukasi terhadap depresi pasien diabetes mellitus.

2.      Tujuan Khusus 

a.       Menganalisis karakteristik (Usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, ekonomi) pasien Diabetes Melitus.

b.      Menganalisis  tingkat depresi sebelum diberikan psikoedukasi pada kelompok perlakuan.

c.       Menganalisis tingkat depresi pada penderita Diabetes Mellitus sesudah diberikan psikoedukasi pada kelompok perlakuan.

d.      Menganalisis tingkat depresi pre dan post tes kelompok kontrol.

e. Menganalisis perbedaan tingkat depresi pada penderita Diabetes Mellitus yang mendapat terapi Psikoedukasi dengan kelompok kontrol.

hipotesis :

1.         Ada penurunan tingkat Depresi pada pasien Diabetes Mellitus sesudah diberikan psikoedukasi.

2.         Ada perbedaan Tingkat Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol.

variabel yang ukur: variabel independen: intervensi psikoedukasi (definisi operasional : suatu tindakan yang diberikan untuk mengatasi depresi dengan memperkuat mekanisme koping pada pasien diabetes mellitus yang mengalami depresi melalui pendidikan kesehatan dan latihan agar pasien mampu melakukan perawatan secara mandiri, skala pengukuran: diberikan edukasi selama 3 sesi dengan waktu 20-30 menit setiap sesi, hasil ukur: pre test & pos test)

variabel Dependen : Depresi (definisi operasional:

Perasaan  sedih, putus asa, sulit tidur, kurang nafsu makan/makan terlalu banyak, sulit konsentrasi, perasaan ingin mati dan hilangnya motivasi untuk melakukan aktivitas yang dialami oleh pasien dua minggu terakhir, hasil ukur:

Hasil pengukuran

a.      Nilai 0-4: Depresi tidak ada atau minimal

b.      Nilai 5-9: Depresi ringan

c.       Nilai 10-14:Depresi sedang

Nilai > 15: Depresi berat. skala : ordinal)

dwi meldya lestari  | 10/03/16 | 18:44

rancangan acak kelompok

Assalamu alaikum ..

kak, saya punya judul skripsi yg judulnya pengaruh pemberian kompos terhadap tanaman mahoni. kasusnya itu, bibit mahoni ditanam di lahan yg kemiringannya kira2 40%. ada 3 kelompok yaitu kelompok bagian atas, tengah dan bawah. ada 3 perlakuan, diantaranya: 1. tanpa kompos 2. perbandingan tanah kompos 1:1 3. kompos 6kg. pengulangan sebanyak 5 kali. variabel yang diamati itu tinggi tanaman, lebar daun dan jumlah daun. jumlah tanaman keseluruhan 45 tanaman. penulisan model linearnya itu bagaimana? penulisan tabulasi datanya itu bagaimana, apakah total Yi. untuk kelompok dan total Y.j untuk perlakuan? pengulangannya bagaimana dengan variabel yg diamati itu?? Mohon bantuannya

Farah Faza  | 25/02/16 | 20:19

Analisis Confounder Statistik Kesehatan

Selamat malam, pak. Saya sedang menyusun skripsi dengan judul "Hubungan Metode Skrining Gizi terhadap Asesmen Gizi pada Pasien Hemodialisis di RSUP Dr. Sardjito". Data yg saya analisis berupa data ordinal baik untuk skrining maupun asesmen gizi. Skrining gizi sebagai variabel independen dan asesmen gizi sebagai variabel dependen. Diantara keduanya terdapat variabel perancu, yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, komorbiditas, dan lama hemodialisis. Yang ingin saya tanyakan, analisis statistik apa yang tepat yg dapat saya gunakan? Karena saya juga ingin melihat koefisien korelasinya. Terima kasih.

Komentar:

Zulaela Untuk mengetaui variabel2 yg disebutkan di atas, betul-betul sebagai variabel perancu atau bukan, yaitu dengan cara melakukan pemodelan regresi, khusus pemodelan analisis regresi dengan respon yg ordinal.

07/03/16 | 13:03

latifatur rohmah  | 03/02/16 | 01:14

konsultasi analisis data statistik

Assalamu'alaikum pak,.

saya latifah dari STIKes Surya Global Yogyakarta

pak, sya ingin konsultasi mengenai analisis data statistik yang akan saya gunakan dalam skripsi saya yang berjudul " Hubungan mekanisme koping dengan kecemasan dalam menghadapi kematian pada lansia"

untuk mengukur mekanisme koping saya menggunakan kuesioner yang berbentuk skala nominal sedangkan kecemasan kematian menggunakan kuesioner yang berbentuk skala ordinal. menurut bapak saya sebaiknya menggunakan analisis data statistik yang mana pak?

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.

Dengan memperhatikan penjelasan mbak Latifah di atas: variabel mekanisme koping disusun dari beberapa item pertanyaan, yg tiap-tiap item pertanyaan mempunyai 2 alternatif jawaban, hasil akhirnya nanti dalam skala apa? Nominal, ordinal, interval/rasio. Begitu juga utk variabel kecemasan disusun dari beberapa item pertanyaan, yg tiap-tiap item pertanyaan mempunyai 4 atau 5 alternatif jawaban, hasil akhirnya nanti dalam skala apa? Nominal, ordinal, interval/rasio.

03/02/16 | 22:09

latifatur rohmah baik pak, untuk yang mekanisme koping terdapat 66 item pernyataan. dan menggunakan 4 alternatif jawaban 0 = jika tidak pernah dilakukan, 1 = kadang-kadang dilakukan, 2 = agak sering dilakukan, 3= sering dilakukan dan nantinya saya mengkategorikan menjadi 2 mekanisme koping yaitu mekanisme koping yang berpusat pada masalah dan yang berpusat pada emosi. kemudian yang kecemasan ada ada 3 alternatif jawaban yaitu SS= sangat setuju, S= setuju, STS = sangat tidak setuju
dan saya melakukan skoring.
1- 14 : tidak cemas
15- 35 : kecemasan ringan
36-55 : kecemasan sedang
56- 76 : kecemasan berat
bagaimana pak?
trimakasih

03/02/16 | 22:18

Zulaela Data hasil penelitiannya dapat diringkaskan dalam tabel kontingensi: 2 x 4 (2 brs, 4 klm). Untuk mengetaui hubungan antara mekanisme koping dg kecemasan bisa menggunakan Chi-square Test asalkan tidak ada expected value dalam tiap-tiap sel yg kurang dari 5; kalau ada maka tabel kontingensi di atas disederhanakan menjadi 2 x 3 atau bahkan sampai 2 x 2. Jika ternyata dlm tabel 2 x 2 masih ada expected value sel yg kurang dari 5, maka Fisher's Exact Test solusinya.

03/02/16 | 22:47

latifatur rohmah baik pak, o iya pak saya mau tanya lagi. untuk uji chi-square test mnurut buku I Ketut Swarjana "metode penelitian kesehatan" mengatakan bahwa uji tersebut digunakan jika kedua datanya nominal dan menurut buku penelitian statistik dari Saryono Chi square test digunakan jika tabel kontingensi 2x2
bagaimana menurut bapak?

03/02/16 | 22:59

Zulaela Chi-square test tidak hanya dapat digunakan untuk tabel kontingensi 2x2, tetapi bisa untuk tabel kontingensi b x k (b baris, k kolom).

09/02/16 | 14:36

Maria D.G. Sianturi  | 13/08/15 | 15:29

Konsultasi Analisis Statistik Tesis

Selamat sore, Pak Zulaela.

Saya Maria Sianturi, mahasiswa Tropmed UGM 2014.

Mohon bantuannya, Pak, saya mau mengkonsultasikan mengenai analisis stastistik data tesis.

Judul tesis saya: Hubungan Karakteristik Sosio-Demografik, Pengetahuan tentang Kebersihan dan Lingkungan terhadap Kejadian Infeksi Protozoa Usus pada Anak Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Salahutu dan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Jumlah sampel 170.

Variabel bebasnya adalah usia (skala numerik), jenis kelamin (skala nominal), tingkat pendidikan orang tua (skala ordinal), rata-rata penghasilan keluarga per bulan (skala ordinal), mata pencaharian utama keluarga (skala nominal), pengetahuan anak tentang kebersihan (skala numerik), sumber air bersih (skala nominal), sumber air minum (skala nominal), ketersediaan jamban (skala nominal), tempat tinggal (skala nominal).

Variabel terikatnya adalah kejadian infeksi E. histolytica, G. lamblia, C. parvum, E. coli, C. masnilli, I. butschii, multiinfeksi (semua skala nominal).

Untuk variabel usia dan pengetahuan anak tentang kebersihan, apabila mau diubah menjadi data kategorikal, bolehkan langsung berdasarkan keinginan peneliti (dari literatur sebelumnya)?

Dengan Kolmogorov smirnov test, didapati data tidak terdistribusi normal. Apakah cut off nya harus menggunakan nilai median?

Bila tetap menggunakan skala numeriknya, variabel usia dan pengetahuan anak tentang kebersihan distribusinya tidak normal. Kemudian variabel usia dapat dinormalkan (dengan LG10), apakah variabel usia setelah dinormalkan ini dapat digunakan langsung sebagai variabel dengan skala numerik untuk diuji? Untuk variabel pengetahuan anak tentang kebersihan tidak dapat saya olah menjadi distribusi normal.

Bila semua variabel bebas dikategorikan, saya menggunakan uji Chi square, bila tidak terpenuhi, digunakan Fisher exact test. Namun hasilnya tidak ada yang bermakna. Apakah kategori saya harus dicek ulang, Pak?

Mohon bantuannya.

Terima kasih,

Maria Sianturi

Komentar:

Zulaela Variabel usia dan pengetauan anak tentang kebersihan yang awal diukur dengan menggunakan skala rasio, kemudian akan diubah menjadi data yang kategorikal (nominal atau ordinal) sebaiknya pengkategoriannya berdasarkan teori atau konsep (tidak boleh sesuka peneliti).
Kalau semua variabel bebasnya kategorikal (hanya 2 kategori) dengan variabel terikatnya (2 kategori: infeksi atau tidak) maka ujinya chi-square test bila syaratnya dipenuhi jika tidak fishers' exact test. Jika variabel bebasnya kategorinya lebih dari 2 maka ujinya tetap bisa menggunakan chi-square test asal syaratnya dipenuhi, kalau tidak maka kategorinya perlu disederhanakan.

26/08/15 | 10:20

Zulaela Apabila variabel usia dan pengetauan anak tentang kebersihan tetap menggunakan skala rasio maka uji statistiknya akan menyesuaikan (bukan chi-square test).

26/08/15 | 10:32

  | 14/12/14 | 19:43

Analisis untuk mengontrol variabel pengganggu

Assalamu'alaikum pak Zulaela,

Assalamu'alaikum pak Zulaela, saya Dwikus mahasiswa keperawatan

saya mau menanyakan analisis apa untuk mengontrol variabel pengiring atau pengganggu dalam penelitian eksperimen?

Penelitian saya tentang pengaruh relaksasi untuk menurunkan gejala premenstrual syndrome/ PMS. Saya mengukur tekanan darah, nadi dan pernapasan pre dan post relaksasi. Tapi saat uji beda karakteristik aspek aktifitas olahraga, nilai p=0,000. Padahal secara teori, olahraga dapat mempengaruhi PMS. Saya ingin mengontrol variabel olahraga, agar hasil pengukuran itu benar2 krn relaksasi. 

Dan bagaimana melakukan analisis tersebut pada SPSS?

Mohon masukannya pak, terima kasih

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
Coba bu Dwi jelaskan secara singkat jalannya penelitian ibu, kemudian sebutkan skala pengukuran dari variabel-variabel di atas (dependen, independen dan pengganggu), selanjutnya tuliskan hipotesis penelitiannya.

17/12/14 | 11:22

penelitian saya ttg terapi relaksasi progresif dlm menurunkan gejala premenstrual syndrome. penurunan PMS dilihat dari proporsi gejala pre dan post relaksasi dan perbedaan pengukuran tekanan darah, nadi & RR pre post relasasi.
Gejala PMS spt cemas, depresi, insomnia, nyeri persendian, mudah marah, dll (skala nominal). Untuk TTV skala numerik. Variabel confoundingnya aktifitas olah raga (skala nominal: ya tidak). Hipotesis: terapi relaksasi progresif efektif dalam menurunkan premenstrual syndrome.
Jalan penelitian: saya melakukan screening prevalensi PMS di kelas X, XI dan XII dengan kuesioner, siswi yang memenuhi inklusi eksklusi saya berikan relaksasi progresif hari 1-3 menstruasi (n=26). TTV diukur 15 menit sebelum relaksasi 1 dan diukur lagi 15 menit setelah relaksasi 3. Siswi jg mencatat gejala yg dirasakan dlm diary. saat screening, ada confounding aktifitas olah raga dimana p=0,000. Perubahan proporsi gejala, di uji chi square sedangkan TTV pre post diuji dg paired t-test (normal), Wilcoxon (tidak normal). Hasil TTV semua p

17/12/14 | 14:02

Hasil TTV semua p

17/12/14 | 14:11

Zulaela Jalannya penelitian ibu Dwi, memilih 26 siswi kelas X, XI dan XII yg memenuhi kriteria penelitian, kemudian semua siswi tersebut diberi relaksasi progresif. Selanjutnya diukur beberapa hal (variabel) sebelum dan sesudah diberi relaksasi progresif. Jika skala pengukuran variabelnya rasio maka Paired t Test (memenuhi asumsi normalitas) atau Wilcoxon Test (tidak memenuhi asumsi normalitas), sedangkan jika nominal maka Mc Nemar Test. Coba bu di cek di buku Biostatistika. Terima kasih

06/01/15 | 14:20

Iga Trisnawati  | 25/11/14 | 10:48

Jenis Penelitian dan Pengelolahan Data

Assalamualaikum pak, saya mau menanyakan mengenai judul skripsi saya "Hubungan Persepsi dan Minat Dengan Motivasi Mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta Semester VII Untuk Studi Lanjut S2 Kebidanan", desain penelitian yang saya gunakan case control, saya mau menanyakan jenis penilitiaan saya penelitian deskriptif analitik atau kuantitatif ? dan juga untuk pengolahan datanya saya menggunakan apa ?

terimakasih.

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
Dalam bab metode penelitian, cukup menuliskan desain penelitiannya: case control study design, kalau memang mau ditambahkan jenis penelitiannya: ya, analitik mbak Iga.
Uji statistik yang digunakan dalam penelitian Iga, tergantung pada skala pengukuran variabel-variabelnya (nominal, ordinal, interval atau rasio). Coba tuliskan DO dan skala pengukuran variabel-variabel penelitian Iga.

26/11/14 | 12:47

Iga Trisnawati terima kasih pak.
untuk DO-nya:
a. persepsi : tanggapan mahasiswa DIV Bidan Pendidik tentang Studi
Lanjut S2 Kebidanan. skala : ordinal, hasil ukur :
0 = negatif, jika < mean/median, 1 = positif jika ≥ mean/
median.
b. minat : keinginan melanjutkan studi lanjut pendidikan S2 Kebidanan
oleh Mahasiswa D IV bidan pendidik. skala : ordinal hasil
ukur : 0 = kecil, jika < mean/median, 1 = besar jika ≥ mean/
median.
c. motivasi : Dorongan yang berasal dari dalam maupun dari luar diri
mahasiswa DIV bidan Pendidik yang akan melanjutkan Studi
kejenjang S2 Kebidanan. skala : ordinal hasil ukur :
0 = rendah, jika < mean/median, 1 = tinggi jika ≥ mean/
median.
bagaimana untuk uji statistiknya pak, saya menggunakan uji apa pak?
trimakasih pak.

02/12/14 | 23:02

Zulaela Karena definisi operasional dari persepsi, minat dan motivasi seperti yang Iga jelaskan di atas, maka uji statistiknya: chi-square test dengan ukuran asosiasinya OR.

11/12/14 | 09:45

Iga Trisnawati baik pak,
pak bagaimana kalu saya ingin menggunakan Uji Korelasi atau Uji Regresi pak?
bagaimana bentuk DO saya pak? apakah diganti seperti misalnya jawaban benar ≥ 76% kategori tinggi, jawaban benar < 76% kategori rendah?

07/01/15 | 09:34

Zulaela Regresi logistik ganda dapat dipilih untuk analisis multi-variabel.

14/01/15 | 11:45

sriwahyuni  | 17/05/14 | 07:39

Besar sampel dan uji statistik

Assalamu'alaikum. Selamat pagi. Senang sekali akhirnya mengetahui ada web konsultasi statistik pasca ikut workshop TOD. Semoga diadakan kembali dlm waktu dekat. 

Saya ingin berkonsultasi mengenai beberapa hal: 

1. Sy melakukan penelitian ttg anemia pd remaja putri, desain case control. Besar sampel y sy hitung 40 org kasus-kontrol. Stelah skring awal dan pengambilan sampel ke beberapa lokasi sy menemukan hanya 22 kasus dr skrining 113 org. Sy ingin menanyakan, bagaimana jika sy tidak bs memenuhi besar sampelnya. Apakah boleh jika sy menambahkan kontrol y lebih besar (1:2)? Apakah utk uji statistiknya akan berbeda nantinya? 

2. Sy ingin menguji pertanyaan penelitian "apakah ada perbedaan kadar hb antara kelompok anemia (wildtype & polimorfisme) dan tidak anemia (wildtype dan polimorfisme). Kelompok polimorfisme ada 3 genotip. Uji apakah y dpt sy gunakan. 

3. Bagaimana cara mencari ORnya dr kasus tsb?

Terima kasih atas perhatian dan bantuannya. Wassalam.

Komentar:

Zulaela Wa'alaikumussalam wr wb.
1. Berdasarkan informasi di atas. Untuk mencapai 40 kasus, maka seharusnya yang disekrining sekitar 200 remaja putri, agar memenuhi minimum ukuran sampel. Jika ukuran sampel tidak sesuai dengan yang seharusnya maka ada kemungkinan hasil uji statistiknya berbeda.
2. Independent samples t test (Mann-Whitney test) dapat digunakan untuk mengetaui adanya perbedaan kadar hb antara 2 kelompok, sedangkan ANOVA (Kruskal Wallis test) untuk yang lebih dari 2 kelompok.
3. Untuk menghitung OR dari data hasil penelitian dengan desain kasus-kontrol adalah OR=(ad/bc).

04/06/14 | 13:49

Eni Rahmawati  | 03/04/14 | 07:52

Standar deviasi dan mean

Selamat pagi bapak, saya ingin berkonsultasi tentang standar deviasi (SD) untuk menghitung besar sempel.  saya menggunakan uji hipotesis dengan data kontinu, untuk harga varians itu di dapatkan dari kuadrat (SD1+SD2)/2. Pada jurnal di penelitian sebelumnya SD yang ditampilkan adalah SD pre dan post test kelompok intervensi dan SD pre dan post test kelompok kontrol. Mana yang harus saya gunakan untuk SD1 dan SD2 (apakah SD post test dimasing-masing kelompok atau selisih SD antara pre dan pos test dimasing-masing kelompok?). Begitu juga untuk mean, pada jurnal ditampilkan mean pre post pada setiap kelompok, mana yang seharusnya saya gunakan. Mohon pencerahannya. Terimakasih.

Komentar:

Zulaela Besar sampel untuk hipotesis 2 mean, memang memerlukan informasi tentang variansi. Variansi ini dapat dihitung dari (SD1 dikuadratkan + SD2 dikuadratkan)/2. Karena dalam penelitian ini ada beberapa hipotesis, maka besar sampelnya dihitung berdasarkan SD post test dimasing-masing kelompok, kemudian dihitung juga berdasarkan selisih SD antara pre dan post test dimasing-masing kelompok. Ukuran sampel yang paling besar dipilih.

08/04/14 | 13:16

Eni Rahmawati Terima kasih bapak atas pencerahannya, sangat membantu informasinya.

14/04/14 | 20:08

Eni Rahmawati Bapak, sy ingin memastikan ttg keraguan sy. Uji apakah yg harus sy pakai untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan (data ordinal/katagorikl) terhadap kecemasan (data interval/numerik) apakah benar menggunakan uji mann whitney test? Atau menggunakan chi square tabel 2x2 bisa?Terima kasih.

14/04/14 | 20:14

Zulaela Apabila tingkat pendidikan (rendah, tinggi) terhadap kecemasan (interval/rasio/numerik) maka uji statistiknya independent samples t test (syarat normalitasnya dipenuhi, jika tdk maka digunakan mann whitney test), sedangkan apabila tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA, PT) terhadap kecemasan (interval/rasio/numerik) maka uji statistiknya ANOVA (syarat normalitas dan homogenitas dipenuhi, jika tdk maka digunakan kruskal wallis test)

15/04/14 | 11:18

Eni Rahmawati Terima kasih bapak zulaela, meluangkan waktu untuk membaca dan merespon pertanyaan-pertanyaan dari kami. Mohon maaf bapak, mungkin satu lagi... Saat ini saya membuat kuesioner tentang kecemasan sendiri yaitu dengan mengadopsi dr luar. Kecemasan tersebut memiliki rentang skor antara 44-176 (blm di uji validitas). Bagaimana sy membagi rentang skor tersebut menjadi 4 bagian (cemas ringan, sedang, ringan dan panik). Saya dan teman-teman sudah berdiskusi namun masih belum menemukan titik terangnya.. Terima kasih.

15/04/14 | 19:25

Gesti Widiarini  | 15/03/14 | 13:37

Uji Normalitas

Selamat siang,pak..Saya ingin menanyakan mengenai uji normalitas. Kebetulan penelitian saya menggunakan pre-post test control group design. Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Untuk uji normalitas,apakah data yang diinput adalah data pre dan post test semua kelompok (kelompok kontrol dan eksperimental) atau hanya selisih (skor post dikurangi pre test) kedua kelompok saja?Kemudian menginput dalam data view SPSSnya bagaimana,pak?2. Setelah diketahui normal atau tidaknya, data yang nanti dimasukkan dalam uji T berpasangan (bila normal) atau wilcoxon (bila tidak normal) berupa skor pre test post test kedua kelompok atau selisihnya saja?3. Untuk uji independent T-test atau Mann Whitney, apakah yang diinput hanya data post-testnya saja,pak? berhubung tujuannya ingin mengetahui perbedaan antara kedua kelompok penelitianDemikian,pak,mohon arahan dan bimbingannya. Terima kasih

Komentar:

Zulaela 1. Data yang harus diinputkan ke dalam spss data editor adalah data pre & post test sekaligus kelompok kontrol & eksperimen, sedangkan selisih skor pre & post test dibuat melalui spss dg pilihan TRANSFORM kemudian COMPUTE VARIABLE, variabel yg terbentuk (selisih skor pre & post test) yang harus dicek normal tidaknya. Variabel pre & post test yang dimasukkan dlm paired samples t test atau dalam wilcoxon test, baik itu untuk kelompok kontrol maupun eksperimen. Independent samples t test maupun Mann Whitney test dapat digunakan untuk membandingkan variabel yg terbentuk tadi (selisih skor pre & post test)antara kelompok kontrol & eksperimen. Selamat mencoba bu.

17/03/14 | 09:04

Ida Erni Sipahutar  | 15/03/14 | 09:15

SAMPLE UJI VARIABEL

Selamat pagi pak, sy ingin menanyakan berapa jumlah sampel yang dapat dipakai untuk melakukan uji validitas alat ukur pak? bagaimana tahap-tahap untuk melakukan uji validitas pak? Trimakasih

Dwi Kustriyanti  | 11/03/14 | 14:22

Analisa statistik

Assalamualaikum wr.wb

Pak, saya ingin mengetahui perbedaan gejala premenstrual syndrome sebelum dan sesudah diberikan terapi. saya menggunakan one group pretest dan post test design, analisa apa yang sebaiknya saya gunakan? dan bagaimana saya menentukan besar sampelnya?

Komentar:

Zulaela Waalaikumussalam wr wb.
Jika gejala premenstrual syndrome diukur dalam skala rasio dan perubahan sebelum dan sesudah dapat terapi mengikuti distribusi/sebaran normal, maka uji statistiknya adalah paired samples t test, apabila tdk demikian uji statistiknya wilcoxon test. Rumus besar sampel uji hipotesis mean data berpasangan.

11/03/14 | 20:00

Ni Luh Agustini Purnama  | 26/02/14 | 21:07

BESAR SAMPEL

Bagaimana menghitung besar sampel dan analisis statistik untuk menjawab tujuan penelitian "Apakah ada hubungan A dengan B". Skala pengukuran variabel A adalah ratio dan Variabel B adalah ordinal. Desain penelitian adalah cross sectional. Bedasarkan hasil studi pendahuluan besarnya populasi 160. Rumus mana yang harus digunakan?. Terima Kasih

Komentar:

Zulaela Spearman Rank Correlation Coefficient dapat digunakan untuk mengetaui derajat hubungan antara variabel A dan B tersebut, bu. Untuk itu, besar sampelnya dihitung menggunakan rumus besar sampel untuk korelasi tersebut.

28/02/14 | 16:19

Ni Luh Agustini Purnama terima kasih atas responnya Pak

untuk menghitung besar sampel korelasi apakah bisa menggunakan sample size calculator GPower dengan effect size (r = 0.3) err prob 0.05, power 0.8?
bagaimana Pak cara menentukan two tail atau one tail?

terima kasih

11/03/14 | 15:51

Zulaela Alat bantu hitung untuk mendapatkan besar sampel bisa menggunakan kalkulator apasaja. Pemilihan two tail atau one tail test ini tergantung pada hipotesis penelitian bu. Apabila hipotesis penelitian arahnya jelas bahwa yang satu lebih baik dari yang lain maka dipilih one tail test, jika tidak demikian two tail test.

11/03/14 | 20:16

Nike Puliansari Assalamualaikum wr.wb.
saya ingin menanyakan untuk rumus besar sampel korelasi bisa dilihat di buku apa ya Pak? terimakasih sebelumnya.

06/10/14 | 08:25

fanny  | 23/02/14 | 12:30

Stochastic Frontier

Ada buku tentang cara menggunakan softwar stochastic frontier tidak ? saya ingin menganalisis efisiensi teknis produksi. Apa tersedia jasanya di LKS ini ? terima kasih

Komentar:

Zulaela Mohon maaf buku yang ibu Fanny butuhkan,sementara ini belum ada/ didapatkan. Saya masih mencoba menanyakan keteman-teman yang lebih banyak belajar mengenahi stochastic.

28/02/14 | 16:30

ulima rahma  | 06/02/14 | 16:23

BESAR SAMPEL

Bagaimana menghitung besar sampel dan analisis statistika untuk menjawab tujuan penelitian : apakah terdapat perbedaan antara obat A, B,C dengan design penelitian observatif analitik (hanya di lihat saja efeknya) dan prospektif dengan skala ratio (jam, hari). rumus besar sample mana yang di pakai?.

terimakasih

Komentar:

Zulaela Untuk menghitung besar seperti yang ibu maksudkan di atas di dalam buku ini tidak ada "Adequacy of Sample Size in Health Studies. John Wiley & Sons, New York by Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. and Lwanga, S.K. 1990", adanya di dalam buku berikut bu: Applied Linier Statistical Models. Richard D. Irwin, Inc. Illinois by Nater, J., Wasserman, W. & Kutner, M.H. 1990. Bukunya Nater dalam Bab Besar Sampel atau Power untuk ANOVA, dapat ibu baca di perpustakaan FMIPA Gedung Selatan, dekat Mirota Kampus. Kalau masih ada kesulitan bisa menghubungi lagi bu. Terima kasih.

07/02/14 | 16:29

Ndaru Setyaningrum  | 05/02/14 | 10:43

Besar sampel

Bagaimana menghitung besar sampel dan analisis statistika untuk menjawab tujuan penelitian : apakah terdapat perbedaan sebelum dan setelah menggunakan obat X?

Komentar:

Zulaela Maaf bu, rumus besar sampelnya belum bisa muncul di dalam komentar ini, karena menggunakan lambang atau notasi matematika. Untuk itu rumus besar tersebut dapat ibu peroleh secara lengkap di dalam buku ini "Adequacy of Sample Size in Health Studies. John Wiley & Sons, New York by Lemeshow, S., Hosmer, D.W., Klar, J. and Lwanga, S.K. 1990". Terima kasih.

07/02/14 | 16:49